Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Wisuda


__ADS_3

Putri kini sudah berada di kamar nya, dia langsung merebahkan tubuh nya setelah membersihkan nya terlebih dahulu.



"Kak Farel sudah malam pertama belum ya? Gangguin ah." gumam Putri sambil meraih ponsel nya.



Putri yang belum tidur karena belum menghirup ketiak suami nya pun malah mau mengganggu acara malam pertama kakak nya.



"Iya dek?" tanya Farel sambil mengatur nafas nya.



"Waduh, seperti nya kakak lagi unboxing ni." gumam bathin Putri.



"Udah unboxing belum kak?" tanya Putri.



"Ini lagi tanggung, jadi jangan ganggu." ucap Farel.



"Ya di matiin, wah kakak ku ternyata gercep juga ya." gumam Putri sambil tersenyum karena membayangkan kakak nya yang lagi unboxing.



"Kenapa senyum-senyum sendirian Yang?" tanya Byan sambil naik ke atas tempat tidur.



"Baru selesai mengganggu kak Farel." jawab Putri.



"Kamu ini Yang, usil sekali." ucap Byan lalu berbaring di samping Putri.



Melihat suami nya sudah berbaring di samping nya, Putri langsung menghirup ketiak Byan sambil memeluk tubuh Byan dengan erat.



"Mau sampai kapan Yang kamu menghirup ketiak aku ini?" tanya Byan.



"Mungkin sampai lahiran." jawab Putri.



"Ya ampun jadi selama sembilan bulan mas harus terus begini." ucap Byan.



Ngga ada jawaban lagi dari Putri karena Putri sudah langsung terlelap.



"Kamu sudah tidur Yang? Capek ya? Kamu sehat-sehat ya nak? Jangan membuat mamah kamu repot." ucap Byan sambil mengelus perut Putri yang masih datar, lalu Byan pun ikut memejamkan kedua mata nya sambil memeluk erat tubuh sang istri.


*


*


Waktu pun terus berjalan, tak terasa kini saat nya Nathan dan Byan melaksanakan wisuda.


Keluarga Putri dan keluarga Byan pun kini sudah mulai sibuk karena mau diadakan resepsi pernikahan anak-anak mereka.



Mereka mengadakan acara ini secepat nya sebelum perut Putri membesar.



Walau pun dalam keadaan hamil muda dan lagi ngidam, Putri sangat antusias sekali dengan acara resepsi nya.



Kini Putri untuk sementara waktu tinggal di rumah kedua orang tua nya dulu bersama Byan.

__ADS_1



Putri ngga bisa jauh dari Byan, apalagi setiap kali dia tidur dia harus mencium ketiak suami nya itu.



Byan dengan penuh kesabaran selalu mengikuti kemauan istri nya.



"Sudah siap belum Yang?" tanya Byan pada istri nya yang lagi merias wajah nya.



"Sudah sayang." jawab Putri sambil berdiri dan menghampiri suami nya yang sudah berdiri di depan pintu kamar Putri.



"Semakin hari kamu semakin cantik sayang, aku jadi semakin mencintai kamu." ucap Byan sambil menatap wajah cantik Putri.



"Kamu juga semakin tampan mas." jawab Putri.



Byan pun mencium lembut pipi istri nya, begitu mau mencium bibir istri nya, Putri langsung menghindar.



"Kok menghindar sih Yang?" tanya Byan.



"Sayang, kamu lihat ngga, aku itu sudah rapih, nanti lipstik aku belepotan dan lama lagi untuk pergi." jawab Putri.



"Baiklah aku ngalah, ya sudah ayo kita berangkat." ucap Byan sambil menggenggam tangan Putri



Putri dan Byan pun keluar kamar dan turun ke bawah sambil saling menggenggam tangan.




"Dari dulu juga kan memang cantik, iya ngga pak?" ucap Putri yang kembali bertanya kepada Fadil.



"Iya dong." jawab Fadil sambil tersenyum.



"Pak, bu, kita berangkat ya." ucap Byan lalu mencium telapak tangan Fadil dan Nisa.



"Maaf ya nak, ibu dan bapak ngga bisa hadir di acara wisuda kamu, soalnya hari ini ibu mau menemui pihak wo sama menyiapkan yang lain nya untuk acara resepsi kalian besok." ucap Nisa.



"Ngga apa-apa bu," ucap Byan.



"Hati-hati ya nak." ucap Nisa sambil melihat kepergian anak dan menantu nya.



Sementara di rumah Byan, Raka, Ayu dan Dira sudah siap untuk pergi ke acara wisuda Byan, mereka sudah kelihatan rapih dan wangi.



"Nak, coba hubungi kakak kamu, sudah berangkat apa belum." ucap Ayu.



"Iya bu." jawab Dira lalu mengambil ponsel nya dari dalam tas yang sedang ia kenakan.



"Halo kak, udah berangkat belum? Tanya Dira.

__ADS_1



"Oh ya sudah kalau gitu kita langsung ke kampus aja ya." ucap Dira.lalu memutuskan panggilan nya.



"Gimana nak?" tanya Raka.



"Kakak sudah dalam perjalanan pah, katanya kita ketemu di kampus saja." jawab Dira.



"Ya sudah kalau gitu ayo kita berangkat, kalian sudah pada siap kan?" tanya Raka.



"Siap dong pah." jawab Dira.



Mereka bertiga pun langsung menuju mobil nya dan berangkat ke kampus Byan.


*


*


"Kak Nathan, nanti di kampus kakak aku bakalan ketemu sama kak Dira dong." ucap Nia.


"Iya dek, kan kakak nya kak Dira juga sahabat kak Nathan, dan kita wisuda hari ini." jawab Nathan.



"Bagaimana nak, ke depan nya kamu sudah siap meneruskan perusahaan papah?" tanya Anggar.



"Insya Allah siap pah, dan aku juga sudah siap kok untuk menikahi Dira." jawab Nathan.



"Kamu ini dek, udah kebelet ya." teriak Zila yang semalam nginap di rumah Anggar karena mau menghadiri acara wisuda adik laki-laki nya.



"Apa sih kak, aku cuma memberitahu papah, kalau aku juga sudah siap menikahi Dira." ucap Nathan.



"Iya nanti kita lamar Dira untuk kamu nak." ucap Ara.



"Asik nanti Nia ada teman nya di rumah." teriak Nia.



"Kak, kak Damar kapan pulang?" tanya Nathan.



"Minggu depan katanya dek, kenapa?" Zila pun balik bertanya.



"Ya kirain sekarang, berarti kak Damar nggak ikut dalam acara lamaran dong nanti." ucap Nathan.



"Ya ngga bisa dek, soalnya kerjaan kak Damar lagi banyak-banyak nya, tapi kalau misalkan nanti di acara pernikahan kamu,pasti diusahakan hadir, kamu tenang saja." ucap Zila.



"Ya sudah nanti kita bahas lagi masalah ini, sekarang kita berangkat, nanti keburu siang dan terlambat lagi." ucap Ara.



"Ya sudah ayo."



Semua nya kini sudah hadir di sebuah aula besar yang ada di kampus tersebut.


__ADS_1


Byan dan Nathan pun sedang siap-siap menunggu dirinya di panggil, sedangkan keluarga mereka sudah duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh pihak kampus.


__ADS_2