Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Menyesal


__ADS_3

"Mampus aku, kenapa kamu ngga lihat-lihat dulu nak kalau mau melakukan sesuatu." gumam bathin pak Bagas.



"Ada lagi yang ingin bapak tanyakan?" tanya Raka dengan kedua tangan yang dia lipat di atas dada nya.



"Saya mohon pak, cabut laporan bapak untuk anak saya, dia anak saya satu-satu nya, saya ngga tega melihat istri saya yang terus-terus san menangis." ucap pak Bagas sambil memohon.



"Maaf pak, kalau bapak meminta saya untuk mencabut laporan, bapak salah sasaran, karena yang melaporkan bapak adalah Putri anak perempuan nya IRJEN Fadli." jawab



Betapa kaget nya pak Bagas begitu mendengar nama IRJEN Fadli.



"Apa! Jadi anak perempuan yang bersama Sandi itu anak nya IRJEN Fadli." teriak pak Bagas.



Siapa yang tidak kenal dengan IRJEN Fadli, dia adalah seorang polisi jujur, yang tidak bisa untuk di suap walaupun yang jadi tersangka nya adalah keluarga nya sendiri.



Fadli sangat menjungjung tinggi hukum di negara ini.



"Hancur sudah semua nya, mulai besok aku jadi gelandangan." gumam bathin pak Bagas.



"Menurut saya sekarang bapak siap-siap saja untuk memulai hidup baru, jadikan semua nya itu pelajaran hidup, kita diberikan harta yang berlimpah harus tetap rendah hati dan selalu bersyukur, jangan suka meremehkan hidup orang, karena kita ngga tahu ke depan nya kita akan bagaimana." ucap Raka.



"Baiklah pak Raka, kalau begitu saya permisi, terima kasih semua informasi nya." ucap pak Bagas sambil berdiri lalu pergi dengan langkah kaki yang sangat gontai.



Raka hanya memandang nya dengan tatapan kasihan, tapi mau bagaimana lagi semua itu karena sikap mereka sendiri, mereka yang sudah menyalah gunakan kekuasaan dan bersikap sombong.


*


*


"pah tolong secepat nya keluarkan aku pah." ucap Sandi sambil memohon sama pak Bagas.


"Maaf kan papah nak, seperti nya papah ngga bisa menolong kamu untuk keluar dari sini secepat nya."jawab pak Bagas dengan tatapan sedih nya.



"Papah sudah ngga sayang sama aku lagi, Papah sungguh tega membiarkan aku tidur di dalam sini, papah jahat." teriak Sandi sambil menatap tajam kearah pak Bagas.



"Plak." sebuah tamparan melayang mengenai pipi nya Sandi.



"Ini semua gara-gara kelakuan kamu, hidup kita hancur, kamu di penjara, perusahaan papah bangkrut, rumah beserta isinya dan juga semua kendaraan kita pun di sita Bank." ucap pak Bagas setelah menampar keras pipi nya Sandi.


__ADS_1


Sandi sungguh terkejut mendengar penuturan dari sang ayah sambil menyentuh pipi nya yang kena tamparan.



"Maksud papah? Apa hubungan nya masalah Sandi sama perusahaan papah?" tanya Sandi.



"Kamu tahu anak siapa Byan dan Putri?"tanya pak Bagas.



Sandi pun cuma menggeleng, karena memang selama ini Sandi tidak tahu silsilah keluarga mereka, yang Sandi tahu Byan adalah anak orang kaya sama seperti dirinya.



"Kamu sudah salah berurusan nak, karena Byan itu adalah anak nya pak Raka yang mempunyai beberapa perusahaan terbesar di setiap kota bahkan di manca negara, pak Raka adalah orang terkaya no satu di kota ini, dan Putri, perempuan yang hampir saja kamu nodai dia adalah anak nya IRJEN Fadil, kamu tahu kan mereka siapa?" ucap pak Bagas dengan wajah prustasi nya.



"Apa!" teriak Sandi, dan seketika itu juga Sandi terduduk lemah setelah mengetahui siapa mereka sebenar nya.



