
"Bang awas aku mau bangun ini sudah hampir kesiangan".
Ayunda berusaha mendorong tubuh Iman yang memeluknya sangat erat supaya bisa bangun dari atas ranjang mereka tapi bukannya melepaskan pelukannya Iman malah sengaja semakin mengeratkannya. Bahkan Iman sengaja memainkan dua benda kenyal yang ada didada Ayunda agar sang istri tidak jadi bangun.
"Bang..lepas...Apaan sih geli tau tangannya kaya gitu...".
"Tapi aku suka kok Yank enak punya kamu...",jawab Iman dengan semakin berani melakukannya.
"Sudah dong, kan tadi malam juga sudah sekarang biar aku bangun nanti aku terlambat berangkat kerjanya".
Ayunda berusaha melepaskan tangan Iman yang ada didadanya tapi dengan sigap Iman mencekal tangan itu lalu menggulingkan tubuhnya tepat berada diatas sang istri membuat Ayunda terbelalak.
"A...Abang!Mau ngapain kaya gitu?!".
Mendengar pertanyaan dari Ayunda Iman hanya membalasnya dengan senyum smrik membuat Ayunda mulai waspada dengan ekspresi Iman kalau sudah seperti itu.
"Bang sudah..ini hampir jam 6.Aku bisa terlambat berangkat kerja nanti.....",rengeknya berusaha untuk membuat Iman melepaskannya meski dia yakin ini akan sulit.
"Sekali lagi ya Yank baru kamu mandi atau kalau takut terlambat kamu ijin libur aja hari ini gimana Yank",bujuk Iman yang langsung dibalas Ayunda dengan gelengan.
"Hari ini awal bulan nanti aku gajihan Bang kalau aku nggak masuk berarti aku nggak jadi gajihan nanti".
"Aku yang ngganti uangnya deh .Asal hari ini kamu libur gimana?",bujuk Iman dengan tatapan Serius.
"Nggak!Itu gajihku selama sebulan kalau dari Abang kan bukan gajih namanya".
"Ambil besok aja ya Yank.Hari ini libur dirumah sama aku aja ",pintanya dengan wajah memohon yang tetap ditolak oleh Ayunda.
"Nggak Bang..kaya kita nggak bisa ketemu aja lagi .Nanti sore kan masih bisa kaya gini lagi dan kalau Abang mau ngelepasin aku, sore nanti kutraktir deh gimana?",bujuk Ayunda yang dibalas gelengan oleh Iman.
"Nggak!".
"Lalu mau Abang apa?!".
Ayunda sudah mulai kesal karena Iman terlihat tidak seperti biasanya sementara hari sudah semakin siang kalau tidak cepat cepat dia bisa terlambat meski jarak Mall dan rumahnya tidak terlalu jauh.
__ADS_1
"Kita main sekali lagi sekarang baru aku ijinkan kamu kerja".
Ayunda ingin protes lagi tapi sepertinya keinginan Iman sangat kekeuh kalau tidak dituruti jadi dengan terpaksa meski sebenarnya dia masih merasa lelah karena gempuran Iman tadi malam yang baru selesai hampir tengah malam dengan terpaksa Ayunda mengangguk.Cepat dilakukan cepat selesai,itu pikirnya sekarang.
"Ya udah iya...",jawabnya dengan wajah pasrah dan menunggu Iman memulai permainan, tapi Iman masih saja tidak melakukannya membuat Ayunda heran.
"Kok...nggak mulai mulai?",tanyanya heran.
"Kamu nggak ikhlas kan?".
"Ikhlas kok".
"Nggak percaya wajahmu aja kaya gitu gimana ikhlas".
"Ih...Abang cepetan, jadi nggak sih nanti aku ngambek Lo!",hardik Ayunda mulai kesal karena Iman seolah sedang mengulur waktu supaya dia tidak pergi bekerja.
"Jadi...tapi kamu yang memimpin",pinta Iman dengan mengulingkan tubuhnya dan menarik Ayunda sampai sang istri berada diatas tubuhnya yang sudah polos saat itu.
"Memimpin?".
Iman mengangguk"Ayo Yank mulai",pinta Iman dengan menatap wajah Ayunda yang terlihat bingung juga gugup.
"Lakukan aja senyaman kamu kaya biasanya....",ucap Iman lirih dengan menyentuh wajah Ayunda dengan gerakan menggoda.
