
"Bang Fahri aku pergi dulu! Titip Bengkel!".
"Iya bos".
Setelah berpamitan pada Bang Fahri Iman berjalan keluar dari bengkelnya berniat untuk keMarkas karena kemarin Imron menelpon mengatakan kalau ada masalah antara anak buahnya dengan anak buah pihak Ridwan yang dikhawatirkan akan memicu perkelahian antar kelompok milik mereka yang akhir akhir ini memang sedang memanas karena penolakan Iman pada Ridwan saat saingannya itu meminta bagian untuk daerah kekuasaan miliknya diwilayah sekitar Mall Senopati yang memang sedang bagus hasilnya.
Tapi baru beberapa langkah Iman keluar dari bengkel,Sukron orang yang diperintahkannya untuk mengawasi bagian daerah yang jadi tempat rebutan saat itu menelpon membuat Iman segera mengangkatnya karena khawatir itu berkaitan dengan apa yang dilaporkan oleh Imron kemarin.
"Ya!".
"Bos gawat!",ucapnya dengan suara terdengar cemas yang ditanggapi Iman tetap dengan tenang karena ini masalah biasa baginya.
"Ada apa katakan!".
"Itu....istri bos...".
Deg!
Ekspresi Iman yang semula tenang seketika berubah mendengar kalimat Sukron.
"Istriku! Ayunda?!".
"Iya Bos".
"Ada apa dengannya? Apa pihak Ridwan... ".
Iman sengaja tidak meneruskan kalimatnya karena tidak ingin apa yang dikiranya sekarang ternyata itu benar.
"Bukan pihak Ridwan Bos tapi....seperti yang Bos duga sebelumnya sepertinya manajer baru diMall Senopati itu punya maksud tersembunyi pada istri Bos karena dari informasi yang aku dapatkan kalau sekarang si Manajer itu sedang mengajak istri bos makan siang diRestoran bersama kedua orang tuanya".
Jderrrr!
Informasi dari Sukron tak kalah mengejutkannya untuk Iman dan reflek Iman langsung mematikan panggilan Sukron lalu mencoba menghubungi nomor Ayunda berniat memastikannya dengan perasaan khawatir yang sebenarnya sudah dirasakannya akhir akhir ini. Terutama sejak melihat istrinya itu terlihat akrab dengan hafiz.
__ADS_1
Saat itu Iman memang sudah menemui Hafiz untuk memperingatkan saudara satu Ayah nya itu tapi mungkin peringatannya kurang jelas karena itu Hafiz masih berani mendekati Ayunda yang tujuannya sudah bisa diduga Iman dari informasi yang didapatnya kalau ternyata Hafiz belum juga punya anak dengan Aisyah istri nya sekarang punya pikiran seperti itu membuat Iman tidak bisa tenang sekarang.
Sambil terus menghubungi Ayunda Iman menghentikan ojek yang dilihatnya.
"Bang keMall Senopati sekarang cepat nggak pake lama!",perintahnya yang diangguki oleh pengemudi ojek itu dengan langsung melajukan motornya ketempat yang dimaksud Iman.
"Sial kenapa nggak diangkat!",maki Iman semakin cemas dan meminta tukang ojek yang membawanya untuk semakin mempercepat laju motornya supaya mereka segera sampai.
Sampai tukang ojek yang membawanya menghentikan motornya didepan Mall Senopati Ayunda tidak juga mengangkat telpon Iman membuat Iman jadi sangat cemas dan kesal khawatir apa yang dipikirkannya benar benar terjadi.
Dalam keadaan kalut Iman melihat Sukron berjalan menghampirinya membuat Iman sedikit lega.
"Bos",sapa Sukron.
"Dimana mereka?!",tanyanya keras dengan wajah khawatir dan cemas.
"Di Restoran Saung Geulis",jawab Sukron yang membuat Iman langsung menuju Restoran yang dimaksud tapi sebelum dia pergi dia bicara dengan Sukron.
"Lo keMarkas wakili gue temui Imron sekarang.Dia bilang ada masalah penting yang harus gue tau tapi Lo tau gue sekarang nggak bisa jadi Lo wakili gue",perintah Iman yang diangguki oleh Sukron.
