Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Mencari Rujak


__ADS_3

"Akhir nya selesai juga pelajaran hari ini." ucap Putri.



"Habis ini mau kemana kak, mau jalan dulu apa mau langsung pulang?" tanya Dira.



"Belum tahu, kita samperin kak Byan dulu aja yu." jawab Putri.



"Ya ampun kakak ipar, ngga bosen apa ingin ketemu sama kak Byan terus." ucap Dira.



"Ye, biarin aja, entahlah aku kok rasanya ingin terus sama kak Byan." ucap Putri.



"Mulai bucin rupanya." ucap Dira.



"Bucin juga sama suami sendiri, sudahlah ayo kita pergi." ajak Putri.



"Memang nya kak Byan nya lagi dimana?" tanya Dira.



"Tadi sih bilang nya lagi nunggu di taman." jawab Putri sambil terus melangkahkan kaki nya ke area taman.



"Nah itu kak Byan." ucap Dira sambil nunjuk ke arah Byan yang sedang duduk.



"Sudah lama nunggu nya?" tanya Putri.



"Walaupun aku harus menunggu seribu tahun lama nya, aku siap kalau yang aku tunggu kamu seorang." jawab Byan sambil tersenyum.



"Ya Allah, jauhkan hamba dari orang bucin seperti mereka." ucap Dira.



"Bucin juga sudah halal dek, lah Nathan bucin ke kamu tapi belum halal." ucap Byan.



"Tapi ngga di depan aku juga dong kalian bermesraan." ucap Dira.



"Iri ya dek." ucap Byan.



"Siapa juga yang iri." jawab Dira.



"Sudah stop, kalian berdua itu selalu saja berdebat tanpa melihat situasi dan kondisi, mending sekarang antar aku membeli rujak." Putri pun melerai perdebatan mereka.



"Rujak?" ucap Byan dan Dira sambil saling menatap.



"Iya , rujak? Jangan bilang kalian ngga tahu rujak." ucap Putri.



"Ya tahu lah, tapi aku heran, kenapa tiba-tiba kakak ipar ingin makan rujak?" tanya Dira.



"Kak Dira, lihat dan rasakan deh sama kakak, hari ini cuaca nya sangat panas, enak nya itu makan rujak." jawab Putri.



"Ya sudah kalau kamu mau beli rujak," ucap Byan.



"Aku ngga ikut ya? Soal nya udah janji sama kak Nathan." ucap Dira.



"Mau kemana kalian?" tanya Byan.



"Ngga kemana-mana kak, paling jalan ke mall." jawab Dira.



"Ya sudah, pulang nya jangan malam, kalau bisa sore kamu sudah pulang." ucap Byan.



"Siap kakak ipar." jawab Nathan yang sudah berdiri di belakang mereka.


__ADS_1


"Yang, aku kok berasa sudah tua ya, di panggil kakak ipar sama dia." ucap Byan sambil memeluk Putri dari samping.



"Ya mau gimana lagi, aku aja di panggil kakak ipar sama kak Dira, padahal tua an kak Dira." ucap Putri.



"Ye, beda beberapa bulan saja." ucap Dira.



"Iya beda beberapa bulan, tapi semenjak kakak memanggil aku kakak ipar, aku juga merasa sudah tua gitu." ucap Putri.



"Kenapa jadi bahas masalah tua." ucap Nathan.



"Sudah lah sayang ayo kita cari rujak nya." ucap Putri.



"Cie, yang sudah berani manggil sayang di depan kita." goda Dira.



"Apa sih kak, sudah lah ayo kita pergi." ucap Putri sambil menarik tangan Byan.



"Dasar pasangan bucin." ucap Dira.



"Yang, kita jalan yu." ajak Nathan.



"Kemana kak?" tanya Dira.



"Kita ke mall aja gimana? Sekalian makan siang di sana." jawab Nathan.



"Oke lah ayo, tapi kakak yang bayarin ya." ucap Dira.



"Ya iya dong sayang, masa aku yang minta bayarin sama kamu, mau dikemanain nih muka." ucap Nathan.



