Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Saling Menggoda


__ADS_3

"Kak Dira belum pulang mah?" tanya Putri.



"Belum nak, ya sudah kalau gitu kita makan saja, paling sebentar lagi juga pulang." jawab Ayu.



"Memang nya adek kemana mah?" tanya Byan.



"Tadi kata Putri mau ke rumah nya Nathan dulu." jawab Ayu sambil menyiapkan makan untuk suami nya.



Putri pun mulai menyiapkan makan untuk suami nya, setelah beberapa minggu menjadi seorang istri, kini Putri sedikit-sedikit mulai paham untuk mengurus suami nya dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar.



"Makasih sayang." ucap Byan sambil mengambil piring yang sudah berisi makanan dari tangan nya Putri.



"Alhamdulilah, rupanya Putri sudah paham dengan ucapan ku tadi, sehingga mereka terlihat mesra lagi, dan seperti nya Putri sudah menjalani kewajiban nya sebagai istri." gumam bathin Ayu sambil menatap rambut mereka berdua yang kelihatan masih basah itu.



"Kenapa mah?" tanya Raka.



"Ngga apa-apa pah, ya sudah ayo kita makan saja." jawab Ayu.



"Selamat malam semuanya." ucap Dira sambil tersenyum manis.



"Malam juga sayang, kamu tepat waktu, ayo kita makan." ucap Ayu.



"Roman-roman nya lagi bahagia ni." ucap Byan sambil menatap wajah Dira adik nya.



"Harus bahagia dong." ucap Dira lalu duduk bergabung dengan keluarga nya.



"Hangat ya dek pakai jaket nya Nathan, terasa lagi di peluk orang nya." ucap Byan.



"Apa sih kak, tadi kan dingin, jadi aku pinjam jaket nya kak Nathan." jawab Dira.



"Sudah-sudah, kalian ini selalu saja berdebat, Yan, setelah makan papah tunggu di ruang kerja." ucap Raka.



"Iya pah." jawab Byan.


*


*


"Yang, aku ke ruang kerja dulu ya." ucap Byan karena mereka sudah selesai makan malam.


"Iya kak." jawab Putri singkat.



Byan pun meninggalkan Putri bersama ibu dan adik nya, Byan tahu kalau papah nya sudah menyuruh dia ke ruang kerja berarti ada hal yang penting yang akan di bicarakan.



"Kakak ipar, sambil menunggu kak Byan selesai dengan urusan nya bersama papah, bagaimana kalau kita cerita-cerita dulu di kamar aku." ucap Dira.


__ADS_1


"Boleh juga, ayo." ucap Putri.



"Ya sudah kalau begitu mamah masuk kamar juga ya, dari pada diam sendirian di sini." ucap Ayu.



Kini Putri dan Dira sedang berada di kamar nya Dira.



"Cie yang udah ngasih jatah, sampai-sampai wajah kaka Byan berseri-seri begitu tadi." goda Dira.



"Apa sih kak." ucap Putri sambil tersipu malu.



"Udah jujur saja lah kak, cerita dong kak pas malam pertama gimana rasa nya, biar nanti pas aku sudah nikah sudah tahu harus bagaimana." tanya Dira.



"Ya ngga gimana-gimana kak, yang terjadi ya terjadilah." jawab Putri.



"Tapi ngga sakit kan kak? Katanya kan sakit kalau untuk pertama kali nya." tanya Dira kembali.



"Ya sakit sih, tapi cuma sebentar doang kok, habis itu ketagihan deh." jawab Putri.



"Oh gitu ya kak, terus tadi pagi kenapa dengan kalian berdua? Apa karena kak Byan ngga dikasih jatah?" tanya Dira.



"Ya begitulah laki-laki, kadang-kadang mereka itu tidak puas kalau hanya melakukan nya satu kali." jawab Putri.



"What! Jadi lebih dari satu kali dong kak?" tanya Dira dengan wajah kaget nya.




"Gila, masa harus lebih dari satu kali, ngeri juga ngebayangin nya." ucap Dira sambil bergidik.



