
Bang Fahri mengangguk mendengar pertanyaan Ayunda itu membuat wajah Ayunda yang sudah pucat menjadi semakin pucat saja mengetahui kenyataan itu.
"La...lalu....dimana dia sekarang?,"tanyanya lirih dengan hampir menangis,apa lagi saat Bang Fahri menjawab pertanyaan nya itu dengan gelengan kepala lemah.
"Entahlah Yun.Sejak dia dikhabarkan hilang sampai sekarang nggak ada yang tau keberadaannya," terangnya wajah tak kalah muram dari Ayunda.
"Mana mungkin nggak ada yang tau Bang! Apa Abang serius sudah mencoba mencari tau keberadaannya pada anak buahnya teman temannya atau...Sukron! Bang Sukron, dia berjanji mau mencari tau keberadaan bang Iman padaku, bisa Bang Fahri hubungi dia? Aku mau tanya dengannya."
Pintanya dengan nada suara hampir histeris yang membuat Bang Fahri menghela nafas keras lalu kembali menggeleng.
"Sukron dan yang lainnya sudah nggak bisa dihubungi Yun karena sekarang mereka sedang berada dalam penjara," terang Bang Fahri yang membuat Ayunda terhenyak dan mengerti sekarang kenapa selama 3 bulan waktu yang dijanjikan pria bernama Sukron itu sekalipun dia tidak pernah menghubunginya.
"Kenapa?,"tanyanya lemah.
"Nggak lama setelah kamu pergi dari kota ini Sukron menemuiku dan Sabrin lalu menyuruh kami menutup bengkel sampai kondisi aman juga menerangkan apa yang sudah terjadi sebenarnya pada Iman dan kelompok mereka saat itu.
Dia berpesan padaku supaya menjaga sisa apa yang dimiliki Bos Iman yang nggak ada sangkut pautnya dengan kelompok, karena semua daerah kekuasaan kelompok yang semula dikuasai Bos Iman sedang diperebutkan oleh Imron Ridwan juga Sukron sendiri saat itu.Sukron juga menceritakan tentang dirimu padaku meski pun sebenarnya aku sudah tau tentang keberadaanmu Yun,"terang Bang Fahri.
"Jadi Abang tau tentang aku.Apa dari Bang Iman?," tanya Ayunda yang dijawab anggukan oleh Bang Fahri.
"Iya,meski tau aku juga nggak bisa membantumu banyak bahkan meski Sukron memberiku nomor telponmu aku nggak berani menghubungi mu sama sekali karena saat itu suasana benar benar kacau , bahkan semalam sebelum Sukron pergi untuk melawan Imron juga Ridwan dia bilang,hanya ada 2 kemungkinan yang akan terjadi padanya nanti setelah perkelahian itu, kalau nggak mati maka dia pasti ditangkap polisi dan masuk penjara dalam waktu cukup lama kali ini ,"terang Bang Fahri.
Ayunda terdiam mendengar semua cerita bang Fahri dan perlahan mulai memahami sebab Iman hilang meski masih ada yang mengganjal dihatinya.
__ADS_1
"Lalu apa selama ini nggak ada Khabar tentang keberadaan Bang Iman sama sekali Bang?," tanyanya penuh harap yang dijawab gelengan oleh Fahri.
"Sayangnya nggak ada Yun bahkan dari yang kudengar pihak Imron dan Ridwan juga nggak ada yang tau apakah Bos Iman masih hidup atau nggak sekarang meski aku dan yang lain juga kamu pasti berharap dia masih hidupkan kan."
Ayunda mengangguk masih dengan terisak dalam pelukan Widia.
"Bukan cuma kamu yang merasa berat kehilangan dia Yun aku Sabrin dan yang lainnya juga merasa kehilangan. Tapi...kita nggak bisa seterusnya sedih kaya gini makanya meski rasanya nggak ingin lagi membuka bengkel ini aku tetap masih membukanya karena ingat pesan Sukron waktu itu yang meminta aku menjaga apa yang dimiliki Iman dengan harapan dia akan kembali secepatnya Yun," Ucap Bang Fahri dengan menyentuh bahu Ayunda lembut.
