Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
86. Gagal Bertemu.


__ADS_3

Iman melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi di jalanan Ibukota yang cukup padat siang itu dan tidak menghiraukan klakson dari beberapa pengendara lain yang sempat disalipnya karena marah.


Tujuannya melakukan itu hanya satu untuk menghilangkan perasaan marah yang menekan didadanya karena ingat kejadian tadi diKantin Kampus terutama dengan apa yang sudah dilakukan Dosen Rianti pada perempuan yang menumpahkan minuman padanya.


Setelah berkendara hampir 1 jam lamanya dia tiba di Kost yang ditempatinya sejak kembali dari Singapura beberapa waktu lalu.


Iman langsung naik kelantai 2 dimana kamar miliknya berada dan hanya mengangguk seadanya saat ada penghuni lain yang menyapanya saat mereka bertemu.


Dilemparkannya tas kerjanya keatas ranjang singgle yang ada didalam kamar lalu melepaskan semua pakaian yang melekat ditubuhnya saat itu dan pergi kekamar mandi. Iman mengguyur tubuhnya dibawah shower yang ada disana dengan harapan perasaan yang kacau tak menentu saat itu akan membaik setelahnya.


Dibawah guyuran air dari shower Iman kembali teringat pada tatapan perempuan cantik yang tidak sengaja sudah membuat celana panjang yang dipakainya basah terkena tumpahan es jeruk saat itu, tapi bukan itu masalahnya melainkan karena sentuhan tangan perempuan itu saat berniat membersihkan bagian celananya yang basah membuat perasaannya langsung menjadi kacau.


Hanya sentuhan biasa karena terkejut juga ketakutan yang dilakukan oleh perempuan itu tapi langsung membuat sesuatu yang selama ini selalu bisa ditahannya dengan baik tiba tiba bangun dan saat dia berniat menghentikan apa yang sedang dilakukan perempuan itu dengan menarik tangan siperempuan sentuhan langsung tidak sengaja kulit tangan mereka membuat dadanya berdesir hebat dan jantungnya berdebar kencang sampai dia khawatir Perempuan muda yang punya jarak umur cukup jauh dengannya itu bisa mendengar debaran jantungnya saat itu.


Iman kembali menatap telapak tangannya yang sempat bersentuhan langsung dengan tangan siperempuan membuat wajah perempuan itu kembali terbayang dipelupuk matanya.


Wajah cantik berbentuk hati dengan bibir tipis dan mata lebar yang menatapnya dengan ekspresi terkejut dan mata terlihat berkaca kaca membuat Iman menarik nafas saat memikirkan itu


dan tiba tiba...


"Akh!!!," Iman mengerang keras dengan menekan kuat kepalanya yang terasa sangat sakit saat itu sampai membuat pandangan matanya menjadi kabur dan hampir saja dia terjerembab jatuh kelantai basah kamar mandinya kalau dia tidak cepat mencari penopang untuk tubuhnya saat itu.


"Hah...hah...hah..," nafas Iman memburu akibat rasa sakit yang baru saja dirasakannya ,dengan sisa sisa tenaganya dia berjalan perlahan keluar dari kamar mandi dengan sebelum nya menyambar handuk yang tersampir di gantungan kamar mandi lalu dikenakannya seadanya yang penting bisa menutupi tubuh polosnya saat itu.

__ADS_1


Bruk!


Dijatuhkannya tubuhnya diatas ranjang dengan mata terpejam untuk menghilangkan sakit kepala yang masih dirasakannya saat itu sampai tanpa sadar membuatnya tertidur dan bermimpi tentang seorang perempuan yang sedang memanggil manggil namanya dengan nada suara terdengar cemas dan khawatir seolah sedang kehilangan dirinya tapi saat dia berniat menjawab panggilan siperempuan dalam mimpinya itu suaranya tidak bisa keluar membuat orang yang memanggilnya saat itu pergi semakin menjauh dan hilang, membuat Iman terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya yang baru saja mandi.


"Ah.. mimpi itu datang lagi setelah sekian lama," gumamnya dengan menutupkan tangannya kewajah karena ini bukan pertama kalinya dia mengalami mimpi aneh itu.


