
""Kamu sekertaris baru di sini ya?" tanya Byan sambil mengambil berkas yang ada di tangan Sindy.
"Iya pak, nama saya Sindy." jawab Sindy.
"Oke Sindy, kamu sudah paham kan dengan kerjaan kamu di sini?" tanya Byan.
Alhamdulilah sudah pak." jawab SIndy.
"Ya sudah kalau begitu selamat bergabung, semoga betah kerja di sini, dan jangan macam-macam." ucap Byan sambil menyerahkan kembali berkas nya.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya." ucap Sindy.
Byan pun hanya mengangguk lalu kembali sama pekerjaan nya.
"Ya ampun pak Byan ternyata masih muda, seperti nya ngga jauh beda usia nya sama aku, tampan lagi, dia sudah punya kekasih belum ya." gumam bathin Sindy sambil berjalan ke ruangan nya.
"Ya sudah lah sudah jam makan siang, kalau begitu aku ke kantin saja dulu sekalian aku belikan makan siang buat pak Byan." gumam Sindy lalu pergi ke kantin.
Sindy pun dengan perasaan senang pergi ke kantin yang ada di area kantor tersebut,
Sindy memesan makanan buat dirinya dan Byan, dengan harapan Sindy bisa lebih dekat lagi dengan Byan.
*
*
"Nak kamu mau kemana bawa makanan?" tanya Ayu pada Putri yang sedang menenteng tupper ware.
"Mau ke kantor mas Byan mah, aku ingin makan siang bareng di kantor nya." jawab Putri.
"Kamu sudah telpon Byan nya belum?' tanya Ayu.
"Ngga mah, aku mau kasih surfrise." jawab Putri.
"Ya sudah, tapi kamu diantar pak sopir ya." ucap Ayu.
"Ia mah, kalau begitu aku pergi ya mah, takut mas Byan keburu beli makanan." ucap Putri lalu mencium telapak tangan mertua nya.
"Hati-hati nak." ucap Ayu.
"Iya mah," jawab Putri lalu pergi ke kantor Byan diantar pak sopir.
"Pasti mas Byan suka, sebentar lagi kita makan bareng papah ya nak." gumam Putri sambil mengelus perut nya.
Di sepanjang perjalanan Putri selalu tersenyum, hingga tidak terasa mobil pun sudah masuk ke halaman kantor Byan.
"Non, sudah sampai." ucap pak sopir menyadarkan lamunan nya.
"Oh sudah sampai ya pak, makasih ya pak, tapi bapak tungguin saya dulu, nanti saya hubungi lagi." ucap Putri sambil membuka pintu mobil.
__ADS_1
"Iya non, hati-hati non." ucap pak sopir.
"Iya pak." jawab Putri lalu pegi masuk kedalam kantor Byan.
"Permisi pak." ucap Sindy sambil mengetuk pintu ruangan Byan.
"Ya, masuk saja." jawab Byan.
Sindy pun masuk dengan makanan di tangan nya.
"Ada apa Sin?"tanya Byan yang tanpa melihat nya.
"Pak sekarang jam makan siang, sebaik nya bapak makan dulu." ucap Sindy sambil tersenyum.
"Terima kasih." ucap Byan tapi tetap masih fokus dengan kerjaan nya.
"Menjawab saja tanpa melirik sedikit pun, apa memang lagi sibuk banget ya." gumam bathin Sindy sambil menata makanan nya di atas meja.
Putri yang sudah berada di dalam kantor pun sedang berjalan diantar sama salah satu pegawai nya Byan.
"Hati-hati bu, pelan-pelan saja jalan nya." ucap karyawan yang mengantar kan nya.
"Iya, makasih ya mbak." jawab Putri.
Semua karyawan lama sudah mengetahui kalau Putri ini adalah istri nya Byan, karena waktu acara resepsi mereka semuanya ikut hadir.
"Ini bu ruangan nya."
Karyawan wanita yang mengantar Putri ke ruangan Byan pun kembali ke meja kerja nya.
Putri pun langsung membuka pintu ruangan tanpa mengetuk nya dahulu.
