
"Ruangan mbak di mana?" tanya Putri.
"Ruangan saya yang itu bu." jawab Sindy sambil menunjuk kan ruangan nya.
"Bolehkan aku masuk ke ruangan mbak?" tanya Putri kembali.
"Boleh kok bu, ayo mari bu." jawab Sindy sambil membuka pintu ruangan nya.
Tujuan Putri minta keluar dari ruangan Byan memang ingin ke ruangan Sindy, dia ingin berbicara empat mata dengan sekertaris baru suami nya ini.
"Mau apa kamu ke ruangan Sindy Yang." gumam bathin Byan sambil mengintip dari celah pintu.
Putri pun masuk ke ruangan Sindy sambil melihat ke sekitar ruangan.
"Rapih juga." ucap Putri.
"Silahkan duduk bu." ucap Sindy.
"Sebelum kerja di sini mbak kerja di mana?" tanya Putri.
"Saya kerja di perusahaan xxxx, tapi karena lagi ada pengurangan karyawan, saya pun kena phk, dan akhir nya saya kembali menjadi pengangguran, padahal ibu saya sedang sakit dan butuh biaya untuk berobat, begitu saya mendengar kalau di sini lagi ada lowongan untuk sekertaris, saya pun langsung melamar kerja di sini, dan alhamdulilah saya di terima." jawab Sindy.
"Sakit apa ibu nya mbak?" tanya Putri.
"Jantung bu, dan setiap bulan harus kontrol." jawab Sindy.
"Yang sabar ya mbak, semoga ibu nya sehat." ucap Putri.
"Makasih bu." jawab Sindy.
"Oh iya mbak, ada yang saya ingin tanyakan sama mbak dan tolong jawab dengan jujur." ucap Putri dengan wajah yang serius.
"Apa bu?" tanya Sindy.
"Apa mbak menyukai suami saya?" tanya Putri sambil menatap mata Sindy, dia ingin melihat kejujuran di mata nya.
"Nah kan benar, kalau dia lagi cemburu, kamu ini Yang, ada-ada saja, walaupun wanita itu lebih cantik dan seksi dari kamu, aku ngga bakalan tergoda, karena aku sudah cinta mati sama kamu seorang." gumam bathin Byan yang sedang menguping di balik pintu ruangan Sindy.
"Deg." jantung Sindy pun terasa mau berhenti setelah mendengar pertanyaan dari Putri istri atasan nya.
__ADS_1
"Aku harus jujur apa pun yang terjadi nanti, aku lihat istri nya pak Byan juga baik, pasti kalau aku jujur dia mau memaafkan aku yang telah sempat menyukai nya." gumam bathin Putri.
"Maksud ibu?"
"Maksud saya, apa mbak menyukai suami saya?" kembali Putri mengulang pertanyaan nya.
"Sebelum nya saya minta maaf, saya tadi sempat mau mendekati pak Byan, karena saya memang tidak tahu akan status nya pak Byan, tapi setelah saya tahu kalau pak Byan sudah mempunyai seorang istri, apalagi sekarang istri nya sedang hamil besar, saya akan menjaga jarak, sekali lagi maaf kan saya yang telah lancang menyukai suami ibu." jawab Sindy dengan jujur.
"Ternyata insting wanita selalu tepat, aku jadi semakin ngga mau macam-macam." gumam bathin Byan yang masih setia mendengarkan pembicaraan dua orang wanita yang ada di dalam ruangan.
Putri melihat ada kejujuran dengan semua yang di ucapkan oleh Sindy.
"Mbak, saya tidak melarang mbak untuk menyukai suami saya, karena itu adalah hak mbak, tapi ingat satu hal, mbak tidak berhak untuk memiliki nya, karena sampai kapan pun suami saya hanya milik saya seorang." ucap Putri dengan tegas.
"Ah, aku jadi ingin memeluk dan mencium kamu sayang." gumam bathin Byan sambil tersenyum, dirinya merasa bangga karena sangat di cintai oleh Putri.
