Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Temen jadi Demen


__ADS_3

Jam makan siang seperti biasa Putri dan Dira selalu berada di kantin untuk makan siang dan juga ngobrol bareng.



"Tadi berangkat sama siapa Put?" tanya Dira.



"Aku di jemput kak Sandi kak." jawab Putri.



"Cie sepertinya udah deket aja nih,." goda Dira sambil tersenyum.



"Apa sih kak, kita cuma temenan kok." ucap Putri yang malu-malu.



"Awal nya memang temenan tapi lama-lama bakal jadi demen." jawab Dira.



"Udah dong kak jangan goda aku lagi." ucap Putri.



"Hai, boleh gabung kan?" tanya Sandi sambil duduk di samping Putri.



"Boleh kok kak." jawab Putri.



"Kita boleh gabung juga kan?" tanya Byan sambil duduk di susul oleh Nathan.



Nathan terus mencuri-curi pandang pada Dira, sebalik nya Dira pun seperti itu.



"Ngapain juga lihat-lihat, males banget." gumam bathin Dira.



"Kamu dari kemarin ngga kelihatan Put? Kemana aja? Biasanya kalau pulang sama berangkat bareng kita." ucap Byan sambil menatap ngga suka sama Sandi.



"Aku diantar jemput kak Sandi kak, jadi ngga bareng kak Byan sama kak Dira.



Byan hanya mengangguk lalu mengambil ponsel nya dan mengetik sesuatu.



"Kakak tunggu di taman, ada yang mau kakak bicarakan." isi chat Byan lalau mengirimkan nya ke no Putri.



"Ya sudah kalau gitu aku keluar dulu sebentar ya, si Ilham mau pinjam catatan." ucap Byan lalu pergi meninggalkan mereka semua.



Ponsel Putri pun bergetar lalu membuka isi chat yang di kirim Byan.



"Ada apa sih kak, ngga bisa apa kita bicara nanti saja." gumam bathin Putri lalu menyimpan kembali ponsel nya.



"Chat dari siapa Put?" tanya Dira.



"Dari nyokap biasa." jawab Putri berbohong.



Dira pun mengangguk mengerti, "Aku ke toilet dulu ya Put?" ucap Dira sambil melirik sebentar kearah Nathan.



"Oke kak, hati-hati ya kak." ucap Putri sambil tersenyum.



"Kayak yang mau kemana aja." ucap Dira sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_1


"Aku kesana sebentar ya bro." ucap Nathan pada Sandi, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.



"Put kita kenal memang baru beberapa hari, tapi semenjak aku melihat kamu dari awal, aku sudah menyukai kamu, mau ngga kamu jadi pacar kakak?' tanya Sandi sambil menggenggam tangan Putri.



"Memang nya kakak ngga punya pacar gitu?" tanya Putri sambil menatap Sandi.



"Kakak jomblo, makanya kakak ingin kamu menjadi pacar nya kakak." jawab Sandi.



Putri pun terdiam dan berpikir untuk sementara, dia masih bingung antara menerima atau menolak nya.



"Bagaimana Put? Mau kan kamu jadi pacar nya kakak?" tanya Sandi sekali lagi.



"Mau." jawab Putri sambil mengangguk kan kepalanya.



"Terimakasih Put." ucap Sandi sambil mencium telapak tangan Putri dengan mesra.



Putri yang baru pertama kali di perlakukan seperti itu merasa bahagia sekali.



"Nanti malam kita jalan yuk?" ajak Sandi pada Putri.



"Kemana kak?" tanya Putri.



"Ya kita jalan-jalan saja sekedar makan dan nonton." jawab Sandi.



"Boleh kak, tapi pulang nya jangan terlalu malam." ucap Putri.




"Sekarang pulang jam berapa?" tanya Sandi.



"Udah selesai kok, soalnya dosen nya ngga masuk jadi kita pulang cepat." jawab Putri.



"Ya sudah kita sekarang mau kemana, mumpung masih siang." ajak Sandi.



"Memang nya kakak udah ngga ada kelas lagi?" tanya Putri.



