
"Kak Byan kemana sih mah, sudah malam begini kok belum pulang?" tanya Dira.
Sebenar nya Dira ngga terlalu khawatir, karena memang sudah biasa bagi Dira kalau kakak nya belum pulang, tapi Dira melihat di mata Putri terlihat jelas kalau dia sedang khawatir karena Byan yang kini menjadi suami nya belum pulang juga.
"Kakak kamu tadi sih bilang mau." belum selesai Ayu melanjutkan kalimat nya sudah di potong oleh Raka.
"Mau menemui klien yang sudah terlanjur janji dengan papah, tapi papah ngga bisa karena tadi kan masih ada keluarga nya Putri." jawab Raka sambil memberi sedikit kode kepada Ayu istri nya.
"Malam-malam begini?" tanya Dira.
"Mungkin sebentar lagi juga pulang, kalau kalian mau istirahat, istirahat saja duluan." ucap Raka.
"Ya sudah kak, kita istirahat duluan saja, nanti juga kak Byan pulang." ajak Dira sambil menarik tangan Putri.
"Kalau begitu Putri istirahat duluan pah, mah." pamit Putri.
"Iya nak, kalian istirahat saja dan besok kalian jangan masuk kampus dulu, pulih kan dulu luka dan lebam nya." ucap Raka.
Putri dan Dira pun pergi meninggalkan Raka dan Ayu yang masih setia duduk di ruang keluarga.
"Pah, kenapa ngga bilang jujur aja sih sama mereka." ucap Ayu.
"Mah, papah takut nya mereka teringat kembali pada kejadian yang telah mereka alami, dan membuat mereka down." jawab Raka sambil membuka chat yang masuk ke ponsel nya.
"Chat dari siapa pah?" tanya Ayu.
"Ini dari Byan, katanya mereka sudah di masukan kebalik jeruji besi, dan sekarang Byan dalam perjalanan pulang." jawab Raka lalu menyimpan ponsel nya kembali setelah membalas chat dari Byan.
"Syukur deh, ya sudah kalau gitu ayo kita istirahat juga." ajak Ayu.
*
*
Kini Putri sedang berbaring di atas tempat tidur milik Byan yang sekarang sudah menjadi suami nya.
"Aku ngga menyangka kalau kita akan bersatu dalam ikatan suci ini, padahal kita sahabatan dari kecil, ternyata JODOHKU SAHABATKU sendiri." gumam Putri sambil tersenyum.
__ADS_1
Putri pun terus memikirkan kisah nya dengan Byan yang dari kecil sudah sahabatan hingga dia pun tertidur karena efek dari obat juga.
Sementara di kamar nya Dira, dia lagi melakukan panggilan dengan Nathan.
"Kakak masih di luar? Lagi ngapain sih kak? Ini sudah malam lo." ucap Dira sambil merebahkan tubuh nya di atas kasur.
"Tadi ada urusan sebentar kok." jawab Nathan yang kini sudah berada di kampus untuk mengambil motor nya kembali.
"Cepat pulang kak, kalau ngga pulang kakak jangan hubungi aku lagi." ucap Dira.
"Iya sayang, kakak ini mau pulang kok, kamu lagi ngapain? Sudah di minum belum obat nya?" tanya Nathan,
Dira yang mendengar kata-kata manis dan perhatian dari Nathan pun tersenyum lebar.
"Ini aku baru mau tidur, sudah tadi habis makan aku minum obat makanya sekarang ngantuk lagi." jawab Dira sambil menguap yang tertahan.
"Ya sudah kamu tidur ya? semoga mimpi indah ya sayang." ucap Nathan sambil tersenyum.
Dira anak kedua pasangan Raka dan Ayu, makanya dia selalu manja, apalagi semua orang termasuk kakak nya sangat memanjakan diri nya, tapi manja Dira ngga yang membuat dirinya sampai ngelunjak.
"Iya kakak ngga matiin, ya sudah kakak sambil bawa motor ya." ucap Nathan.
"Pakai handsfree ngga kak?' tanya Dira.
"Pakai dong sayang, ya udah kamu tidur saja." ucap Nathan.
"Hati-hati ya kak, kalau sudah sampai kasih tahu." ucap Dira.
"Iya sayang." jawab Nathan, lalu melajukan motor nya dengan bibir terus tersenyum mengingat Dira yang kini menjadi kekasih nya.
Dira pun sama, sambil memejamkan matanya dia mendengar suara motor Nathan yang sedang melaju hingga dirinya pun tertidur lelap.
__ADS_1
Byan pun kini sudah sampai dan masuk ke dalam kamar nya.
Pertama yang Byan lihat adalah sosok wanita yang dia sayangi sejak dari kecil.
Byan menatap wajah damai Putri, walaupun luka lebam yang masih terlihat di wajah nya, tapi tidak memudarkan kecantikan istri nya itu.
"Kamu sangat cantik kalau lagi tidur begini, kamu pasti nungguin kakak ya? Kamu tidur yang nyenyak ya sayang, mereka sudah kakak masukan kedalam penjara." gumam Byan sambil mengusap lembut pipi mulus Putri lalu mencium kening dan pipi Putri.
Byan pun terus menatap Putri hingga tatapan nya tertuju pada bibir mungil Putri, dengan sendiri nya Byan pun mendekatkan bibir nya ke bibir Putri.
Kenyal dan manis, itulah yang dirasakan Byan disaat bibir nya sudah menyentuh bibir Putri.
Byan sedikit melirik Putri karena takut istri nya itu terbangun, tapi mungkin karena efek dari obat maka Putri pun seperti tidak merasa terganggu dengan aktifitas Byan kepada dirinya.
Byan pun sedikit menggerak kan bibir nya hingga tangan nya pun tidak bisa diam.
Karena keris yang di miliki Byan sudah merespon dengan apa yang sudah dilakukan nya kepada Putri, Byan pun langsung melepaskan pagutan nya dan melepaskan genggaman nya kepada bukit kembar milik Putri.
"Ah, kenapa meski bangun sih, dia kan lagi datang bulan udah gitu tubuh nya lagi luka lagi." gumam Byan sambil turun dari kasur nya lalu pergi ke kamar mandi untuk memadamkan keris nya yang sudah menyala dari tadi.
Hai para readers jangan tanya kenapa keris nyala, coba kalian lihat keris mainan anak-anak pasti menyala karena di dalam nya ada lampu-lampu kecil.π€£
Sedangkan Putri yang sedang terlelap sebenar nya dia juga merasakan kehadiran Byan di samping nya, bahkan Putri pun mendengar apa yang sudah Byan ucapkan, tapi mata nya susah banget untuk dia buka seakan-akan matanya sudah di lem saja.
"Kak Byan, kakak sudah pulang?" gumam bathin Putri dalam tidur nya, karena entah kenapa mata dan bibir nya susah sekali untuk di gerakan.
"Kenapa aku ngantuk banget padahal aku bisa mendengar dan merasakan kedatangan kak Byan, apa ini semua efek dari obat yang di berikan kak Fani ya."
Putri pun terus berbicara di dalam hati nya hingga suatu benda yang kenyal nempel di seluruh wajah nya dan terakhir singgah di bibir nya.
"Apa semua ini hanya mimpi, atau kak Byan benar-benar menciumku, oh ternyata rasa nya ciuman itu seperti ini, seandai nya ini mimpi aku tidak mau bangun dulu, tapi kalau ini kenyataan bagaimana?"
__ADS_1
Hingga Putri pun dalam tidur nya kecewa karena Byan melepaskan ciuman nya.