Byan yang masih mengerjakan semua berkas yang ada di hadapan nya pun langsung menoleh dan kaget melihat siapa yang baru masuk.
Sindy langsung menoleh ke arah Putri yang baru masuk, Sindi kaget melihat seorang wanita yang sedang hamil besar memasuki ruangan Byan.
"Sayang." panggil Byan sambil menghampiri Putri dan langsung memeluk dan mencium seluruh wajah nya.
"Sayang, kok pak Byan memanggil nya sayang." gumam bathin Sindy sambil menatap Putri dan Byan.
"Kamu sama siapa kesini sayang? Adik bayi ngga rewel kan?" tanya Byan sambil mengelus perut Putri.
"Aku kesini sendiri mas, Alhamdulilah dedek bayi nya ngga rewel." jawab Putri.
"Ayo kita duduk sayang." ajak Byan sambil memeluk Putri dari samping.
"Lo, mas, kamu sudah beli untuk makan siang?" tanya Putri.
"Ngga, itu tadi Sindy yang beli, oh iya sayang kenalkan ini Sindy sekertaris nya aku." ucap Byan.
__ADS_1
"Oh ini sekertaris kamu ya mas?" tanya Putri sambil menatap Putri dari atas sampai bawah.
Sedangkan Sindy yang di tatap pun merasa risih di buat nya.
"Sebenar nya siapa sih perempuan ini?" Sindy pun bertanya-tanya di dalam hati nya.
"Kenalkan saya istri nya pak Byan." ucap Putri sambil mengulurkan tangan nya.
"What! Jadi ini istri nya pak Byan? Jadi pak Byan sudah punya istri?" gumam bathin Sindy dengan wajah kaget nya.
"Sindy, kenalkan ini istri saya." ucap Byan membuyarkan lamunan nya.
"Eh, iya pak, maaf, saya Sindy bu." ucap Sindy sambil menerima uluran tangan dari Putri.
"Mbak sekertaris baru ya?" tanya Putri.
"Iya bu, maaf kalau begitu saya permisi." ucap Sindy.
"Jangan, mbak jangan pergi, kita makan siang bersama." ucap Putri sambil meletakan makanan yang dia bawa.
"Ngga bu, makasih, biar saya makan di meja saya saja." ucap Sindy.
"Di sini saja sama kita mbak, ngga apa-apa, lagian ini banyak kok makanan nya." ucap Putri.
"Tapi bu." Sindy pun berusaha untuk pergi ke ruangan nya karena merasa ngga enak.
Putri menatap Byan tanda meminta agar Byan memperbolehkan nya.
"Seperti nya istriku ini sedang curiga dan cemburu." gumam bathin Byan.
"Di sini saja Sin, temani kita, lagian kamu juga kan yang udah beli semua makanan ini." ucap Byan.
"Baiklah pak kalau begitu." ucap Sindy.
Putri pun seperti biasa mengambil kan makanan buat suami nya.
"Kita makan sepiring berdua saja Yang, kamu suapin aku." ucap Byan manja.
Putri pun mulai menyuapi Byan dengan tangan nya.
Mereka selalu bertatapan dan selalu melemparkan sebuah senyuman.
"Ya ampun mereka romantis sekali, untung aku segera tahu kalau pak Byan sudah punya istri, mana istri nya cantik dan baik lagi." gumam bathin Sindy.
"Mbak, ayo di makan, jangan di lihatin melulu, ngga bakalan kenyang." ucap Putri.
"I-iya bu." Sindy pun tergagap karena Putri membuyarkan lamunan nya.
Sindy pun selalu melirik ke arah pasangan suami istri yang mesra ini sambil makan.
__ADS_1
Sedangkan Byan menyandarkan kepala nya di pundak Putri sambil menyantap makanan yang diberikan Putri.
"Ya Allah, kenapa aku berada di posisi seperti ini, aku iri dengan kemesraan mereka ya Allah, kapan aku punya suami seperti pak Byan, udah lah tampan, kaya, romantis pula." gumam bathin Sindy.