"Ngga, udah selesai kok, makanya kakak ajak kamu jalan." jawab Sandi.



"Put, kakak masuk kelas dulu ya? Ada yang ketinggalan." ucap Dira sepulang dari toilet.



"Ya sudah kalau gitu Putri tunggu di parkiran ya kak." ucap Dira.



"Iya." teriak Dira dan langsung pergi dengan sedikit berlari ke kelas nya.



Tanpa sepengetahuan Dira Nathan dari tadi terus membuntuti Dira, Nathan sebenar nya suka sama Dira, tapi dia belum bisa mengungkapkan nya.



"Apa aku harus tanya kak Zila cara mendekati wanita, ah lebih baik aku tanya sama kak Damar saja" gumam bathin Nathan sambil terus mengikuti Dira.


*


*

__ADS_1


"Eh lihat mereka duduk bersama pacar kamu." ucap Cintya sambil menunjuk kearah Putri.


"Breng sek, harus di beri pelajaran anak baru itu." ucap Dela dengan penuh emosi melihat Sandi duduk di samping Putri.



"Sabar, tenang dulu, kamu jangan gegabah, kalau kamu lakukan itu sekarang yang ada kamu yang malu." ucap Cintya. Sambil menarik tangan Dela agar duduk kembali.



"Berarti gara-gara perempuan itu Sandi sekarang menjauhi aku." gumam Dela.



"Kita cari waktu yang pas dulu, baru bertindak, jangan melakukan hal yang bodoh." ucap Cintya.



"Eh, Nathan sama Byan juga ikut gabung bersama mereka lihat deh." ucap Caca.



"Ah benar-benar breng sek tuh anak, ngapain juga semua cowok idaman kita mereka deketin." ucap Cintya sambil mengepalkan tangan nya.



"Byan kok terlihat mesra ya sama perempuan di sebelah nya?" tanya Caca.



"Iya benar dan Sandi sama cewek yang ada di samping nya, lihat deh tatapan mereka, seperti mendamba banget." ucap Dela.



"Ini ngga bisa di biarin kita harus segera membuat rencana buat kedua anak baru itu, jangan sampai pria idaman kita di rebut mereka berdua." ucap Cintya.



"Eh lihat mereka pada pergi dan tinggal Sandi sama tuh cewek berdua." ucap Caca sambil melihat ke arah Sandi dan Putri.



"Breng sek tuh cewek, mau main-main dengan ku rupanya." gumam Dela dengan tatapan amarah nya.



"Mau kemana Byan?" gumam bathin Caca yang melihat Byan pergi keluar.



"Guys aku pergi keluar sebentar ya?" ucap Caca sambil berdiri.



"Mau kemana lo Ca?" tanya Dela.



"Ada urusan sebentar nanti juga balik lagi kok." jawab Caca.



"Ya udah hati-hati ya?' ucap Cintya.



"Sipz." ucap Caca sambil mengangkat jem\[ol nya lalu pergi meninggalkan mereka.


*


*


"Putri mana sih, kenapa dia ngga nyamperin." gumam bathin Byan sambil terus menatap ke arah pin masuk kampus.


"Hai By, lagi ngapain di sini? Tumben sendirian?" tanya Caca.



"Lagi pengen sendiri saja." jawab Byan cuek.



"By nanti malam ikut nongkrong bareng anak-anak yuk di cafe biasa." ajak Caca.



"Ngga ah males." jawab Byan singkat.



"Kenapa sih By, kamu ngga mau melihat kesungguhan hati aku sedikit saja, aku itu suka sama kamu By." gumam bathin Caca sambil terus menatap Byan, sedangkan Byan fokus ke ponsel dan pintu masuk kampus.



"Sandi sama Putri, apa mereka sudah jadian?" gumam bathin Byan sambil menatap Putri dan Sandi keluar dari kampus dengan bergandengan tangan.

__ADS_1



Hati Byan terasa sakit dan panas melihat Putri bergandengan tangan dengan Sandi yang jelas-jelas seorang playboy.


__ADS_2