"Ngga usah di bayangin, di rasakan saja nanti." ucap Putri.



"Berarti kakak ipar sudah ngasih jatah lagi dong ya sama kak Byan? Soalnya kalian terlihat mesra lagi dan rambut kalian juga masih pada basah." tanya Dira.



"Stop, jangan di bahas lagi, sekarang giliran aku yang tanya, gimana sama kak Nathan?" tanya Putri.



"Seperti nya kak Nathan mau langsung melamar aku setelah wisuda nanti." jawab Dira.



"Wah, selamat ya kak." ucap Putri dengan wajah bahagia nya.



"Belum kakak ipar, ini baru rencana." ucap Dira.



"Tapi itu rencana yang baik, pasti mulai ketagihan sama ciuman nya kak Nathan." ucap Putri.



"Apa sih kakak ipar ini, ngga lah." ucap Dira dengan wajah malu-malu nya.

__ADS_1



"Gimana? Enak kan rasa nya bikin nagih, apalagi nanti kalau kak Dira sudah menyerahkan semua nya, beuh jangan di tanya lagi pasti deh rambut kak Dira basah tiap hari." ucap Putri yang kini berbalik menggoda Dira sahabat nya yang kini menjadi adik ipar nya.



"Kamu kenapa jadi mesum begini sih?" tanya Dira yang ngga habis pikir dengan ucapan Putri saat ini.



Putri dan Dira memang dari dulu suka saling cerita masalah apapun termasuk masalah pribadi mereka, jadi sudah ngga ada yang bisa merea tutupi lagi.



"Entahlah, tapi kak Dira juga pasti begini kalau kak Dira sudah menikah nanti." ucap Putri.



"Ngga akan, aku ngga akan seperti kakak ipar.' ucap Dira.



"Kita lihat saja nanti." ucap Putri sambil tersenyum.



"Sudah lah kita tidur, kak Byan pasti lama kalau sudah masuk ke ruang kerja." ucap Dira.



"Pasti pembicaraan yang sangat penting ya?" tanya Putri.



"Iya, kalau kita sudah di panggil ke ruang kerja nya ayah, pasti ada hal yang sangat penting yang akan ayah bicarakan." ucap Dira.



"Kalau begitu aku numpang tidur di sini ya kak." ucap Putri.



"Iya, kan biasa nya juga kalau nginap suka tidur di sini, aku kan kangen juga tidur sama kamu eh salah kakak ipar." ucap Dira sambil tertawa.



"Biasa aja kali kak." ucap Putri.



Mereka berdua pun terus berbincang-bincang sampai akhir nya mereka terlelap dan masuk ke alam mimpi masing-masing.



"Akhir nya selesai juga pembicaraan nya." gumam bathin Byan sambil terus berjalan menuju ke kamar nya.



Perlahan Byan membuka pintu kamar nya, karena takut mengganggu tidur Putri, begitu pintu terbuka Byan pun kaget karena tidak menemukan Putri di tempat tidur nya.



"Kamu kemana sayang." gumam Byan sambil mencari Putri ke ruang kamar mandi.



"Apa dia ada di kamar nya Dira, ya pasti ada di sana." gumam Byan lalu pergi ke kamar Dira.



Perlahan Byan membuka pintu nya dengan harapan Dira tidak mengunci nya dari dalam.



"Alhamdulilah ngga di kunci." gumam bathin Byan sambil masuk ke dalam kamar Dira.



"Nah benar kan ada di sini, sayang kita pindah yu, ke kamar kita." bisik Byan lalu menggendong Putri ala bridal style dan membawa nya ke kamar mereka.



Perlahan Byan pun membaringkan Putri lalu dirinya ikut berbaring danmemeluk erat sang istri.

__ADS_1



Semenjak menikah Byan ngga bisa tidur tanpa memeluk istri nya, jadi kalau istri nya tidur di kamar adik nya, Byan akan merasa tersiksa dan ngga bakalan bisa tidur.


__ADS_2