Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
42.Larangan.


__ADS_3

"Sayang... hari ini kamu nggak usah berangkat kerja ya",pinta Iman dengan memeluk Ayunda semakin erat dan mencoba menghalangi perempuan itu untuk turun dari ranjang mereka dikamar kontrakan.


"Ini hari Senin Bang jadi aku harus kerja kan udah nggak libur lagi",balas Ayunda dengan berusaha melepaskan pelukan Iman pinggangnya.


"Libur aja ya Yank sehari lagi.Aku masih ingin kaya gini terus sama kamu",ucap Iman dengan menelusupkan wajahnya ketengkuk Ayunda yang polos mencoba untuk membangkitkan gairah istrinya pagi itu agar mau menuruti keinginannya.


"Bang....jangan kaya gini dong ini sudah jam setengah 6.Aku harus bangun sekarang supaya nggak terlambat berangkat kerjanya".


"Nanti aja masih pagi kalau terlambat kan bisa nggak berangkat aja sekalian apa susahnya",balas Iman semakin gencar menciumi tengkuk Ayunda membuat Ayunda harus berusaha keras melawan godaan dan bujukan Iman pagi itu.


"Bang...",protes Ayunda yang tidak didengarkan oleh Iman yang gairahnya sudah bangkit saat itu dan untuk menutup protes Ayunda Iman langsung menyambar bibir sang istri dengan rakus setelah dia mengungkung tubuhnya yang membuat .


Ayunda tidak berkutik dan akhirnya ikut terbuai dengan permainan Iman pagi itu yang kembali mengajaknya bercinta.


"Abang benar benar menyebalkan",gerutu Ayunda dengan bangun dari ranjang setelah mereka berdua menyelesaikan sesi olah raga pagi barusan.


"Kan aku sudah menyuruhmu untuk libur lagi hari ini sayang",balas Iman dengan ekspresi puas menatap kearah Ayunda yang memasang wajah cemberut kearahnya lalu pergi menuju kamar mandi untuk mandi dan berniat tetap berangkat kerja meski Iman memintanya libur tapi dia tau pria itu tidak serius mengatakannya dan melakukannya hanya untuk menggodanya saja.


"Abang hari ini nggak kerja?",tanya Ayunda setelah selesai mandi dan sedang memang pakaiannya dibawah tatapan Iman dari belakangnya.


"Kerja kan kamu nggak ada dirumah kalau kamu dirumah Abang juga ikut libur",balas Iman yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ayunda.


"Jangan terus ngomong kaya gitu.Kan barusan juga udah aku kasih jadi jangan ngungkit aku buat libur hari ini!",ucap Ayunda ketus.


Iman bangkit dari posisinya lalu berjalan mendekat kearah Ayunda dan...


Cup.


Iman mendaratkan kecupannya dipipi Ayunda yang membuat Ayunda reflek menyentuh pipinya.


"Iya...makasih ya Yank".


Lalu Iman berlalu masuk kedalam kamar mandi tapi saat sampai didalam dia kembali mengeluarkan kepalanya untuk bicara pada Ayunda.


"Jangan berangkat dulu.Tunggu aku selesai mandi nanti kita keluar bareng!",pinta Iman.


"Tapi aku sudah hampir terlambat bang sekarang sudah..".

__ADS_1


"Tunggu aja aku nggak lama mandinya".


Lalu Iman menutup pintu kamar mandi dan seperti kata Iman barusan tak lama pria itu sudah selesai membersihkan dirinya dan melihat Ayunda duduk diatas ranjang dengan diam menunggunya untuk berangkat bersama.


"Kukira kamu nggak bakalan nungguin aku Yank",celetuk Iman dengan mengambil baju yang ada diatas ranjang.Sepertinya Ayunda yang sudah menyiapkan baju untuknya saat dia sedang mandi tadi.


"Kan Abang bilang kalau mau berangkat tungguin aku dulu begitu tadi",jawab Ayunda dengan memperhatikan Iman yang sedang memakai bajunya.


"Istriku yang baik.Aku jadi makin nggak mau berpisah sama kamu sekarang",balas Iman dengan sengaja mendekat kearah Ayunda yang langsung ditahan oleh Ayunda.


"Jangan macam macam tadi sudah.Ayo kita berangkat sekarang",ajak Ayunda dengan berdiri dari duduknya dan meminta Iman mengikuti nya.


