
"Mau langsung pulang atau kita jalan lagi?" tawar Iman, begitu mereka sudah berada didalam mobil lagi.
Mendengar tawaran itu Ayunda terdiam sedikit bingung meski kalau boleh jujur dia masih ingin lebih lama lagi bersama pria yang ada disampingnya itu sekarang.
Melihat perempuan cantik disampingnya tidak menjawab pertanyaan yang baru saja ditanyakannya, Iman kembali mengulang pertanyaannya barusan.
"Yun, kamu sudah ingin pulang sekarang atau..."
"Kita jalan jalan aja lagi, toh sekarang juga baru jam 9 malam," ajak Ayunda Cepat.
Mendengar jawaban cepat yang diberikan perempuan cantik yang duduk disampingnya Iman tersenyum tipis tanpa sepengetahuan perempuan itu lalu mengangguk kearah Ayunda, baru kemudian menjalankan mobil yang mereka naiki meninggalkan restoran tempat mereka makan tadi.
Kita akan kemana?" tanya Ayunda karena melihat Iman terus saja menjalankan mobilnya tanpa terlihat berniat menuju kesatu tempat nongkrong yang mereka lewati .
__ADS_1
"Jalan jalan," balas pria itu masih terus saja melajukan mobilnya menembus jalanan malam ibukota.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam menuju kearah luar kota, baru pria itu membelokkan mobilnya waktu melihat tanda panah arah jalan menuju ke pantai.
Ayunda sedikit terkejut melihat tempat yang dituju Iman, sebagai tempat jalan jalan mereka malam itu, tapi tidak mengatakan apapun, karena dia yakin pria disampingnya tidak mungkin akan berbuat buruk padanya, meski membawanya ke tempat sunyi.
"Untuk apa kita kesini?" tanya Ayunda waktu akhirnya Iman menghentikan mobilnya ditepi pantai yang sepi. Karena waktu saat itu sudah menunjukan hampir pukul 11 malam.
Hanya ada suara deburan ombak dan sayup sayup suara orang yang sepertinya sedang melakukan camping disekitar pantai itu, dari mobil mereka begitu Iman membuka lebar kaca jendela mobil miliknya setelah berhenti dan memarkir mobilnya.
Ayunda menoleh kearah pria disampingnya yang juga sedang menatap kearahnya saat itu
"Bukan, hanya saja merasa aneh, kenapa Abang memilih tempat ini sebagai tempat jalan jalan kita malam ini.jangan jangan Abang punya niat terselubung ya sekarang," candanya dengan sengaja, yang ditanggapi oleh Iman dengan mengedikkan bahunya, lalu tiba tiba memundurkan kursi tempatnya duduk sedikit kebelakang, membuat Ayunda heran melihat apa yang dilakukan pria itu.
__ADS_1
"Abang sedang apa?" tanyanya penasaran, melihat apa yang dilakukan Iman.
Mendengar pertanyaan perempuan cantik disampingnya, Iman sengaja mencondongkan tubuhnya kearah Ayunda, setelah sebelumnya sudah membuka sabuk pengaman yang dipakainya.
"Sedang ingin membujuk kamu," ucap pria tampan itu didekat telinga Ayunda, yang tertutup oleh kerudung yang dipakainya.
Meski suara pria itu dibatasi oleh kain kerudung yang dikenakannya, tapi tetap membuat tengkuk Ayunda terasa meremang geli.
perempuan itu menoleh kearah Iman, hingga membuat jarak wajah mereka berdua menjadi semakin dekat.
Ayunda sedikit terkejut menyadari dekatnya jarak diantara mereka saat itu dan berniat memalingkan wajahnya kesamping, tapi sebelum dia melakukannya pria gagah itu lebih dulu menahannya dengan menekan lembut dagu Ayunda, menggunakan jemari tangannya.
Ayunda sedikit terkejut dan gugup dengan apa yang dilakukan Iman saat itu padanya.
__ADS_1
"Aabang....mau apa?" tanyanya dengan suara terdengar gugup yang tidak bisa ditutupinya saat itu.
Melihat Ayunda terlihat gugup, Iman langsung tersenyum smrik kearah perempuan cantik itu, tanpa menjawab pertanyaan yang baru saja diucapkan oleh Ayunda, membuat perasaan perempuan cantik itu menjadi takut, kepercayaan pada pria dihadapannya itu tiba tiba luntur dan berubah menjadi gamang.