
"Abi Umi Hafiz berniat menikah lagi seperti saran kalian berdua agar bisa punya keturunan yang tidak bisa aku dapatkan dari Aisyah selama ini".
Jderrrr!!!
Aisyah terhenyak dari duduknya seolah ada petir keras menyambar tubuhnya saat itu mendengar apa yang baru saja dikatakan pria yang menjadi suaminya, Imamnya itu selama ini sampai membuat mulutnya terkunci tidak sanggup lagi mengatakan apapun sebagai penolakan.
Sementara kedua mertuanya terlihat sangat senang saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh putra kebanggaan mereka itu yang sudah membuat hati seorang istri hancur berkeping keping tidak bersisa lagi.
"Benarkah Fiz?!Kamu yakin?Bukankah selama ini kamu selalu menolak saran yang kami ucapkan itu?".
"Benar Umi.Selama ini Hafiz menolak keinginan kalian karena Hafiz pikir kalau usaha kami akan bisa membuahkan hasil tapi ternyata sudah hampir 9 tahun aku berharap punya seorang anak dari benihku dan Aisyah tapi Allah tidak juga mengabulkannya.Mungkin Allah memang tidak menginginkan hal itu".
"Ya itu tidak papa Fiz,karena setelah nanti kamu menikah lagi dan sudah punya anak dengan perempuan itu kamu dan Aisyah tetap punya kesempatan seperti apa yang terjadi pada kami dulu iyakan BI",ucap Umi Jubaidah yang diangguki oleh tuan Usman Alfarizi
"Itu benar.Mungkin kamu perlu menikah lagi dulu sebagai pancingan istilahnya agar Aisyah bisa hamil dan meski nanti kamu sudah menikah lagi posisi Aisyah sebagi istri utamamu tidak kan berubah seperti apa yang terjadi pada Umimu,meski Abi sempat beberapa kali menikah agar bisa punya anak .Tapi itu tidak membuat posisi Umimu tergeser bahkan karena hal itu tidak lama kemudian Umimu hamil dirimu juga akhirnya. Jadi Aisyah meski nanti Hafiz menikah lagi kamu tidak perlu merasa pesimis",bujuk ayah mertuanya menatap kearah Aisyah yang terdiam tidak tau harus menjawab apa saat itu hatinya terlalu sakit yang tidak bisa dijabarkan dengan kata kata sekarang.
"Oh iya mumpung kita menyinggung soal Iman.Tadi sore aku nggak sengaja bertemu dengannya BI",celetuk Hafiz yang membuat Aisyah Reflek menoleh kearah Hafiz mendengar hal itu.
"Bertemu Sulaiman?Apa itu artinya dia disini maksudnya di Jakarta juga",ucap Umi Jubaidah menatap kearah Hafiz lalu menolah kearah suaminya tuan Usman Alfarizi.
__ADS_1
"Sepertinya begitu melihat penampilannya yang berantakan tadi",terang Hafiz menggambarkan penampilan saudara satu ayah satu satunya dengannya itu.
"Masyaallah apa dia masih saja melakukan hal hal tidak berguna karena marah atas pernikahan kalian dulu",gumam tuan Alfarizi dengan menyentuh dadanya sebagai pertanda dia kecewa pada putranya yang satu .
"Dia..bekerja dibengkel",bela Aisyah yang membuat ketiga orang yang ada dimeja makan itu menoleh kearah nya.
"Oh...jadi kamu bertemu dengannya disana ya ?"ucap Hafiz dengan nada tidak suka karena teringat apa yang dikatakan Iman tadi kalau dia sudah bertemu Aisyah tanpa sepengetahuan dirinya.
"Aku nggak sengaja Mas. Waktu berhenti buat menambal ban mobilku yang kempes disebuah bengkel ternyata yang bekerja disana Iman",terang Aisyah yang tetap ditanggapi dingin oleh Hafiz dan kedua mertuanya karena mereka masih ingat bagaimana dulu hubungan Aisyah dengan Iman dan apa yang membuat Iman berani melawan tuan Alfarizi yang merupakan Abinya bahkan sampai memutuskan pergi dari rumah dan tidak pernah kembali sampai sekarang.
