Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
119. Kedatangan Aisyah, Kemarahan Ayunda.


__ADS_3

" Ini Bu, bubur yang mau bawa." Bik Sarmi menyerahkan tas bekal, berisi bubur sehat yang akan dibawa oleh Ayunda, kepada majikan perempuannya yang akan berangkat kerumah sakit, untuk Iman menemui sang suami yang masih belum pulang.


" Makasih Bik," jawab Ayunda, menerima tas bekal itu.Lalu berjalan keluar menuju halaman, dimana Widia sudah menunggunya untuk mengantarnya pergi.


" Kita berangkat sekarang," ajak Ayunda yang diangguki oleh Widia, lalu mulai menghidupkan sepeda motor maticnya dan melaju meninggalkan halaman rumah, Ayunda.


" Kapan suami lo diijinin pulang, Yun?" tanya Widia, saat mereka menuju kerumah sakit, tempat Iman masih dirawat.


" Kondisinya sudah membaik sih Wid, tapi Dokter akan memeriksa keseluruhan kondisi Bang Iman dulu hari ini.Kalau memang tidak ada masalah apa apa lagi karena lukanya itu, mungkin besok Bang Iman sudah boleh pulang," terbagi Ayunda.


" Syukurlah kalau begitu," balas Widia lega mendengar penjelasan Ayunda tentang kondisi Iman.


" Maaf ya Wid aku sering ngerepotin kamu akhir akhir ini, padahal kan kamu juga sibuk mengurus warung kita, tapi aku masih saja minta tolong kamu nemani aku seperti ini."


" Kamu ngomong apa sih Yun? Kita kan teman sudah kaya sodara, jadi jangan merasa sungkan lagi.Selain itu sekarang diwarung sudah ada yang membantu menjaga jadi, aku nggak repot, lo."


" Tapi kan..."


Obrolan mereka terhenti, karena mereka sudah sampai ditempat parkir rumah sakit dan saat itu disana ada beberapa orang yang tidak mereka kenal, jadi Ayunda tidak meneruskan perkataannya karena tidak ingin orang asing itu mendengarnya.

__ADS_1


" Yok masuk," ajak Ayunda yang diangguki oleh Widia dengan mengekor di belakang perempuan itu.


Begitu sampai diruang perawatan sang suami, Ayunda langsung membuka pintunya. Tapi begitu pintu terbuka, dirinya terkejut waktu melihat ada seorang perempuan, bersama anak kecil didalam ruangan. Mereka terlihat sedang ngobrol sangat akrab dengan suaminya, saat itu.


Ayunda reflek menghentikan langkahnya sampai Widia yang berjalan dibelakangnya langsung menabraknya.Saking terkejutnya karena Ayunda tiba tiba berhenti.


" Yun, kok stop lo?" tanya Widia heran


" Lagi ada tamu Wid," terangnya dengan suara yang sengaja keras, supaya Iman yang saat itu sedang asyik bercanda bersama gadis kecil yang bersama perempuan yang ada diruang rawat pria itu, mendengarnya.


Iman langsung menoleh karena mendengar suara Ayunda datang, begitu pula perempuan dan gadis kecil itu.


" Yank," panggil Iman, pada sang istri yang saat itu langsung memasang wajah kesal pada pria itu.


Sementara Iman, saat itu sedang berada disofa, memangku gadis kecil berusia sekitar 5 tahun itu.


"Aku tadi udah makan Yank, itu buat nanti aja ya," pinta Iman yang semakin membuat wajah Ayunda semakin kesal mendengarnya.


" Ya udah kalau memang sudah makan.Aku kesini juga cuma ngantar bubur itu doang, setelahnya balik lagi sama Widia," jawabnya ketus lalu berniat berbalik pergi.

__ADS_1


Melihat bagaimana sikap sang istri saat itu, Iman langsung berdiri dari duduknya dan segera berjalan mendekat kearah Ayunda, berniat untuk membujuk sang istri.


"Jangan marah, aku terpaksa makan lebih dulu sebelum kamu datang, karena Kanza tiba tiba datang bersama ibunya, dengan membawakan bubur dan aku tidak tega menolak keinginannya untuk makan bersamaku.Karena dia udah jauh jauh datang dari Surabaya hanya untuk menengokku, Yank," jelas Iman lembut.


Bukannya berhenti kesal setelah mendengar penjelasan sang suami, tapi Ayunda malah menjadi semakin marah dengan sengaja mendorong tubuh Iman. Berniat untuk pergi dari ruang rawat pria itu.


Melihat Itu Iman langsung meraih tubuh Ayunda, memeluknya. Sebelum perempuan itu sempat melangkah. Tanpa perduli kalau saat itu ada orang lain didalam ruang rawatnya.


" Yank, kamu marah ya?" tanya pria itu, Mendengar pertanyaan Iman, Ayunda menjadi semakin kesal karena merasa sang suami tidak peka sekarang.


" Tentu aja aku marah!" jawabnya ketus kearah Iman.


" Kenapa? Bukannya aku sudah menjelaskan alasanku kenapa sarapan lebih dulu," tanya Iman tidak paham alasan kemarahan Ayunda saat itu.


Buk!


Ayunda memukul dada Iman tiba tiba membuat Kanza yang melihatnya langsung mendekat kearah mereka dan memasang wajah marah pada Ayunda.


" Tante, kenapa Tante pukul Abiku?" tanyanya polos yang langsung membuat Ayunda terkejut mendengar cara gadis muda itu memanggil Iman.

__ADS_1


" Abi?"ulang Ayunda dengan menatap Ima tajam penuh selidik.


" Sepertinya sekarang kita harus bicara, supaya kamu nggak salah paham deh Yank," pinta Iman dengan menarik Ayunda keluar dari ruang perawatannya, meninggalkan semua orang yang ada disana tanpa penjelasan karena menjelaskan pada Ayunda tentang Kanza lebih penting saat itu baginya.


__ADS_2