"Sial!Brengsek! Ngapain sih dia sampai nggak bisa ngangkat telpon dariku!"..
Sampai didepan Restoran yang merupakan Restoran berkelas Iman langsung merubah ekspresinya agar tidak membuat takut pelayan Restoran yang menyambutnya didepan pintu masuk meski saat itu dia sedang sangat marah.
"Silahkan tuan".
"Bisa antar aku kemeja tempat tuan Hafiz Alfarizi dan keluarga nya",pinta Iman dengan tersenyum sopan kepelayan itu.
"Anda?".
"Aku Sulaiman Yazid Alfarizi saudaranya".
Mendengar nama Iman pelayan itu mengangguk hormat meski penampilan Iman saat itu sedikit berantakan karena datang terburu buru tadi yang rencananya hanya berniat pergi keMarkas tapi berubah haluan menjadi keRestoran berkelas yang pasti mementingkan etiket.
__ADS_1
"Oh anda saudara tuan Hafiz Alfarizi kalau begitu ikut saya akan saya antar".
Iman mengangguk lalu mengikuti pelayan itu masuk kedalam Restoran yang hanya didatangi oleh orang orang dari kalangan menengah keatas itu.
"Itu meja beliau bersama keluarganya tuan silahkan anda kesana sendiri".
Iman menatap meja yang ditunjukan oleh pelayan tersebut dan benar saja disana tampak orang yang tadi dikatakan nya itu sedang duduk ngobrol bersama keluarganya juga Ayunda yang juga terlibat obrolan dengan mereka saat itu membuat Iman harus mengepal kan tangannya menahan marah.
"Terimakasih sudah mengantar kan",balas Iman dengan tersenyum kearah pelayan itu sopan.
"Sama sama".
Lalu pelayan itu pergi meninggalkan Iman sementara Iman berjalan dengan langkah tegap menghampiri meja tempat keluarganya itu.
Saat sudah semakin dekat dengan meja mereka semua belum sadar dengan kehadirannya Iman mendengar Umi Jubaedah menanyakan sesuatu pada Ayunda yang terlihat sulit dijawab oleh istrinya itu dilihat dari gestur tubuh Ayunda setelah mendengar pertanyaan yang hanya didengar sebagian oleh Iman itu.
"Jadi....bagaimana nak Ayunda apa kamu mau melakukannya? Kalau kamu mau kami akan...."
"Yank!".
Reflek Hafiz dan ketiga orang anggota keluarganya juga Ayunda menoleh kearah sumber suara yang berasal dari belakang mereka.
"Iman!".
Pertama kali yang menyadari siapa dirinya adalah Aisyah istri Hafiz membuat Ayunda reflek langsung menoleh kearah perempuan cantik yang duduk bersebrangan dengannya itu karena memanggil Iman suaminya dengan sangat akrab.
"Kamu....".
Tuan Alfarizi langsung menunjukan jarinya kearah Iman begitu sudah yakin kalau pria yang sedang berdiri dihadapan mereka semua itu adalah putranya yang lain dari istrinya Salamah.
"Iya.. Ini aku Abi Sulaiman.Apa Khabar kalian semua?",sapanya dengan wajah dingin menatap mereka semua termasuk kearah Ayunda yang tidak bisa mengatakan apapun saat itu karena terlalu syok juga bingung melihat Iman tiba tiba ada disana . Bukan itu saja karena begitu tau itu adalah Iman keempat orang yang ada disana ekspresi wajahnya langsung berubah dingin seolah sedang melihat momok gelap dalam hidup mereka kecuali satu orang yaitu Aisyah yang wajahnya langsung terlihat sumringah berbeda dari sebelumnya.
Perempuan cantik itu tiba tiba langsung berdiri tanpa memperdulikan semua orang yang ada disana dan berjalan mendekat kearah Iman yang masih tetap berdiri ditempatnya memandang mereka semua dengan ekspresi dingin termasuk pada Ayunda.
__ADS_1
"Man duduk.Ayo kita makan bersama mumpung semua sedang berkumpul",ajaknya menarik tangan Iman dengan akrab yang seolah sengaja dilakukannya dihadapan semua orang saat itu.