Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Sayang Ngga Tuh


__ADS_3

"Cantik juga ternyata Dira ini ya." ucap Zila sambil menatap Dira.


"Kakak juga cantik." jawab Dira.


"Kamu tahu ngga Dir, Nathan itu gelisah sekali karena menyukai kamu tapi ngga bisa mengungkap kan nya." ucap Zila.


"Kak, apa sih, jangan buka aib orang dosa tahu." ucap Nathan dengan wajah kesal nya.


"Ini bukan aib dek, tapi kenyataan yang sebenar nya." ucap Zila sambil tersenyum.


"Terserah lah, sayang jangan dengarkan kak Zila ya, dia memang suka usil." ucap Nathan.


"Cie yang udah bisa panggil sayang, sayang ngga tuh." ucap Zila menggoda Nathan.


"Kak, bisa ngga sih ngga ganggu aku sekali saja." ucap Nathan.


"Siapa yang ganggu, Dir emang kakak ganggu kamu ya?" tanya Zila.


"Ngga kok kak." jawab Dira.


"Nah kan, Dira saja merasa ngga terganggu, kenapa kamu yang protes." ucap Zila.


Zila dan Nathan terus berdebat membuat Dira hanya tersenyum.


"Kakak kalian itu sudah pada dewasa, masih saja berantem." teriak Nia.


"Kita ngga berantem kok dek." ucap Nathan dan Zila bersamaan.


"Pasti ini kak Dira? Ternyata lebih cantik lihat langsung dari pada lihat poto nya." ucap Nia yang tanpa dosa.


Dira seketika menatap Nathan, seakan-akan dirinya minta penjelasan dengan poto yang di maksud Nia adik nya.


"Poto? Maksud adek, adek lihat kakak di poto?" tanya Dira.


"Iya kak, aku lihat semua poto kakak di ponsel nya kak Nathan." jawab Nia dengan nada santai.


"Semua? Memang nya banyak ya dek?" tanya Dira yang penasaran.


Nathan sudah memberi kode kepada Nia dengan mata nya, tapi Nia ngga mengerti dan ngga perduli.


Zila hanya tersenyum melihat wajah gelisah pada Nathan adik laki-laki nya.


"Mampus lo dek, belum tahu dia kalau Nia suka gacor." gumam bathin Zila sambil tersenyum.

__ADS_1


"Banyak kak, dan berbagai pose, bahkan ya kak ada pose kakak yang lagi." kalimat Nia terhenti karena Nathan membekap mulut nya Nia.


"Sudah cukup, kamu sudah banyak bicara." ucap Nathan.


"Emm, emm." ucap Nia sambil terus memukul-mukul tangan Nathan yang sedang membekap mulut nya.


"Kamu apakan adek kak?" tanya Ara yang baru pulang arisan.


"Ngga kok mah, kita lagi bercanda." jawab Nathan sambil melepaskan tangan nya.


"Bohong mah, kak Nathan sengaja menutup mulut Nia yang sedang berbicara dengan kak Dira." ucap Nia.


"Eh, ada Dira ternyata, maafkan kelakuan mereka ya nak." ucap Ara.


"Ngga apa-apa tante, apa kabar nya tan." ucap Dira lalu mencium telapak tangan nya Ara.


"Alhamdulilah baik, gimana orang tua kamu, sehat?" tanya Ara.


"Alhamdulilah sehat tante." jawab Putri.


"Syukur kalau pada sehat, Cucu mamah mana nak?" tanya Ayu pada Zila.


"Lagi tidur siang mah." jawab Zila.


"Iya tante, terima kasih." jawab Dira.


"Aku juga mandi dulu ya Yang." ucap Nathan.


"Iya kak." jawab Dira.


"Uh, yang udah punya ayang, mandi saja bilang ke ayang dulu, kita berdua ngga di anggap ya dek." ucap Zila.


"Iya kak Zila, kita bagaikan tidak terlihat oleh kak Nathan." ucap Nia.


