Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
44. Perintah Hafiz.


__ADS_3

"Ini pak Hafiz pesanan bapak",ucap Ayunda dengan meletakkan paperbag berisi pesanan sarapan yang tadi diperintahkan pak Samsul untuk dibelinya.


"Oh sudah ya",jawab Hafiz dengan langsung menghentikan kesibukannya begitu mendengar ucapan Ayunda.


"Iya..kalau begitu saya permisi dulu pak mau melakukan pekerjaan yang lain lagi",pamit Ayunda tapi segera dicegah oleh Hafiz.


"Tunggu Yun.Aku masih butuh bantuanmu disini",pintanya yang membuat Ayunda membatalkan niatnya untuk keluar dari dalam ruangan pria itu.


"Apa yang bisa saya bantu lagi pak?",tanyanya dengan tetap berdiri ditempatnya semula menunggu Hafiz memberinya perintah lagi.


Hafiz berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kearah sofa dekat Ayunda berdiri sekarang.


"Duduklah",pintanya pada Ayunda yang dibalas anggukan oleh Ayunda tapi tidak melaksanakan perintah pria itu sampai Hafiz kembali mengulang ucapannya.


"Ayo Yun silahkan duduk kamu pasti lelah karena baru saja mengantri untuk membelikan aku sarapan ini",ucap Hafiz yang lagi lagi dibalas anggukan oleh Ayunda.


"Yun..",panggil Hafiz karena dua kali perintahnya tidak diindahkan perempuan cantik didepannya itu.


"Saya berdiri saja.Bapak katakan saja apa yang perlu saya lakukan untuk bapak sekarang karena saya harus...".


"Duduk!",perintah Hafiz dengan nada penuh penekanan membuat Ayunda sedikit terkejut mendengarnya dan terpaksa mengikuti perintah pria itu yang ekspresinya langsung kembali normal begitu dia menuruti perintahnya.


"Sekarang temani aku makan sarapan yang tadi kamu beli ini!",pintanya yang membuat Ayunda berniat menolak permintaan itu tapi sebelum dia mengatakan penolakannya Hafiz kembali bersuara.


"Ini juga salah satu pekerjaanmu jadi jangan membantah!",tekannya yang dibalas anggukan oleh Ayunda dengan diam lalu mengeluarkan 2 box makanan dari dalam paperbag dan meletakkan salah satunya dihadapan Hafiz dengan cekatan membuat Hafiz tanpa sadar tersenyum melihat hal itu.


"Terimakasih",ucapnya yang dibalas anggukan oleh Ayunda tanpa mengatakan apa apa.


Mereka makan dalam diam tanpa ada yang membuka suara kecuali saat Hafiz meminta Ayunda memberikan minuman pada pria itu dan Ayunda juga tidak berniat memulai percakapan dengan Hafiz saat itu bahkan dia sengaja mempercepat menelan makanannya agar bisa segera pergi dari ruangan pria itu secepatnya.


"Pak saya sudah selesai sekarang saya akan kembali dulu terimakasih untuk sarapannya",ucap Ayunda yang membuat Hafiz sedikit terkejut melihat sikap Ayunda yang seolah ingin cepat cepat pergi dari hadapannya padahal dia sudah susah payah meluangkan waktu untuk gadis yang sudah menarik hatinya sejak pertemuan pertama mereka waktu itu.

__ADS_1


"Tapi aku belum selesai Yun",jawab Hafiz dengan meletakkan makanan miliknya karena merasa tidak suka dengan sikap Ayunda.


"Maaf tapi saya harus melakukan pekerjaan lain lagi setelah ini jadi..".


"Duduk dan temani saja aku makan sampai selesai untuk pekerjaan mu yang lain bisa dikerjakan nanti",perintah Hafiz tidak ingin dibantah yang membuat Ayunda menatap pria itu dengan tatapan tidak mengerti tapi saat dia berniat mengatakan apa yang dipikirkannya Hafiz kembali bicara.


"Aku tidak biasa bicara saat makan karena itu tidak dianjurkan dalam keluargaku.Selain itu aku juga tidak suka teman makanku pergi lebih dulu dari meja makan saat aku masih makan",terangnya dengan menatap kearah Ayunda yang perlahan kembali duduk lagi ditempatnya dalam diam tapi ekspresi wajahnya tidak bisa membohongi kalau saat itu dia tidak suka dengan sikap Hafiz padanya.


