
Semua orang ikut hadir dalam acara resepsi pernikahan Byan dan Putri.
Semua teman-teman kampus Byan dan Putri termasuk para dosen nya ikut hadir dalam acara tersebut.
"Pak Farel." teriak Dela.
Farel yang sedang berdiri sambil menunggu istri nya balik dari toilet pun seketika menoleh kepada Dela.
"Kamu." ucap Farel sambil berpikir dengan wanita yang ada dihadapan nya kini.
"Saya Dela pak, pacar nya Sandi." ucap Dela.
Dela datang bersama Sandi, karena Sandi sudah mendapatkan izin untuk menghadiri acara resepsi nya Byan dan Putri.
Dela dengan langkah yang gontai ingin ke toilet dan meninggalkan Sandi bersama Nathan dan Byan.
Namun belum masuk ke toilet dia melihat Farel yang sedang berdiri seorang diri.
"Oh, maaf saya lupa, Sandi nya mana?" tanya Farel.
"Lagi sama Byan dan Nathan pak." jawab Dela.
Dela terlihat cantik dengan dres yang dia pakai.
Dela dan Farel pun terlibat perbincangan masalah Sandi ke depan nya, tapi tiba-tiba ada yang menyenggol tubuh Dela dari belakang sehingga Dela terhuyung ke depan dan tangan nya mendarat di dada bidang Farel sehingga terlihat mereka sedang melakukan hal yang romantis.
"Aw." teriak Dela sambil menahan tubuh nya yang mau terjatuh dengan kedua tangan nya yang dia simpan diatasa dada Farel.
"Maaf mbak, saya ngga sengaja, tadi saya juga kena dorongan orang lain." ucap seorang wanita yang sudah menyenggol Dela.
"Ngga apa-apa mbak." jawab Farel.
"Mas." panggil Fani dengan wajah cemburu nya.
Farel seketika melepaskan tangan Dela dari tubuh nya.
"Sayang." ucap Farel.
"Lanjutkan saja, aku mau pulang." ucap Fani sambil mau melangkah kan kaki nya.
"Sayang tunggu." teriak Farel sambil menarik tangan Fani.
"Lepas mas, baru di tinggal sebentar saja mas sudah melirik wanita lain." ucap Fani.
__ADS_1
"Dengarkan penjelasan aku dulu sayang." ucap Farel.
Ngga ada yang harus di jelaskan." jawab Fani.
"Mbak maaf, tadi saya ngga sengaja karena tadi ada yang mendorong saya dari belakang." Dela mencoba menjelaskan kejadian yang sebenar nya.
"Sudahlah kamu jangan menutupi kesalahan dia, kalau kamu mau ambil saja, saya ikhlas." ucap Fani.
Farel dan Dela pun terus mencoba untuk menjelaskan apa yang telah terjadi, tapi Fani kekeh dengan pendirian nya.
"Ada apa kak? Eh ada kak Dela." ucap Dira.
"Dira, bagaimana kabar mu, masih kan sama Nathan?" tanya Dela.
"Alhamdulilah kak, masih, dan mungkin ngga lama lagi kita juga akan nyusul Putri." jawab Dira.
"Bagus lah kalau begitu, jangan lupa undang kita juga ya." ucap Dela.
"Siap kak, oh iya kalian ada apa ya? Ada masalah?" tanya Dira.
Farel pun menjelaskan yang sebenar nya kepada Dira.
"Ya ampun kak, kakak cemburu?" tanya Dira pada Fani.
"Akui saja lah kak, kalau kakak itu sedang cemburu." ucap Dira.
"Sudahlah kakak mau pulang saja." ucap Fani.
"Kak, tunggu sebentar, ini kak Dela, kak Dela ini teman nya kak Nathan dan kak Byan, dia punya pacar yang bernama kak Sandi, jadi kakak ngga usah cemburu." ucap Dira ikut menjelaskan.
Fani hanya diam dan tidak berkomentar sedikit pun.
"Ya sudah, mungkin kalian butuh waktu untuk berdua, kalau begitu aku ke sana dulu ya." ucap Dela.