"Ah sudah lah kalian ini suka nya menindas aku, Yang, jangan terlalu percaya sama apa yang di bicarakan mereka ya." ucap Nathan lalu pergi ke kamar nya.


"Ya gitu Dir kelakuan Nathan, dia itu selalu jaga jarak sama wanita, tapi pas dia melihat kamu dia langsung mempunyai rasa sayang dan takut kehilangan kamu, sampai-sampai dia selalu gelisah memikirkan kamu." ucap Zila.


"Masa sih kak." ucap Dira.


"Benar lo kak Dira, asal kakak tahu ya dari awal kak Nathan ketemu dengan kak Dira, kak Nathan sudah mengabadikan wajah kakak di ponsel nya." jawab Nia.


Sungguh Dira ngga menyangka dengan sikap Nathan kepada dirinya, ternyata Nathan sudah menyukai nya sebelum dia pun merasakan hal yang sama kepada Nathan.

__ADS_1


Zila dan Nia pun terus berbincang-bincang dengan Dira, kadang-kadang di selingi tertawa dari mereka bertiga.


*


*


Sore hari yang cerah dan indah, banyak orang-orang yang menghabiskan waktu nya bermain di taman atau pun yang masih pada di tempat kerja.


Berbeda dengan pasangan baru ini, Byan dan Putri sedang menikmati indah nya bercinta di sore hari.


Setelah Putri mendapat sedikit pencerahan dari mertua nya, Putri juga searching bagaimana cara melayani suami nya hingga suami nya senang dan bahagia selalu.


Maka dari itu sore ini Putri layak nya seorang wanita panggilan buat Byan, dia ingin benar-benar bisa memuaskan suami nya.


"Setelah kamu bangun kan adik kecil ku, sekarang kamu meninggalkan nya? Kamu harus bertanggung jawab sayang." ucap Byan sambil naik ke atas tempat tidur.


"Tanggung jawab apa? Aku kan ngga ngehamilin kamu Yang." jawab Putri santai.


"Kamu memang ngga hamilin aku Yang, tapi aku yang akan membuat kamu hamil." ucap Byan.


"Aku ngga mau melakukan nya kalau suami aku nya selalu bersikap ketus." ucap Putri.


"Aku ketus karena aku kesal sama kamu Yang, terus kesal juga sama tuh anak baru." ucap Byan.


"Memang nya kesal kenapa sama aku?" tanya Putri.


"Ya kamu ngga mau melayani aku lagi Yang." jawab Byan.


"Sayang dengarkan aku, aku minta maaf untuk masalah pagi tadi, tapi kamu juga harus nya mengerti dengan keadaan aku, kamu jangan asal mau dan harus mesti di turuti tanpa melihat keadaan aku bagai mana dan waktu nya kapan, aku juga akan ada saat nya melayani kamu dan meminta nya duluan kalau kondisi aku benar-benar fit, coba deh pikir, gimana kalau aku lagi dalam keadaan sakit, apa kamu akan terus minta dilayani?' tanya Putri sambil mengelus pipi Byan.


"Iya deh sayang, aku ngaku salah, mulai sekarang aku akan merubah dan mengerti keadaan kamu." jawab Byan.


"Nah gitu kan enak di dengar nya, ngga ketus seperti tadi." ucap Putri lalu mencium bibir Byan dengan rakus.


Byan sedikit kewalahan melayani Putri yang mendadak sangat liar itu.


"Hari ini aku akan melayani dan memuaskan kamu Yang." ucap Putri sambil naik keatas tubuh Byan.


Putri pun dengan sangat lihai melepaskan semua kain yang menempel pada tubuh Byan hingga lepas dari tubuh Byan.


Adik kecil Byan sudah menantang di sana membuat Putri ingin memainkan dan merasakan nya kembali.


Tanpa malu-malu lagi Putri melakukan apa yang dia lihat dari video yang Caca kirim.

__ADS_1


"Sayang aku suka kamu yang seperti ini." gumam Byan dengan mata terpejam merasakan kenikmatan yang di berikan Putri kepada dirinya.


__ADS_2