"Apa Abang yakin Bang Iman masih hidup sampai sekarang ? Sementara sudah selama ini nggak ada Khabar apapun tentang keberadaannya," ucap Ayunda yang membuat Bang Fahri menghela nafas.
"Aku nggak tau Yun tapi...Aku berharap dia masih hidup dan baik baik saja lalu bisa kembali kemari bersama kita lagi Yun."
Mendengar itu Ayunda semakin terisak dalam pelukan Widia yang menepuk bahunya untuk menenangkan nya.
" Yun Lo nggak sendiri ada gue Bang Fahri dan yang lainnya.Lo harus bangkit jangan kaya gini terus .Suami Lo pasti sedih banget kalau liat Lo kaya gini sekarang. Ayo bangkit jangan sedih terus seperti ini,bukannya Lo sudah bertekad mau membuka lembaran baru waktu Kembali kemari kemarin Lo nggak lupa janji lo itu kan,"hibur Widia dengan memeluk tubuh Ayunda dan dia bisa ikut merasakan perasaan kehilangan yang dirasakan perempuan itu.
"Ya udah sekarang selesaikan perasaan sedihmu lalu kita kewarung Mbak Siti buat kerja.Kamu nggak lupa kan tujuan kita datang kemari tadi pagi," ucap Widia yang dibalas anggukan oleh Ayunda.
"Kalian kerja diwarung mbak Siti?!," tanya Fahri terkejut mendengar itu.
"Iya kenapa Bang?," tanya Widia heran.
"Kenapa harus susah payah kerja,kamu kan bisa mengelola bengkel ini menggantikan Bos Iman,"Saran Bang Fahri yang membuat Ayunda dan Widia saling tatap .
__ADS_1
"E...kan sudah ada Bang Fahri sama si..Sabrin jadi kurasa aku nggak perlu ikut campur lagi. soal urusan bengkel."
"Meski ada kami tapi kamu kan istri Bos Iman Yun jadi..sudah sepantasnya milik Bos Iman menjadi milikmu sekarang dan kurasa pemasukan dari bengkel ini lebih dari cukup buat kamu hidup jadi kamu nggak perlu repot kerja lagi sama orang lain."
Ayunda menggeleng.
"Nggak usah Bang biar Abang aja yang mengelolanya,kan Abang yang lebih ngerti masalah bengkel selama ini sementara aku mau kerja yang lain aja bareng Widia," tolaknya dengan tersenyum sopan pada Bang Fahri yang membuat Bang Fahri terdiam tapi kembali bicara lagi.
"Baiklah kalau kamu nggak mau mengelolanya biar aku sama Sabrin yang ngelolanya nanti hasil bersihnya baru aku kasihkan ke kamu supaya kamu punya simpanan bagaimana?," Saran Bang Fahri yang langsung diangguki oleh Ayunda.
"Terserah Abang aja.Aku percaya sama Abang sama kaya Bang Iman dulu. Sekarang aku mau kewarung Mbak Siti dulu sama Widia,mau kerja Bang," pamitnya yang diiyakan oleh bang Fahri.
Lalu Ayunda berjalan keluar dari bengkel bersama Widia menuju warung Mbak Siti tempat mereka akan mulai bekerja hari ini.
Jarak dari bengkel dengan warung Mbak Siti tidak terlalu jauh hanya sekitar 200 meter jadi tidak perlu waktu lama mereka mencapai tempat itu
Dan saat sampai disana ternyata yang punya warteg itu baru datang.
Begitu melihat Widia yang sudah dikenalnya perempuan dengan body bohay itu tersenyum ramah pada Widia.
"Kamu baru datang Wid?,"sapanya yang diangguki oleh Widia.
"Iya Mbak.Oh kenalkan ini teman aku Ayunda yang mulai hari ini ikut kerja disini bolehkan?," tanyanya yang diangguki perempuan bernama Siti itu dengan tersenyum ramah juga pada Ayunda yang dibalas Ayunda sama ramahnya.
__ADS_1
Buat yang nunggu Babang Iman sama Ayunda ketemu Otor akan usahakan secepatnya mengabulkan tapi harus bertahap supaya ceritanya tetap nyambung dan menarik😊.
Maaf hari ini Upnya kemalaman 😊