
Syok.
Itu yang dirasakan oleh 4 orang yang ada disana saat mendengar apa yang dikatakan Iman pada Ayunda.
Terutama Hafiz yang merasa paling terpukul mengetahui semua itu membuat Aisyah menjadi sangat marah melihat reaksi Hafiz saat itu yang dengan nyata menunjukan bagaimana perasaannya pada perempuan lain dihadapan semua orang.
"Istri?Dia?Tidak mungkin,Bagaimana bisa Ayunda itu istrimu Man.Aku tidak percaya?"..
Iman tidak perduli dengan ucapan Hafiz dan memilih menarik Ayunda agar bangun dari duduknya lalu memeluknya dengan posesif dihadapan mereka semua berniat mengajak Ayunda pergi dari sana saat itu yang membuat perasaan Hafiz semakin marah melihat hal itu.Apalagi Iman sama sekali tidak menganggap penting semua pertanyaannya barusan.
"Sulaiman! Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan ini!".
Tiba tiba tuan Alfarizi kembali menghardik Iman dengan keras saat melihat Iman berniat membawa Ayunda dari tempat itu secara tiba tiba seperti itu.
"Maaf Abi tapi tadi sudah aku katakan kalau kedatangan ku kesini adalah untuk menjemput istriku pulang karena sepertinya dia tidak nyaman berada diantara kalian yang belum dikenalnya.Benarkan Yank?".
"Iman!Sulaiman Yazid berhentilah menjadi anak berandalan! Ingat berapa usiamu sekarang !Kau sudah bukan seorang pemuda seperti 10 tahun lalu jadi berhenti bertingkah kekanakan dengan membawa paksa calon istri saudaramu seperti sekarang ini dengan mengakuinya sebagai istrimu!".
Iman yang di awal masih berusaha menahan kemarahannya karena yang dihadapinya sekarang adalah keluarganya sendiri dan seperti kata tuan Alfarizi dia bukan lagi anak muda seperti 10 tahun yang lalu,yang mengamuk marah lalu meninggalkan rumah keluarga Alfarizi karena tidak terima dianggap tidak pantas oleh keluarganya bersanding dengan Aisyah saat itu dan mereka lebih memilih menikahkan Aisyah yang menjadi kekasihnya dengan Saudara satu ayahnya itu karena bebet bobot yang lebih baik dari dirinya yang lahir dari rahim seorang perempuan biasa yang berstatus istri ketiga tuan Alfarizi.
"Tuan Alfarizi seperti yang tuan bilang aku bukan lagi pemuda tanggung seperti 10 tahun lalu jadi apa tuan pikir apa yang aku katakan pada kalian semua ini bohong hanya agar niat kalian yang ingin menjadikan Ayunda sebagai istri kedua putra tuan dan nyonya Jubaedah gagal.Apa sekarang kalian berpikir seperti itu!",ucapnya dengan sangat marah menatap mereka semua yang selalu tidak menganggapnya.
__ADS_1
" Kalau bukan seperti itu lalu..".
"Tunjukan surat nikah kalian kalau memang kalian berdua sudah menikah Man maka kamu akan percaya!".
Potong Hafiz dengan emosi tanpa perduli sudah memotong perkataan Abinya barusan.
Mendengar kalimat yang dikatakan Hafiz tiba tiba Iman berbalik menghampiri pria itu dan tanpa mengatakan apapun Iman langsung melayangkan pukulannya dengan keras kearah Hafiz.
"Buk!".
Semua orang sangat terkejut dan tidak menyangka Iman akan melakukan hal itu membuat Umi Jubaedah dan tuan Alfarizi langsung meneriakinya keras tanpa perduli kalau sekarang mereka sedang berada didalam Restoran dan bisa dilihat banyak orang.
"Iman!!Hentikan!!Apa yang kau lakukan ini dimana adab sopan santun mu!!Dasar anak tak tau diri tak pernah didik dengan benar!! Kelakuan mu seperti preman jalanan kasar dan tidak berpendidikan!!!".