"Jangan lakukan hal itu lagi Aisyah bagaimanapun kamu sekarang adalah istri Hafiz ,meski Hafiz punya niat akan menikah lagi tapi selama dia belum mengatakan talak padamu kamu tidak punya hak menemui pria lain meski kalian adalah Ipar tapi tidak sedikit kasus saudara Ipar yang membuat hubungan suami istri menjadi hancur",nasehat Umi Jubaedah dengan penuh penekanan kepada Aisyah yang merasa sakit hati mendengarnya tapi tidak mengatakan apapun untuk membalasnya karena di keluarga Hafiz posisi perempuan selain Umi Jubaidah yang merupakan istri pertama tuan Alfarizi tidak ada yang lebih tinggi.
Perkataan pembelaan atau sebagai bentuk melerai yang diucapkan tuan Alfarizi membuat Umi Jubaidah tidak lagi mengatakan apapun karena sekeras apapun Umi Jubaidah dia tidak berani melawan semua ucapan sang suami.
"Kurasa juga begitu benarkan Syah?",tanya Hafiz yang diangguki oleh Aisyah.
"Oh iya tentang niatmu tadi yang ingin menikah lagi.Apa kamu sudah menemukan Perempuan yang ingin kamu nikahi kalau belum biar kami yang mencarikannya bagaimana",saran Umi Jubaidah yang digelengi oleh Hafiz.
"Nggak perlu Umi karena Hafiz sudah menemukan perempuan yang ingin Hafiz nikahi lagi itu".
__ADS_1
Mendengar itu kembali Aisyah menoleh kearah Hafiz.
Dia tidak salah dengar bukan barusan'Sudah menemukan, yang berarti Hafiz memang sudah berniat melakukannya yang bisa dianggap sebagai sebuah penghianatan padanya,batin Aisyah dengan dada sesak memikirkannya.
"Sudah menemukan?Maksudmu kamu sudah punya calon sendiri begitu?",tanya Umi Jubaidah dengan menoleh kearah sang suami yang dijawab anggukan oleh Hafiz.
"Iya Umi.Kami memang belum lama saling kenal, bertemu pun tidak sengaja tapi Hafiz yakin kalau Hafiz ingin menjadikan gadis ini sebagai istri kedua Hafiz dan calon ibu anak Hafiz",terangnya yang membuat Aisyah mengepal kan tangannya sampai buku buku jarinya memutih dibawah meja makan mendengar semua itu.
"Benarkah?Beruntung sekali gadis itu kalau begitu Karena mendapat jodoh sebaik dirimu Fiz yang merupakan pria pilihan",puji Umi Jubaidah dengan wajah sumringah saat mengatakannya membuat Aisyah benar benar hampir tidak kuat lagi mendengar semua pembicaraan mereka.
"Lalu siapa dia?",tanya Abi Alfarizi penasaran siapa perempuan yang akhirnya bisa menggoyahkan hati putra kebanggaan nya itu.
"Bukan orang dari kalangan seperti kita Bi.Dia hanya gadis biasa yang berasal dari keluarga biasa dilihat dari kebiasaannya dan pekerjaannya.Dikantor dia juga hanya bekerja sebagai seorang OB".
"OB?!".
Umi Jubaidah langsung menatap kearah suaminya berniat mengatakan ketidak setujuannya saat mendengar siapa perempuan yang akan menjadi calon istri kedua putra tunggalnya itu.
"Tidak masalah bukankah dulu Umi si Sulaiman juga hanya orang biasa yang aku nikahi tapi tidak lama kemudian setelah kami menikah dia hamil Sulaiman kamu ingatkan Mi?",celetuk tuan Alfarizi yang terpaksa diangguki oleh Umi Jubaedah meski tidak suka tapi lagi lagi dia tidak bisa melawan karena menantunya yang berasal dari keluarga terhormat itu ternyata juga tidak bisa memberinya seorang cucu, meski segala usaha sudah pernah mereka coba yang tidak sedikit mengeluarkan dana dan tidak berhasil.
__ADS_1
"Kalau begitu besok Umi sama Abi ingin bertemu dengan Gadis itu untuk mengenalnya",ucap Umi Jubaidah mengalah.