Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
43. Manajer Baru.


__ADS_3

"Yun Bersihkan ruangan pak Manajer pagi ini sebelum dia datang keruangannya",perintah pak Samsul saat melihat Ayunda sedang membersihkan disekitar lantai 4.


"Oh iya akan saya lakukan setelah saya menyelesaikan ini pak Samsul",jawab Ayunda dengan terus melakukan apa yang sedang dikerjakannya saat itu.


"Itu lanjutkan nanti saja sekarang sebaiknya kau mulai membersihkan ruangan Manajer kita karena beliau biasanya berangkat lebih pagi dari karyawan yang lain".


Mendengar itu Ayunda mengangguk lalu membereskan peralatannya untuk dibawanya membersihkan ruangan Manajer.


Begitu berada didalam ruangan Ayunda lalu segera membereskan tempat itu yang menurutnya tidak banyak berubah selama akhir pekan, hanya ada beberapa tumpukan berkas baru diatas meja kerja itu yang mungkin diletakkan oleh pak Samsul untuk manajer Mall itu.


Meski ruangan itu masih bersih tapi pak Samsul selalu menyuruh Ayunda untuk membersihkannya karena manajer baru mereka itu tipe orang yang sangat menjaga kebersihan dan sudah tugasnya untuk tidak menolak perintah pak Samsul untuk tetap membersihkannya.


Ayunda terlalu asik melakukan pekerjaannya sampai tidak mendengar saat pintu ruang kerja itu dibuka dari luar oleh seseorang yang masuk perlahan kedalam ruangan.


Dan dia baru sadar ada orang lain diruangan itu saat mendengar suara kursi bergeser yang membuatnya langsung reflek mendongak ke Meja kerja Manajer Mall.


"Oh...aku hanya tidak ingin menggangu pekerjaanmu karena itu aku sengaja masuk dengan hati hati",ucap orang itu dengan tersenyum kearah Ayunda yang langsung membuat Ayunda terpaku begitu melihat siapa yang ada diruangan Manajer itu sekarang.


"Lanjutkan saja pekerjaanmu aku juga akan mulai bekerja sekarang",ucap pria itu lagi dengan kembali memberikan senyum ramahnya pada Ayunda yang hanya bisa mengedip kedipkan matanya saat tau kalau pria yang duduk dikursi Manajer adalah pria yang sudah dua kali bertemu dengannya secara tidak sengaja.


"Ma..mas Hafiz.An...anda pak manajer itu?",tanyanya seolah tidak percaya kalau itu adalah pria yang sama meski nama pria itu ada dipapan yang ada diatas meja tapi Ayunda tidak pernah memperhatikan nya secara detail karena menurutnya banyak orang yang punya nama yang sama dan itu mungkin hanya kebetulan saja tapi ternyata itu benar benar adalah orang yang sama hingga tanpa sadar Ayunda menjadi malu karena harus bertemu dengan pria yang memang sudah sempat membuatnya merasa tersipu ternyata adalah atasannya dikantor ini.

__ADS_1


"Iya..Yun senang bisa bertemu kamu lagi",jawab Hafiz tetap dengan ekspresi seperti saat mereka bertemu sebelumnya membuat Ayunda benar benar dibuat terpesona dengan sikap pria itu yang sama sekali tidak terlihat memandangnya rendah meski sekarang statusnya sebagai atasannya.


"Iya mas..eh pak Manajer",celetuknya dengan menunduk sopan lalu berniat keluar dari ruang kerja pria itu karena sesuai instruksi pak Samsul dia disuruh berhenti dulu membersihkan ruangan itu kalau pak Manajernya sudah datang agar tidak membuat pekerjaan atasannya itu menjadi terganggu karena ada orang lain dalam ruangan nya.


"Panggil saja senyaman mu nggak perlu memaksakan diri memanggilku lain toh kita juga sudah saling kenal sebelumnya meski dengan cara tidak biasa",celetuknya dengan tersenyum kearah Ayunda yang dibalas anggukan oleh Ayunda.


"Iya pak tapi nggak enak kalau dikantor karena bapak kan atasan saya dan karena bapak sudah datang saya permisi dulu pak.Kalau ada perlu silahkan bapak panggil saya melalui pak Samsul",jawab Ayunda dengan berjalan menuju pintu berniat keluar dari ruangan Hafiz tapi sebelum dia sampai didepan pintu Hafiz kembali bicara padanya yang otomatis membuatnya menghentikan langkahnya.


"Kalau begitu kamu nggak keberatan memanggilku Mas bila kita tidak sedang ditempat kerja apa benar begitu Yun?".


"Maaf pak tapi...".


***


Ayunda berjalan keluar dengan cepat dari ruangan Hafiz sampai hampir saja menabrak pak Samsul yang akan masuk kedalam ruangan itu dan terpaksa meminta maaf pada pria paruh baya itu.


"Maaf pak saya nggak melihat",ucapnya.


"Pak Manajer sudah datang Yun?",tanyanya yang diangguki oleh Ayunda.


"Iya pak karena itu saya buru buru keluar ruangan seperti pesan bapak",balas Ayunda yang diangguki oleh pria itu lalu berlalu dari hadapan Ayunda untuk masuk keruangan Hafiz.

__ADS_1


Ayunda baru bisa menarik nafas setelah jauh dari ruangan manajer.


Dia merasa sangat syok waktu melihat Hafiz yang berdiri dibelakang meja manajer tadi dan jantungnya seolah ikut tidak bisa dikondisikan dengan normal waktu melihat sosok pria itu yang terlihat begitu mempesona dengan penampilan rapi tadi.


"Ya Allah maafkan hambamu ini karena masih bisa merasa berdebar tidak karuan kalau melihat pria tampan meski sekarang sudah menikah",gumamnya lirih dengan mengelus dadanya agar debaran jantungnya berhenti berdebar kencang.


Ayunda baru saja bisa menenangkan debaran jantungnya tiba tiba pak Samsul menghubunginya membuat dadanya kembali berdebar tidak karuan karena dia yakin ini perintah yang berkaitan dengan perintah Hafiz yang harus dilakukannya.


"Ya pak Samsul",jawabnya.


"Yun pergi keruangan ku sekarang",perintah pria paruh baya itu pada Ayunda yang langsung dituruti oleh Ayunda.


"Ada apa pak?",tanyanya pada pria paruh baya itu.


"Pak Manajer bilang dia ingin kau belikan minuman juga sarapan diRestoran yang ada dilantai bawah ini uangnya",ucap pak Samsul dengan menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah pada Ayunda.


"Kok banyak sekali uangnya pak?", tanya Ayunda bingung karena melihat 5 lembar uang berwarna merah yang diberikan oleh pria paruh baya itu padanya.


"Itu untuk 3 porsi sarapan",terang pak Samsul yang diangguki oleh Ayunda lalu berjalan keluar dari ruangan pak Samsul.


"Langsung antar keruangan beliau saja nanti setelah kamu membelikannya ya", perintah pak Samsul lagi yang diangguki oleh Ayunda dengan segera menuju lantai 1tempat Restoran yang ditujunya berada masih dengan perasaan heran bukan hanya dari jumlah uang yang diberikan pak Samsul padanya tapi juga pada jumlah sarapan yang harus dibelinya, tapi kembali lagi dia berusaha berpikir positif dengan berpikir mungkin aja akan ada tamu penting yang akan datang karena itu Hafiz menyuruhnya membeli sarapan sebanyak itu.

__ADS_1


__ADS_2