
"Kak, seperti nya aku pulang bareng kak Putri ya? Soal nya kak Byan lagi ke kantor papah." ucap Dira.
"Kita pulang bertiga saja Yang." ucap Nathan.
"Kakak kan pakai motor, mana bisa muat kak." ucap Putri.
"Kata siapa? Kakak bawa mobil kok." jawab Nathan.
"Serius? Bukan nya kakak selama ini ngga pernah bawa mobil?" tanya Dira sambil menatap tak percaya pada kekasih nya itu.
"Demi kalian, tadi pagi Byan hubungin kakak, katanya kakak harus ngantar kalian pulang makanya kakak bawa mobil." jawab Nathan sambil nunjuk mobil nya.
"Ini siapa?" tanya Indra yang sudah berdiri di belakang mereka.
"Oh kamu Ndra, kenalkan ini kak Nathan." ucap Putri.
"Oh, jadi ini kekasih kamu itu?'" tanya Indra sambil menatap remeh.
Sebenar nya Indra pindah kampus bukan karena ayah nya yang pindah tugas, tapi dirinya terlibat perkelahian sesama mahasiswa hanya karena perempuan.
Watak nya dari jaman sekolah menengah pertama pun sudah brutal, apapun yang dia ingin kan dia harus mendapat kan nya.
Nathan yang mendengar ucapan dari Putri pun kaget lalu menatap Putri dengan penuh tanda tanya.
Putri memberi kode pada Nathan dengan lirikan mata nya.
"Kalau iya kenapa? Maaf ya Ndra, aku ngga bakalan menggeser status kamu, jadi cari perempuan lain saja yang ingin singgah di hati kamu, di kampus ini banyak kok cewek cantik bahkan lebih cantik dari aku." ucap Putri.
"Ngga, aku mau nya kamu, hanya kamu." ucap Indra sambil menatap tajam ke arah Putri.
"Hai lo anak baru kan? Jadi lo jangan sok kecakepan deh, Putri itu sudah ada yang punya, jadi lo jangan ganggu dia." ucap Nathan.
"Sebelum janur kuning melambai dia masih milik bersama." ucap Indra.
"Janur kuning memang belum melambai, tapi dia sudah punya surat." ucap Nathan yang langsung terdiam karena mulut nya di bekap Dira.
"Surat apa? Gue ngga takut kalau cuma punya surat doang." ucap Indra.
"Sudah cukup, mending kita pulang saja." ucap Putri.
"Kamu pulang sama aku saja." ucap Indra sambil menarik tangan Putri.
__ADS_1
"Lepaskan tangan nya." teriak Nathan sambil menarik tangan Indra.
"Kalian masuk ke mobil, biar dia urusan aku." ucap Nathan.
Putri dan Dira pun naik ke dalam mobil yang ada di depan mereka.
"Lo anak baru jangan sok jago di sini, lo belum tahu siapa gue, jadi jangan macam-macam." ucap Nathan lalu masuk ke dalam mobil.
"Brengsek, awas lo, jangan mentang-mentang lo senior di sini, gue ngga takut." gumam Indra sambil menatap mobil Nathan yang sudah melaju.
"Kenapa ngga langsung bilang saja sih kalau kamu udah nikah?" tanya Nathan sambil melajukan mobil nya.
"Bilang pun percuma kalau kak Byan nya ngga ada, cowok seperti itu ngga bakalan mudah percaya." jawab Putri.
"Dia masih baru saja udah gitu ya gaya nya, apalagi kalau sudah lama, jangan-jangan dia pindah juga karena bermasalah di kampus nya yang dulu." ucap Dira.
"Seperti nya iya deh, kalian hati-hati ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku atau Byan, terus ponsel kalian jangan lupa untuk di isi daya." ucap Nathan mengingatkan Putri dan Dira.
"Iya kak." jawab mereka berdua serempak.
"Ya sudah kita langsung pulang atau mau kemana dulu?" tanya Nathan.