"Jadi maaf kan papah nak, bukan papah ngga mau berusaha mengeluarkan kamu dari sini, tapi kita berurusan sama orang-orang hebat dan jujur, jadi sampai kita sewa sepuluh pengacara terbaik pun kita tidak akan menang, karena kesalahan ada pada diri kamu semua nya." ucap pak Bagas sambil menepuk bahu Sandi.



"Maaf kan Sandi pah, ini semua gara-gara Sandi, Sandi akan menerima hukuman ini sampai selesai, tapi Sandi mohon papah dan mamah jangan buang Sandi." ucap Sandi sambil menangis dalam pelukan pak Bagas.



"Papah memaafkan kamu nak, tapi mulai sekarang kita sudah ngga punya apa-apa lagi, ya sudah kalau gitu papah pulang dulu, papah mau siap-siap untuk pindah" ucap pak Bagas.




"Papah sama mamah mau pindah ke rumah kakek dan menetap di sana, maaf kan papah sama mamah kalau kita berdua jarang menjenguk kamu." ucap pak Bagas.



"Iya pah, hati-hati dan bilang sama mamah jangan memikirkan Sandi, Sandi di sini baik-baik saja." ucap Sandi dengan tatapan sedih nya.



Pak Bagas pun melangkahkan kaki nya tanpa melihat kembali ke arah Sandi.



Sandi pun menatap punggung sang ayah dengan segala perasaan nya, sungguh Sandi sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan, bukan saja menghancurkan diri nya sendiri tapi dia sudah menghancurkan perusahaan ayah nya.



"Maaf kan Sandi pah, maaf kan Sandi mah, Sandi sangat menyesal." gumam Sandi sambil menatap punggung ayah nya yang mulai menghilang dari pandangan nya.



Sandi pun masuk kembali ke dalam ruangan yang sangat sempit yang hanya beralaskan tikar tipis.



Sandi terdiam dan merenung dengan semua yang sudah terjadi, sungguh dia baru sadar dan sangat menyesali nya.


*


*

__ADS_1


"Kak kita ada acara kampus dulu dan pulang nya pasti malam, jadi kakak pulang saja dulu nanti kalau acara nya sudah selesai aku telepon." ucap Putri yang kini sudah berada di parkiran.


"Ya sudah kalau gitu nanti hubungi kakak saja, soalnya kalau nungguin di sini kakak jenuh." ucap Byan.



"Iya kak, ya sudah kita masuk ke kelas dulu ya kak." ucap Putri dan Dira.



"Cium dulu dong Yang." bisik Byan pada Putri.



"Apa sih kak, ini di kampus." jawab Putri sambil berbisik juga.



"Berarti kalau di rumah boleh ya?" ucap Byan.



"Au ah, sudah ah aku mau masuk dulu." ucap Putri.



"Kak nanti saja, sekarang kak Putri nya harus masuk dulu." ucap Dira yang curiga dengan mereka yang saling berbisik.



"Ya sudah deh sana masuk, belajar yang bener." ucap Byan.



Putri dan Dira pun kembali masuk ke dalam kampus.



"Putri sama Dira belum keluar?" tanya Nathan.



"Katanya mereka ada acara dan pulang nya nanti malam." jawab Byan.



"Acara apa, tumben ada acara segala." ucap Nathan.



"Ya maklum lah mereka kan baru masuk, pasti ada acara lah, lo suka sama Dira?" tanya Byan.



"Ya, tapi seperti nya Dira sudah punya pacar, tapi gue berusaha terus untuk mendekati nya." jawab Nathan.



"Memang nya Dira sudah punya pacar?" tanya Byan sambil mengerutkan kening nya, karena setahu dia adik nya belum punya kekasih.



"Ya, kita bertemu pas malam minggu kemarin pas acara merayakan jadian nya Sandi dan Putri, oh iya dari kemarin gue ngga ngelihat Sandi, kemana ya tuh anak?" tanya Nathan.



"Entahlah." jawab Byan sambil masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2