"Iya bu, saya ngga bakalan merebut pak Byan dari ibu, karena saya tahu bagaimana sakit nya seorang wanita yang pasangan nya diambil orang." jawab Sindy.
"Pegang kata-kata mbak ya." ucap Putri.
"Iya bu, saya janji kalau saya tidak akan berniat memiliki pak Byan, maaf kan saya ya bu, saya mohon ibu jangan ngadu ke pak Byan, saya takut pak Byan marah dan memecat saya, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini." ucap Sindy sambil memohon.
"Makasih bu, pantas saja pak Byan sangat mencintai ibu, bukan hanya cantik tapi ibu sangat baik dan bijak sana." ucap Sindy.
"Mbak ini bisa saja, bisa ngga mbak jangan panggil saya dengan panggilan ibu, saya merasa lebih tua kalau di panggil ibu, padahal saya dan mbak seperti nya ngga beda jauh deh." ucap Putri.
"Ngga bisa bu, karena ibu adalah istri atasan saya." ucap Sindy.
"Ya sudah terserah mbak saja, makasih ya mbak sudah mau menemani saya, kalau begitu saya pamit ke ruangan mas Byan dulu." ucap Putri sambil berdiri.
"Waduh, istri ku mau ke ruangan." gumam bathin Byan dan langsung berlari menuju ke ruangan nya.
"Saya yang makasih, ibu sudah baik sama saya, mari bu saya antar." ucap Sindy.
"Ngga usah mbak, mbak lanjutkan lagi pekerjaan nya, biar saya sendiri saja ke ruangan suami saya." ucap Putri lalu pergi dari ruangan Sindy.
"Untung aku langsung di pertemukan dengan istri nya pak Byan, coba kalau belum, entah apa yang akan aku lakukan demi mendapatkan pak Byan." gumam bathin Sindy.
"Mas," panggil Putri sambil membuka pintu.
__ADS_1
Putri melihat Byan sedang fokus mengerjakan kerjaan nya, padahal Byan baru saja duduk habis nguping pembicaraan nya dengan Sindy.
"Sayang, gimana, kamu capek?" tanya Byan pura-pura.
"Ngga kok mas ngga capek." jawab Putri sambil mendekat dan duduk di atas pangkuan Byan.
"Mas, boleh ngga aku minta sesuatu?" tanya Putri dengan tangan dia lingkarkan ke leher Byan.
"Katanya nanti malam double?" ucap Byan sambil tersenyum.
"Mas, aku serius."
"Mas juga serius sayang." ucap Byan sambil mengelus rambut istri nya dengan penuh sayang.
"Au ah, sebel." ucap Putri sambil cemberut.
"Ya sudah, kamu minta apa sayang?' tanya Byan.
"Aku minta uang sepuluh juta boleh?" tanya Putri.
"Uang? Sepuluh juta? Buat apa sayang? Memang nya kamu mau beli apa dengan uang segitu?" Byan pun heran dengan permintaan istri nya.
"Aku mau kasih ke mbak Sindy, ibu nya lagi sakit jantung dan butuh biaya untuk pengobatan nya." jawab Putri.
"Memang istri ku ini sudah cantik, baik peduli lagi sama sesama." gumam bathin Byan sambil menatap wajah Putri.
"Mas, kamu bisa ngasih ngga?" tanya Putri.
"Asal cium dulu." ucap Byan sambil menyentuh bibir Putri.
"Mau membantu orang pun harus ada imbalan nya." ucap Putri lalu mencium bibir Byan.
"Sudah mas stop, sekarang mas selesaikan pekerjaan nya terus kita langsung pulang." ucap Putri.
"Oke siap, karena mas sudah dikasih vitamin, maka mas akan segera menyelesaikan nya." ucap Byan lalu mengetik sesuatu di ponsel nya.
"Mas, sepuluh juta nya mana?" tanya Putri sambil mengangkat tangan nya sebelah.
"Sudah mas suruh pak Samsul untuk mentransfer nya." jawab Byan.
__ADS_1
"Ah suamiku ini memang baik, makasih sahabatku yang sangat aku cintai." ucap Putri lalu mencium pipi Byan dengan gemas.