Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Tinggal berdua


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa Ayu membantu menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak nya, Dia sering membantu para pelayan nya walaupun Raka sering menegur dirinya, tapi Ayu selalu memberikan alasan biar ngga tidur lagi.



"Bi, tolong bangunkan anak-anak ya?" perintah Ayu.



"Baik nyonya." jawab pelayan Ayu lalu pergi ke kamar nya Dira dan Byan.



"Anak-anak belum ada yang turun mah?" tanya Raka sambil duduk di kursi nya.



"Belum pah, tapi lagi di panggilin kok sama bibi." jawab Ayu sambil menyiapkan sarapan untuk suami nya.



"Tuan, nyonya." teriak bibi sambil berlari menuruni anak tangga.



"Ada apa bi, pakai teriak-teriak segala\>" ucap Ayu.



"Tuan, Nyonya den Byan dan non Dira ngga da di kamar nya, bahkan non Putri pun ngga ada, kamar mereka kosong semua nya." ucap bibi sambil mengatur nafas nya.



"Apa bi, kamar mereka kosong." teriak Ayu lalu pergi dengan sedikit berlari ke kamar nya mereka.



"Nak, Dira." teriak Ayu sambil membuka pintu kamar nya Dira.



Ayu pun memeriksa kamar Dira hingga membuka lemari dan kamar mandi nya, dan hassil nya memang ngga ada siapa-siapa.



"Pah, Dira kemana pah." teriak Ayu sambil berlari menuju kamar Byan.



Sama seperti yang di lakukan Ayu di kamar nya Dira, dan alhasil mereka memang tidak ada di kamar.



"Pah cari mereka, pah mereka ngga ada." teriak Ayu sambil berlari menuju kamar nya ingin mengambil ponsel dirinya yang dia simpan di meja rias kamar nya.



"Apa mungkin mereka nginap di rumah nya Putri?" gumam Raka sambil mencari kontak Fadil di ponsel nya.



Sementara di kediaman Fadil, Fadil dan Nisa sedang melakukan sarapan berdua.



"Farel ngga pulang bu?" tanya Fadil pada istri nya.



"Katanya dia ada tugas malam pak, mungkin sebentar lagi dia pulang, karena hari ini dia off dan masuk lagi besok pagi." jawab Nisa sambil menikmati sarapan nya.



"Sekarang kita kembali lagi pada saat kita baru menikah ya bu, kita berdua lagi, Putri sudah di bawa sama suami nya, sebentar lagi Farel pasti akan menikah dan pergi dari rumah ini." ucap Fadil.



"Tidak pak, pokok nya kalau Farel menikah, Farel tidak boleh pergi dari rumah ini, dia harus tinggal di rumah ini dengan istri dan anak-anak nya." ucap Nisa.


__ADS_1


"Ya bapak juga mau nya seperti itu, tapi kalau mereka ingin punya rumah sendiri gimana?" tanya Fadil.



"Pokok nya mamah akan bilang ke Farel, kalau nanti Farel menikah Farel ngga usah beli rumah mereka harus dan wajib tinggal disini." jawab Nisa dengan kekeh.



"Ya sudah terserah ibu saja lah." ucap Fadil.



Mereka pun melanjutkan sarapan nya kembali, ponsel Fadil pun berdering hingga membuat Fadil menyimpan sendok dan garpu yang sedang dia pegang.



"Ada apa pagi-pagi Raka menghubungiku." gumam Fadil sambil menerima panggilan dari Raka.



"Ya Ka, ada apa?" tanya Fadil.



"Dil, maaf mengganggu waktu sarapan nya, apa Byan dan Putri serta Dira menginap di sana?" tanya Raka.



"Lo, bukan nya mereka semua tinggal di rumah kamu Ka?" Fadil pun balik bertanya sambil menatap Nisa istri nya.



"Jadi mereka ngga nginap di rumah kamu, terus kemana mereka ya?" ucap Raka dengan nada khawatir nya.



