Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Keris


__ADS_3

Putri pun langsung menjauhkan wajah nya dari wajah Byan dengan wajah yang sudah berubah menjadi merah.



"Kak dipanggil Dira." ucap Putri sambil bangun dari tidur nya.



"Kamu saja yang buka pintu nya, kakak mau mandi sekalian mau melemaskan keris kakak kembali." ucap Byan lalu pergi ke kamar mandi.



"Keris? Memang nya kakak punya keris?" tanya Putri.



"Ya punya dong, tapi sayang keris nya masih disembunyikan karena menunggu kamu siap." jawab Byan sambil tersenyum penuh arti.



"Kak Byan, kakak ipar." teriak Dira sambil terus mengetuk pintu nya.



"Ah sudah lah ayo kakak mandi sana, biar aku yang bukain pintu." ucap Putri karena terdengar kembali teriakan Dira dari luar.



Byan pun melangkah menuju kamar mandi, sedangkan Putri membuka kan pintu kamar nya.



"Iya kak." ucap Putri sambil membuka pintu dengan wajah yang masih muka bantal.



"Kakak baru bangun?' tanya Dira sambil melihat ke dalam kamar.



"Iya kak, ya sudah masuk saja, ada apa?" tanya Putri sambil sedikit menguap.



"Ngga ada apa-apa sih, cuma mau bangunin kakak saja, takut nya kalian ngga keluar kamar karena pembuatan dedek bayi." ucap Dira sambil tersenyum.



"Apa sih kak, kita ngga ngapa-ngapain kok." ucap Putri sambil mengikat rambut nya.



Dira pun tersenyum setelah melihat ada tanda merah ke unguan di leher nya Putri.



"Jadi kalian semalam sudah melakukan malam pertama? Apa tubuh kamu sudah ngga sakit lagi? Kalau aku sih masih sedikit sakit." ucap Dira.



"Ngga kak, kita ngga ngelakuin apa-apa, lagian aku nya juga lagi datang bulan kok." jawab Putri.



"Wah kasihan kak Byan dong harus menahan nya." ucap Dira sambil tersenyum.



"Menahan apa?" tanya Byan yang suidah rapi dan segar.



"Eh kakak, bukan apa-apa kok." jawab Dira yang terus saja tersenyum.



"Ya sudah kalau gitu aku mau mandi dulu." ucap Putri sambil berdiri.

__ADS_1



"Kakak tunggu di ruang makan ya sayang, soalnya ada yang ingin kakak bicarakan sama papah." ucap Byan.



"Iya kak." jawab Putri.



"Sekarang panggilan nya sayang ya? Ah, ternyata kakak ku yang tampan ini romantis juga." ucap Dira.



"Iya dong harus dan wajib, cuma kakak belum ada yang manggil sayang nih dek, tolong bilangin sama sahabat adek yang cantik ini suruh panggil kakak dengan panggilan sayang ya." ucap Byan lalu pergi meninggalkan Putri dan Dira.



"Tuh kakak ipar dengar kan permintaan suami nya apa?"ucap Dira.



"Sudah lah kak jangan di dengar, kalau gitu aku mandi dulu ya kak." ucap Putri.



"Put, masa kamu panggil aku kakak, dan aku juga panggil kamu kakak, nanti readers bingung lo." ucap Dira.



"Biarin saja lah kak mereka bingung, yang penting kita nyaman dengan panggilan itu." jawab Putri lalu pergi ke kamar mandi.



Di meja makan sudah ada Raka dan Ayu yang sedang menikmati sarapan nya berdua.



"Pah, ternyata kalau anak-anak sudah dewasa apalagi mereka sudah pada punya pasangan, kita akan kembali lagi seperti awal kita menikah, kita hanya berdua lagi." ucap Ayu sambil menikmati sarapan nya.




"Lo, apa hubungan nya pah?" tanya Ayu.