Ayunda menarik nafas sebelum melakukan seperti apa yang Iman katakan dan perlahan mulai mendekatkan wajahnya kewajah Iman yang berada dibawahnya lalu menyatukan bibir mereka berdua dengan gerakan masih ragu.
"Rileks sayang..",bisik Iman dengan menelusur kan tangannya kepunggung Ayunda untuk menghilangkan kegugupan Ayunda yang disadari oleh Iman.
Mendapat dukungan dari ucapan dan gerakan tangan Iman Ayunda mulai berani meski awalnya hanya mengecup ringan bibir Iman lalu semakin berani saat Iman sengaja membiarkannya dengan memperdalam kecupannya menjadi lu*atan dan akhirnya menjadi lilitan panas bibir mereka berdua dengan tidak tau lagi siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin.Karena tubuh mereka berdua sudah benar benar menempel hingga Ayunda bisa merasakan benda keras yang ada diantara kedua kaki pria itu mulai berdiri tegak siap untuk memasuki miliknya yang juga mulai terasa berkedut tidak karuan.
"Yank....masuki sekarang...",pinta Iman dengan wajah memerah karena gairah dan nafas terengah seperti dirinya.
"A...aku.. diatas?",tanya Ayunda dengan nafas tersengal dan malu.
Iman mengangguk.
__ADS_1
"Iya ....ayo Yank....".
Perkataan Iman yang lembut bernada bujukan membuat Ayunda akhirnya setuju dan melakukan apa yang diperintahkan Iman barusan.
Awalnya Ayunda masih ragu juga malu tapi begitu tubuh mereka berdua menyatu dia lupa dengan perasaan itu dan secara alami dia melakukan setiap perintah Iman yang dikatakannya dengan lembut juga penuh tuntutan agar mereka berdua bisa sama sama menikmati olah raga pagi yang sedang mereka lakukan saat itu.
"Issh.... Yank aku akan meledak",desis Iman dengan mencengkram bahu Ayunda sedikit keras agar miliknya bisa terbenam sangat dalam dimilik sang istri yang menjepit dengan kencang.
"A...aku juga Ba..bang...".
Rasanya sungguh sangat luar biasa bahkan tubuh Ayunda masih terus saja berdebar hebat meski ledakan dalam tubuh mereka sudah mereda dan sekarang Iman sedang memeluknya dengan Ayunda masih berada diatas tubuhnya.
"Makasih ya Yank",bisik Iman dengan mengecup dahi Ayunda yang basah oleh keringat dan dibalas Ayunda hanya dengan gumaman karena dia sedang berusaha menenangkan debaran hebat yang belum juga reda ditubuhnya.
"Kamu bisa bangun nggak?",tanya Iman dengan sedikit mengangkat wajah Ayunda yang menempel didadanya.
"Bisa tapi sebentar lagi",balasnya masih saja melingkarkan kedua lengannya ketubuh Iman erat.
"Kalau nggak bisa libur aja ya Yank".
Mendengar itu reflek Ayunda bangun dari posisi nyaman nya itu lalu mendorong Iman menjauh.
"Astaga Abang!!!Aku hampir terlambat!!!".
Bergegas Ayunda pergi kekamar mandi dengan setengah berlari meski engsel ditubuhnya masih lemas tapi semua itu tidak dirasakannya saat melihat jam didinding sudah hampir pukul 7 pagi.
"Yank libur aja hari ini kalau takut telat!".
Iman berteriak keras dari ranjang kepada Ayunda yang ada dikamar mandi yang langsung dijawab pelototan oleh Ayunda yang ternyata sudah selesai mandi.
"Nggak!Abang kan sudah bilang nggak akan maksa aku kalau sudah dikasih jatah. Sekarang Abang harus nepati ucapan Abang tadi".
"Aku tau tapi emang kamu nggak capek apa habis kerja keras langsung..".
Iman langsung menutup mulutnya saat Ayunda kembali melotot kearahnya.
__ADS_1
"Ya...baiklah berangkat aja hari ini sampai jumpa nanti sore ya Yank".
Iman pura pura melambai dan tersenyum meringis pada sang istri yang tidak menanggapi tingkahnya saat itu karena sedang sibuk bersiap siap untuk berangkat meski Ayunda yakin dia tetap bakal terlambat.