Dulu setelah kejadian luka parah yang dialaminya dia sering memimpikan hal seperti yang barusan dialaminya, membuatnya berpikir itu adalah potongan ingatan miliknya yang hilang saat itu.Lalu dia sengaja meminta bantuan psikiater untuk membuat apa yang dilihatnya dimimpi saat itu bisa membantu ingatannya kembali, tapi ternyata tidak pernah berhasil membuat Iman lelah mencoba berusaha dan menyerah, lalu lebih memfokuskan hidupnya pada apa yang dia ingat dan masa depan yang menunggunya.


Cukup lama Iman terdiam dalam posisi itu sampai sesuatu masuk kedalam pikirannya dan membuatnya bangkit dari posisinya diranjang lalu bergegas berpakaian, setelahnya dia menyambar dompet serta kunci mobil miliknya dan keluar kamarnya.


Iman berniat kembali menemui Perempuan tadi dengan niat meminta maaf karena tadi pergi begitu saja tanpa mengatakan apa apa dan sudah membiarkan perempuan itu menangis sakit hati mendengar apa yang sudah dikatakan Dosen Rianti, sementara dia ikut andil dalam membuat perempuan itu terluka.


Kali ini Iman melajukan mobilnya dengan kecepatan normal meski sangat ingin cepat sampai diKampus dan menemui Perempuan itu tapi karena dilihatnya jam dimobil baru menunjukan pukul 2 siang dan berpikir perempuan itu pasti belum menutup warungnya saat itu.


Sebelum pergi dia sengaja bertanya pada warung sebelah.


"Bu, mbak yang jualan disebelah kok sudah tutup?," tanyanya penasaran.


"Oh kata adek nya tadi,mereka tiba tiba punya urusan mendadak karena itu harus tutup cepat," terang orang yang ditanya Iman tersebut.


"Makasih ya Bu keterangannya," lalu Iman berjalan pergi dan berniat besok saja menemui perempuan itu disitu karena hari ini gagal.


Tapi saat keluar dari kantin dia berpapasan dengan Dosen Bayu yang terkejut melihat dirinya diKampus lagi sementara tadi siang sudah pulang.

__ADS_1


"Pak Sulaiman,kok Kembali lagi ke Kampus ?," tanyanya heran apalagi saat melihat Iman keluar dari Kantin saat itu.


"Oh pak Bayu.Aku kembali karena berniat mau minta maaf pada perempuan yang sudah dimarahi sana Bu Rianti tadi," terangnya.


"Oh Dik Ayunda? Lalu sudah?," tanya Dosen Bayu yang digelengi oleh Iman dengan berpikir ternyata nama Perempuan itu Ayunda nama yang cantik seperti orangnya batin Iman.


"Belum warungnya ternyata sudah tutup saat saya kesana barusan jadi saya berniat melakukannya besok saja," terangnya.


" Tapi bukannya besok Bapak mau pergi workshop selama seminggu keSurabaya."


Iman terkejut mendengar apa yang dikatakan Dosen Bayu barusan.


"Workshop ke Surabaya?! Kok saya baru dengar?!," tanyanya terkejut.


"Saya juga baru dengar tadi saat Bu Rianti menanyakan nomor ponsel Bapak,berniat memberi tau Bapak kalau besok Bapak akan pergi workshop dengannya," jelas Dosen Bayu yang membuat Iman terdiam mendengarnya lalu berjalan menjauh membuat Dosen Bayu terkejut dengan reaksi Iman dan langsung mengejarnya


"Pak Sulaiman tunggu!Anda mau kemana?," tanyanya dari belakang Iman.


"Mau kekantor untuk menanyakan ini pada pihak Andmistrasi.Kenapa saya mendadak disuruh ikut workshop,apalagi perginya bersama Bu Rianti," jelasnya dengan langkah lebar.


"Anda masih marah dengan Bu Rianti karena apa yang terjadi tadi siang pak Iman?," tanya Dosen Bayu yang membuat Iman menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Dosen Bayu.


"Iya saya masih sangat marah padanya sekarang.Karena itu saya harus membatalkan kepergian kami ini supaya saya nggak semakin benci sama sosok Bu Rianti kedepannya," terangnya dengan suara dingin membuat Dosen Bayu seketika terdiam ditempatnya.

__ADS_1


__ADS_2