Melihat ekspresi Ayunda Hafiz diam tanpa berniat melanjutkan makannya lagi hingga suasana ruangan pria itu terasa sangat sunyi tanpa ada dari mereka berdua yang berniat memulai pembicaraan seolah Hafiz sengaja melakukan itu karena Ayunda dari awal tidak mematuhinya.


Sampai sebuah ketukan dipintu membuat Ayunda tanpa sadar menarik nafasnya lega.


"Sepertinya Bapak punya tamu kalau begitu saya permisi keluar sekarang ",ucapnya yang tidak dijawab oleh Hafiz tapi juga tidak lagi mencegah kepergian gadis itu dari ruangannya membuat Ayunda langsung mengambil langkah seribu untuk kabur dari tempat itu.


Ayunda membuka pintu ruang kerja Hafiz saat keluar dan berpapasan dengan tamu yang akan masuk.


Ayunda mengangguk sopan pada tamu Hafiz yang ternyata seorang perempuan cantik berusia diawal 30an dengan pakaian muslim menutup seluruh tubuhnya yang membuatnya terlihat sangat anggun dimata Ayunda.


"A..ada Bu silahkan".


"Terimakasih ya",balas perempuan itu dengan tersenyum lembut kearah Ayunda yang buru buru pergi meninggalkan depan ruang kerja Hafiz.


"Huffft....".


Ayunda menyentuh dadanya dengan lega setelah akhirnya bisa keluar jauh dari ruangan pria itu yang ternyata sangat menyebalkan sikapnya menurut Ayunda berbanding jauh dengan sikap Iman yang meski terlihat kasar diluar tapi selalu bersikap lembut padanya selama ini.


"Kita memang nggak bisa menilai orang hanya dari penampilannya saja", gumam Ayunda dengan berkali kali menarik nafas lega sampai tidak mendengar ada seseorang yang sedang berjalan mendekat dibelakangnya dan...


Pluk!


"Astaghfirullah setan kesiangan!",teriak Ayunda dengan terkejut saat merasakan sesorang menepuk pundaknya yang membuat orang yang melakukannya langsung tertawa keras.

__ADS_1


"Hahahaha..Lo kaget Yun?",tanya Widia dengan ekspresi puas karena berhasil mengejutkan sahabatnya itu.


"Dasar Lo!",hardik Ayunda dengan merengutkan wajahnya kearah Widia yang tidak menggubris makian Ayunda.


"Gitu aja sewot, Lo lagi dapet ya kok bawaannya kaya mau makan orang",ucap Widia dengan duduk dipantri.


"Iya gue emang lagi mau makan orang. Lo mau gue makan!",balas Ayunda yang nggak digubris Widia.


"Ada apa Lo kemari?",tanya Ayunda setelah tidak terlalu kesal lagi.


"Nggak gue cuma kangen sama Lo aja soalnya akhir akhir ini Lo susah ditemui sok jadi orang paling sibuk aja sejak pindah kelantai 4 ini".


"Gue memang sibuk makanya sampai nggak sempat ngobrol sama Lo".


"Masa sih emang Lo sibuk apa orang cuma bersih bersih seadanya dilantai ini".


"Bukan bersih bersihnya yang bikin gue sibuk tapi pak Manajer baru kita itu yang buat gue sibuk sampai nggak punya waktu buat sekedar main sama Lo".


"Hah! Serius.Emang galak ya manajer yang baru ini?",tanya Widia penasaran yang diagguki oleh Ayunda.


"Bukan cuma galak tapi juga menyebalkan",jawab Ayunda.


"Emang siapa manajer kita yang baru ini?",tanya Widia penasaran.


"Lo ingat cowok yang pernah tabrakan sama gue beberapa waktu yang lalu itu?",ucap Ayunda yang diangguki oleh Widia.


"Ternyata dia itu manajer baru kita disini Wid",terang Ayunda yang membuat Widia reflek menutup mulutnya mendengarnya.


"Serius Yun dia manajer baru kita?",tanya Widia yang diangguki oleh Ayunda.


"Lo pasti kaya dapat durian runtuh dong kalau dia orangnya",celetuk Widia.

__ADS_1


"Iya dapat durian runtuh kena kepala gue makanya kepala gue sakit banget ketimpukan kulit durian".


__ADS_2