Sementara Iman reflek langsung menghentikan pukulannya ditubuh Hafiz dan bangkit dari posisinya dengan mendorong Hafiz menjauh lalu menatap kearah Umi Jubaedah dan tuan Alfarizi dengan tatapan sangat sangat dingin membuat kedua orang tua itu reflek mundur karena takut Iman juga akan memukul mereka melihat bagai mana ekspresi Iman saat itu.Tapi ternyata mereka salah,Iman hanya berdiri menatap sebelum tiba tiba berbalik dan menarik tangan Ayunda pergi dari sana dengan langkah lebar tanpa menoleh lagi kepada mereka semua yang terdiam karena syok,kecuali Aisyah setelah melihat apa yang terjadi hari ini perasaan kagum cinta dan sayangnya pada keluarga suaminya itu langsung sirna seketika.Berganti dengan rasa kecewa terluka juga sedih.
"Kurasa aku akan kembali ke Surabaya besok pagi",ucapnya yang membuat mereka bertiga terkejut mendengarnya.
"Ke Surabaya? Besok? Untuk apa?!",tanya Hafiz dengan marah.
"Untuk mengurus surat perceraian kita mas karena sepertinya mulai detik ini aku tidak berniat melanjutkan lagi pernikahan kita ini".
__ADS_1
"A...apa!!Apa maksudmu Aisyah kenapa tiba tiba begini?!Apa ini karena kau bertemu Iman lagi jadi..".
"Stop Mas Hafiz!Jangan lagi mengaitkan keputusanku ini dengan nya.Apa Mas dan kalian semua tidak dengar kalau dia tadi sudah menikah dan istrinya hampir saja kamu rebut paksa seperti dulu kamu merebutku darinya!!".
"Aku tidak merebutmu Aisyah kalian hanya berpacaran dan kedua orang tua kita menjodohkan kita berdua".
"Baiklah itu benar tapi apa yang tadi aku lihat ini.Kamu dan kedua orang tua mas tidak mempercayai ucapan Iman kalau perempuan itu adalah istrinya kenapa?!!Karena kalian pikir Iman tidak lebih baik darimu sebagai putra keluarga Alfarizi yang jelas bebet bobotnya begitu".
"Hentikan Aisyah kau sudah gila ada Umi juga Abi disini dan sekarang kita sedang ada ditempat umum tapi kamu berani memaki berteriak dan menjelekkan keluargaku".
"Itu karena aku sudah lelah menahannya.Aku lelah selama 10 tahun ini berusaha menjadi istri dan menantu yang baik bagi keluarga kalian hanya demi dipandang terhormat tapi tidak pernah dihargai haknya sebagai seorang istri dan perempuan seutuhnya".
"Aku tidak mau terus meladenimu yang tidak jelas sekarang jadi sebaiknya pulang lah bersama Abi dan Umi lalu mari kita bicarakan ini nanti lagi dirumah! Saat itu kuharap kepala dan otakmu sudah dingin".
Setelah mengatakan itu Hafiz berjalan pergi tapi sebelum dia jauh Aisyah kembali bicara.
"Baik nanti kita bicarakan ini lagi dirumah tapi asal mas tau keputusanku untuk berpisah dengan mas sudah bulat jadi kita hanya perlu membahas hal yang seharusnya dibahas saja lagi nanti".
"Sudah kubilang aku tidak ingin membicarakan ini lagi.Aku sedang sangat marah kenapa kamu menambah kekesalan ku dengan bertingkah tidak masuk akal seperti ini".
"Mas kesal karena selalu kalah selangkah dari Iman bukan".
__ADS_1
"Aisyah hentikan!Sekarang ayo kita pulang Umi dan Abi sudah lelah!".
Perkataan Umi Jubaedah menghentikan perdebatan mereka berdua dan dengan terpaksa Aisyah pergi dari Restoran itu bersama kedua mertuanya.Sementara Hafiz memilih langsung kembali kelantai 4 tempat dimana kantornya berada, karena dia merasa berada dikantor sekarang lebih baik dari pada pulang bersama kedua orang tuanya serta istrinya Aisyah yang sedang marah pikirnya.