"Baiklah ayo", Iman lalu menggandeng tangan Ayunda dan keluar bersama.


"Kamu nanti harus makan ya",pesan Iman yang diangguki oleh Ayunda.


"Iya jangan khawatir Bang.Aku pasti makan kok setelah absen dan bersih bersih sedikit nanti.Abang juga",balas Ayunda yang diangguki oleh Iman.


"Tapi jangan beli sendiri makannya",celetuk Ayunda yang membuat Iman bingung.


"Karena Abang kan makannya tempat si Mbak Siti itu jadi suruh teman Abang aja buat beli nanti keenakan tu perempuan bisa lirik lirik Abang".


Iman reflek menaikan alisnya mendengar ucapan Ayunda.


"Kok...".


"Aku nggak suka dan Abang juga nggak boleh protes!",perintah Ayunda tidak ingin dibantah.


"Dasar egois",jawab Iman dengan menarik ujung hidung Ayunda gemas.


"Bukan egois tapi..".


"Berarti kamu juga jangan dekat dekat sama cowok saat kerja nanti",balas Iman yang dijawab gelengan oleh Ayunda.


"Aku nggak pernah kok",balasnya yang membuat Iman menatapnya dengan ekspresi tidak percaya.


"Serius Bang.Dilantai tempatku bekerja sekarang itu hanya ada pak Samsul sama pak Manajer yang belum pernah aku temui karena katanya dia sedang ada urusan diSurabaya tempatnya berasal",terang Ayunda yang membuat Iman bergumam tiba tiba.

__ADS_1


"Surabaya",gumamnya yang dijawab anggukan oleh Ayunda.


"Iya dan aku tu cuma OB disana jadi ya ketemu sama mereka ketika dipanggil aja Bang.Lain dengan Abang sama siMbak Siti itu yang langsung berinteraksi".


"Tapi pria yang dilift itu bukankah kamu ngobrol sama dia bahkan terlihat akrab",celetuk Iman tiba tiba yang membuat Ayunda tiba tiba Ingat dengan pria bernama Hafiz itu.


"Tapi kan kami bertemunya selalu kebetulan jadi tidak masuk hitungan".


"Kalau lain kali bertemu dia lagi menghindar saja",perintah Iman yang membuat Ayunda menatap Iman heran.


"Kenapa?Abang punya dendam pribadi sama orang itu kok kayanya nggak suka banget?",tanya Ayunda penasaran.


"Bukan dendam pribadi tapi nggak mau kecolongan",jawab Iman dengan tersenyum penuh misteri pada Ayunda.


Mendengar itu Ayunda lalu memalingkan wajahnya yang terasa panas karena malu mendengar ucapan Iman yang dia tau apa maknanya.


"Iya akan aku usahakan kalau bisa",balasnya lalu melepas tautan jemari mereka karena mereka sudah sampai didepan Mall dan dia harus masuk kedalam sementara Iman harus naik bis dari Halte yang ada disana.


"Aku pergi kerja dulu kamu hati hati saat kerja ya",pesan Iman yang diangguki oleh Ayunda.


"Abang juga hati hati dan ...jangan dekat dekat sama pelanggan perempuan dibengkel!",pesan Ayunda yang ternyata dijawab anggukan oleh Iman.


"Nggak kalau nggak kepepet".


Jawabnya yang langsung membuat Ayunda cemberut mendengarnya.


Melihat wajah Ayunda cemberut Iman lalu meralat ucapannya.


"Nggak akan Yank tenang aja",lanjut Iman dengan menyentuh puncak kepala Ayunda penuh sayang yang dibalas Ayunda dengan tersenyum kearah Iman.


"Sana masuk.Abang juga mau pergi tu Bisnya sudah datang",ucapnya yang kembali diangguki oleh Ayunda tapi belum beranjak dari tempatnya membuat Iman tiba tiba mendekat kearah Ayunda dan...


Cup.


Iman mendaratkan bibirnya sekilas kebibir Ayunda membuat Ayunda sangat terkejut karen atidak menyangka Iman akan melakukan hal gila sepeti itu ditempat Umum yang rentan dilihat orang.


Ayunda Ingin kesal tapi Iman sudah berjalan cepat karena bis yang akan dinaikinya akan segera pergi jadi dia hanya bisa menatap kearah pria itu sampai bis yang mm bawa Iman pergi menjauh.

__ADS_1


__ADS_2