"Memang nya mereka ngga ada di rumah kamu? Coba kamu hubungi Byan." ucap Fadil.



"Sudah aku hubungi barusan, tapi ngga diterima panggilan nya, aku hubungi no Dira tapi ngga tersambung." jawab Raka.




"Oke, makasih ya Dil, maaf mengganggu." ucap Raka.



"Its oke Ka." jawab Fadil lalu memutuskan panggilan nya.



"Kenapa pak?" tanya Nisa.



"Anak-anak ngga ada di rumah Raka, Raka kira mereka nginap di rumah kita." jawab Fadil.



"Pada kemana mereka ya pak? Coba bapak hubungi Farel, mungkin Farel bisa ikut mencari mereka." ucap Nisa.



"Iya juga ya bu." ucap Fadil lalu mencari kontak Farel di ponsel nya.


*


*


Pagi ini di rumah dokter Mery sangat ramai, karena kehadiran empat pria berbeda kalangan .


Fani membantu menyiapkan sarapan buat para tamu nya.



Walaupun sebenar nya Fani sangat ngantuk, tapi dia memaksa kan nya karena memang tamu nya harus di jamu dengan baik.

__ADS_1



Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan dan duduk di kursi masing-masing dengan wajah lesu karena kurang tidur dari mereka semua nya.



"Ayo silahkan semua nya pada sarapan dulu, setelah ini kalian semua istirahat, wajah kalian semua nya lesu banget." ucap dokter Mery.



"Kalau kita tidur bagaimana dengan Putri dan Dira bu?" tanya Fani.



"Hari ini ibu masih cuti, jadi kalian semua istirahat saja, biar mereka berdua ibu yang jaga." jawab dokter Mery sambil tersenyum.



"Beneran bu? Makasih ya bu." ucap Fani.



"Terimakasih banyak bu, ibu dan Fani sudah menolong keluarga saya." ucap Farel.



"Sama-sama nak, kita sebagai manusia memang wajib saling menolong.



"Maaf ibu saya lancang, sebenar nya saya ingin bertanya dari tadi, tapi merasa ngga enak, tapi kalau ngga bertanya saya malah penasaran." ucap pak Rizal.



"Mau bertanya apa pak?" tanya dokter Mery.



"Aduh bu, jangan panggil bapak dong, saya berasa tua banget." ucap pak Rizal.



"Bapak memang sudah tua, sudah punya anak dua." ucap Farel sambil tersenyum.



"Tapi kan usia saya masih muda pak Farel dan anak-anak saya juga masih kecil." jawab pak Rizal.



Mereka semua pun tersenyum mendengar perdebatan antara pak Rizal dan Farel.



"Ya sudah kamu mau tanya apa nak?" tanya dokter Mery sambil tersenyum.



"Nah kan jadi berasa muda kalau di panggil nak." ucap pak Rizal dengan senang nya.



"Saya cuma mau tanya, ibu di rumah besar ini hanya tinggal berdua saja? Suami ibu kemana?" tanya pak Rizal dengan sangat hati-hati karena takut menyinggung perasaan dokter Mery.



"Ayah nya Fani sudah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan nak, jadi kami hanya tinggal berdua saja, karena Fani anak semata wayang saya." jawab dokter Mery.



"Innalilahi, maaf saya sudah lancang mengingatkan ibu kepada mendiang." ucap pak Rizal.



"Ngga apa-apa, ya sudah ayo lanjutkan makan nya, setelah ini kalian pada istirahat, nanti siang ibu bangunkan." ucap dokter Mery.



Mereka pun menghabiskan sarapan nya, lalu mereka pamit untuk istirahat.

__ADS_1



Pak Rizal dan Farel masuk ke kamar tamu yang satu nya untuk beristirahat sedangkan Byan dan Nathan ingin tidur dekat Putri dan Dira, tapi dokter Mery melarang nya karena takut mengganggu pasien nanti nya.


__ADS_2