"Ada mah, karena yang akan setia mendampingi papah sampai tua nanti bahkan sampai papah menutup mata, itu hanya istri papah, hanya mamah seorang, ngga mungkin papah akan hidup bersama anak-anak, karena anak-anak juga pasti di sibukan dengan urusan mereka, sedangkan mamah pasti di sibukan hanya mengurus papah, jadi inti nya yang bakal menemani papah sampai nanti bukan anak dan juga bukan ibu, melainkan seorang istri." jawab Raka sambil tersenyum sambil menggenggam tangan nya Ayu.



"Semoga kita selalu bersama dan selalu dalam keadaan sehat ya pah." ucap Ayu sambil membalas genggaman tangan Raka.



"Wah, pagi-pagi aku sudah nonton dunia percintaan nih." ucap Byan yang baru masuk ke ruang makan.



"Sudah bangun nak? Istri kamu mana?" tanya Ayu sambil melepaskan genggaman tangan nya.



"Sudah mah, maaf ya pah, mah kita kesiangan, dan Putri lagi mandi mah." jawab Byan sambil duduk.



"Ngga apa-apa nak, mamah ngerti kok kalau kalian capek." ucap Ayu.



"Gimana? Apa mereka semua sudah diamankan?" tanya Raka.



"Sudah pah, semalam semua nya sudah diamankan di kantor polisi." jawab Byan.

__ADS_1



"Bagus lah, tapi mereka ngga berontak kan?" tanya Raka.



"Awal nya sih berontak pah tapi kita bisa menangani nya kok." jawab Byan.



"Terus mereka ngasih tahu alasan mereka menganiaya Putri dan Dira?" tanya Raka.



"Ya pah, mereka semua sudah menjelaskan alasan nya semalam." jawab Byan.



"Coba ceritakan yang jelas nak." ucap Ayu.



Byan pun menjelaskan dari awal penangkapan Caca hingga alasan Caca melakukan semua itu.



"Ternyata hanya hal yang sepele, tapi mereka sudah sangat keterlaluan sampai mereka melakukan semua itu." ucap Raka.



"Menurut mamah Caca mencintai kamu memang ngga salah, tapi cara dia lah yang salah dan mungkin juga dia terhasut oleh teman-teman nya." ucap Ayu.



"Sebenar nya kakak kasihan melihat Caca harus mendekam dalam penjara, tapi mengingat kondisi Putri dan Dira rasa kasihan kakak menghilang begitu saja." ucap Byan.



"Kalau bisa kita cabut saja laporan nya pah, kasihan mereka, bagaimana pun mereka masih harus belajar dan masa depan nya akan hancur kalau tinggal di penjara, mungkin dengan penangkapan semalam dan beberapa hari di dalam sel, mereka akan sadar dan ngga akan melakukan perbuatan seperti itu lagi." ucap Ayu



"Ngga bisa mah, pokok nya mereka harus tetap di penjara bahkan mas mau nya mereka di penjara yang lama." ucap Raka yang masih tidak terima dengan kelakuan mereka terhadap anak dan menantu nya.



"Siapa yang di penjara pah?" tanya Dira yang baru masuk ke ruang makan bersama Putri.



"Kalian? Sudah pada bangun ya? Ayo sarapan nak." ucap Ayu mengalihkan pembicaraan.



"Adek ngga mau makan sebelum tahu siapa yang di masukan ke penjara." ucap Dira.



"Ngga ada adek, ngga ada yang di penjara, kamu salah dengar kali." ucap Byan.



"Kakak mau bohong? Kakak mau cerita dengan jujur atau ngga? Kalau kakak ngga mau cerita, nanti malam dan selanjut nya aku tidur di kamar Dira." bisik Putri.



"Iya sayang iya, aku akan cerita." ucap Byan pelan.



"Ayo kak cerita siapa yang sudah masuk penjara." ucap Dira sambil menatap Byan.



"Tapi kalian sudah siap kan dengan cerita yang akan di sampaikan Byan?" tanya Raka.


__ADS_1


"Kita siap pah." jawab Dira dan Putri secara bersamaan.


__ADS_2