"Aku ikut kak, aku juga mau menemui kak Nathan." ucap Dira.
Dela dan Dira pun pergi menghampiri Sandi dan Nathan yang sedang asik ngobrol.
"Sayang kita duduk di sana ayo." ajak Farel sambil memeluk Fani dari samping dan mengajak nya untuk duduk.
Fani mengikuti Farel untuk duduk di sebuah kursi yang kosong yang ada di sudut ruangan.
"Apa yang di bilang Dela tadi itu benar ada nya, jadi kamu jangan salah paham." ucap Farel.
__ADS_1
"Tapi kamu menikmati pelukan nya kan?" tanya Fani.
"Bukan menikmati, tapi lebih ke menjadi penolong dia, lagian kita lagi berbincang-bincang terus dia ada yang menyenggol, otomatis jatuh nya ke dada mas dong, kalau yang mendorong nya ke samping pasti ke samping nya dia bukan ke depan mas." jawab Farel.
"Memang nya kalian tadi sedang membicarakan apa sih sampai harus berhadapan seperti itu." tanya Fani.
"Dengarkan mas, pacar nya Dela itu lagi dalam penjara karena kasus dulu terhadap Putri dan Byan, nah kemarin dia datang ke kantor untuk meminta izin agar Sandi bisa menghadiri acara ini, tadi Dela mengucapkan terima kasih karena mas sudah memberikan izin dan dia bertanya tentang berapa lama lagi Sandi berada di dalam tahanan, itu saja kok." jawab Farel.
"Bener?" tanya Fani yang belum yakin dengan jawaban Farel.
"Mas ngga pernah bohong sama kamu, kalau kamu tetap ngga percaya, nanti kita samperin mereka, terus besok kamu datang ke kantor polisi." jawab Farel.
"Maaf kan aku." ucap Fani sambil menunduk.
"Mas maafkan, mas tahu kamu lagi cemburu, tapi kamu tenang saja, di hati dan pikiran mas hanya ada kamu seorang." ucap Farel lalu mencium kening Fani.
Fani pun tersenyum lalu memeluk erat tubuh suami nya itu.
"Sayang ingat ngga malam pertama kita?" tanya Farel.
"Kenapa memang nya?" Fani pun balik bertanya kepada Farel.
"Kamu kan ngga mau menyerahkan tubuh kamu sama mas, tapi sekarang kamu yang suka mau duluan." ucap Farel.
"Mas ih, jangan bahas itu di sini, malu tahu." ucap Fani sambil memukul pelan bahu Farel.
"Tapi mas suka banget dengan cara kamu di tempat tidur, jadi pertahankan ya." ucap Farel yang terus-terusan menggoda Fani.
"Mas, stop." ucap Fani sambil melirik ke kanan dan ke kiri, takut ada yang mendengarkan nya.
"Apalagi ya kalau kamu itu lagi ada di atas mas, sumpah itu posisi yang mas sukai." Farel ngga henti-henti nya menggoda Fani, karena hanya dengan cara begitu Fani akan kembali tersenyum dan melupakan cemburu nya.
"Mas stop ngga, kalau ngga selama satu bulan tidur di luar." ucap Fani.
"Iya deh iya, pasti Putri yang ngajarin ancaman seperti ini." ucap Farel.
"Manjur juga ancaman yang diusulkan Putri." gumam bathin Fani dengan sedikit tersenyum.
"Ya sudah kita gabung sama mereka yuk mas." ajak Fani sambil menarik tangan Farel.
Farel pun bangkit dari duduk nya, lalu menghampiri kedua mempelai yang lagi berbincang-bincang dengan para sahabat nya.
"Alhamdulilah dia senyum lagi." gumama bathin Farel sambil berjalan di samping Fani.
__ADS_1
Farel sangat bersyukur, karena Fani sudah melupakan rasa cemburu nya, dan Farel pun berniat akan mengenalkan nya kepada Dela dan Sandi, agar ke depan nya tidak terjadi lagi salah paham, karena Dela sering datang ke kantor polisi.