"Pulang saja lah, ngga enak juga kita kalau mampir-mampir tanpa izin dari kak Byan." jawab Putri.
"Ya iya lah, kan sekarang sudah ada imam nya, kamu juga nanti kalau jadi istri aku, kamu harus selalu izin sama akau ya Yang kalau mau kemana-mana?" ucap Nathan.
"Kalau ngga jadi gimana?" tanya Dira.
"Harus jadi dong Yang, tunggu aku selesai kuliah ya, baru aku akan melamar kamu." ucap Nathan.
"Duch, aku berasa obat nyamuk diantara nyamuk yang lagi bermesraan." ucap Putri.
"Kayak kakak ipar ngga suka bermesraan aja." ucap Dira.
"Iya deh ngaku kalah, ya udah aku keluar duluan ya? Lama-lama bareng kalian takut kangen kak Byan." ucap Putri sambil membuka pintu mobil nya karena memang mereka sudah sampai di depan rumah.
"Apa hubungan nya?" tanya Dira.
"Karena lihat kalian bermesraan terus, nanti aku juga kepengen kan?" ucap Putri.
"Wah mentang-mentang udah belah duren, sekarang omongan nya menjurus aja." ucap Dira, tapi ngga sampai Putri mendengar nya karena sudah berjalan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Memang nya mereka sudah melakukan malam pertama Yang?" tanya Nathan.
"Tanya aja sendiri, kenapa nanya sama aku, aku kan ngga tahu." jawab Dira.
"Nanti kalau kita menikah, kamu mau bulan madu kemana Yang?" tanya Nathan sambil menggenggam erat tangan Dira.
"Kemana saja yang penting bulan madu nya sama kakak." jawab Dira sambil tersenyum.
"Yang, kalau lagi berdua begini jangan panggil kakak dong, aku kan calon suami kamu bukan kakak kamu." protes Nathan.
"Terus aku harus manggil apa dong?" tanya Dira
"Ya panggil yang mesra napa." jawab Nathan.
"Apa ya?" gumam Dira sambil sok lagi mikir.
"Ya ampun Yang, cuma manggil aku dengan mesra aja mesti mikir dulu." ucap Nathan sedikit cemberut.
"Is kamu kalau lagi cemberut seperti ini lucu deh Yang." ucap Dira sambil mencubit pelan pipi Nathan.
"Apa Yang? Kamu barusan bilang apa?" tanya Nathan dengan wajah berbinar.
"Aku bilang kalau kamu lagi cemberut begini lucu." jawab Dira.
"Bukan yang itu Yang? Coba kamu ulang yang lengkap kayak yang tadi." ucap Nathan.
"Yang mana dong sayang ku cintaku my hunny my swety, my future husband." ucap Dira seperti yang sedang merayu anak kecil.
"Ah meleleh hati abang kalau selalu di panggil begitu." ucap Nathan sambil tersenyum.
Dira pun menatap wajah tampan Nathan dengan bibir tersenyum.
Nathan pun kembali menatap wajah cantik pujaan hati nya dengan penuh kemesraan.
Nathan mendekatkan wajah nya ke wajah Dira, Dira hanya diam sambil terus menatap Nathan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, bibir mereka pun sudah saling bersentuhan, mereka hanya diam saling merasakan kehangatan dari bibir masing-masing.
Dira pun memejamkan kedua mata nya, membuat Nathan ingin merasakan nya lebih lama lagi, Nathan mulai menggerak kan bibir nya lalu sedikit menggigit bibir Dira hingga membuat Dira membuka mulut nya.
Nathan tidak membuang kesempatan, dirinya langsung mengabsen deretan gigi Dira gerakan lembut.
__ADS_1
Dira pun terbuai hingga dirinya melupakan dimana sekarang berada.
"Kak Dira, buruan keluar mamah nanyain tuh." teriak Putri sambil mengetuk kaca mobil Nathan.