"Dilipat aja kak, terus masukin lemari." ucap Dira sambil tertawa lalu berlari meninggalkan Byan.




Nathan pun terus mengejar Dira yang sedang berlari menghindari dari kejaran Nathan, tapi sayang lari Nathan lebih kencang dari Dira dan akhir nya Nathan bisa menangkap Dira dengan cara memeluk nya dari belakang.



"Kena kamu Yang." ucap Nathan sambil memeluk Dira.



"Ampun kak, ampun." ucap Dira sambil mengatur nafas nya.



"Cup." Byan pun mencium pipi Dira.



"Sayang, ini di area kampus, kamu jangan macam-macam deh." ucap Dira.



"Biarin saja, kamu kan calon istri aku." jawab Byan dengan santai.



"Sudah ah ayo kita jalan." ajak Dira.



"Ya sudah kamu tunggu di sini, aku mau ngambil motor dulu." ucap Nathan lalu pergi ke area parkiran.


*


*


"Sayang mau beli rujak dimana?" tanya Byan sambil mengemudi.


"Aku mau nya rujak yang di jual sama penjual kakai lima Yang." jawab Putri.



"Kita beli di restauran aja Yang, nanti kamu sakit perut kalau beli rujak sembarangan." ucap Byan.



"No, pokok nya aku ingin beli rujak yang dijual dipinggir jalan." jawab Putri.



"Tapi Yang," belum juga Byan melanjutkan kalimat nya, sudah di potong oleh Putri.

__ADS_1



"Ngga ada tapi-tapi an, pilih beli rujak di penjual kaki lima atau pilih aku tidur di kamar kak Dira?" tanya Putri sambil menatap tajam Byan.



"Ancaman nya itu melulu." gumam Byan.



"Apa! Barusan kakak ngedumel ya?" tanya Putri.



"Ngga, kakak cuma berpikir beli rujak nya dimana." jawab Byan berbohong.



"Tuh itu penjual rujak nya kak, ayo berhenti." ucap Putri sambil menunjuk ke arah penjual rujak.



"Ya sudah aku turuti saja lah, dari pada nanti malam ngga meluk dia." gumam bathin Byan sambil menepikan mobil nya.



Sementara Dira dan Nathan kini sudah berada di jalan menuju sebuah mall, sepanjang perjalanan mereka bercanda, Dira sudah berani memeluk erat pinggang Nathan dari belakang.



"Enak ya kalau naik motor, cepat sampai nya." ucap Dira sambil turun dari motor Nathan, karena mereka sudah sampai di mall yang di tuju.



"Selain cepat hangat." ucap Nathan.



"Maksud kakak?" tanya Dira dengan wajah tidak mengerti nya.



"Ngga, sudah lah ayo kita masuk, kakak sudah lapar." ucap Nathan sambil memeluk Dira dari samping.



Mereka pun terus berjalan menuju sebuah cafe yang ada di mall tersebut.



"Belanja nya nanti saja kalau kita sudah makan ya Yang." ucap Nathan.



"Iya sayang, tapi aku ngga mau beli apa-apa, soalnya masih ada stok di rumah." ucap Putri.



"Bener ngga beli apa-apa?" tanya Nathan.



"Benar kak, tapi aku minta beli ice cream saja ya kak." jawab Putri yang seperti anak kecil.



"Buat kamu apa sih yang ngga." ucap Nathan sambil tersenyum mengoda.



"Ya sudah kamu mau pesan apa?" tanya Nathan yang kini sudah duduk di sebuah cafe.



"Samain saja lah Yang." jawab Putri.



Selagi mereka duduk berdua sambil bercanda dan tertawa tiba-tiba seorang wanita memanggil mereka.



"Kalian? Kalian di sini juga." teriak Ayu.



"Mamah."



"Tante."



Ucap Nathan dan Dira bersamaan.



"Mamah sama siapa?" tanya Dira.



"Tuh sama tante Nisa, Farel dan Fani." jawab Ayu sambil menunjuk ke salah satu meja.



"Ya sudah kalau gitu, kita gabung aja ya mah." ucap Dira.



"Ya sudah ayo."

__ADS_1


__ADS_2