Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Makan Bersama


__ADS_3

"Akhir nya kita jadi sarjana." ucap Byan sambil memeluk Nathan sahabat nya.



Keluarga Nathan dan keluarga Byan pun menghampiri mereka dan memberikan ucapan sambil memeluk mereka masing-masing secara bergantian.



Mereka berdua menerima ucapan dari keluarga mereka dan tentu nya ucapan dari pasangan mereka.



"Selamat ya mas." ucap Putri lalu memeluk dan mencium seluruh wajah Byan.



"Hadiah nya mana Yang?" tanya Byan.



"Hadiah nya nanti malam ku kasih servis full." bisik Putri yang membuat Byan tersenyum bahagia.



"Selamat ya kak." ucap Dira sambil mencium telapak tangan Nathan lalu mencium pipi kiri dan pipi kanan Nathan.



Ingin sekali Nathan mencium bibir Dira yang merah itu, tapi dia masih sadar dimana sekarang dia berada.



"Makasih ya Yang, kamu sangat cantik sekali." ucap Nathan.



"Maaf ya kak, aku ngga bisa ngasih apa, hanya ini yang bisa aku kasih." ucap Dira sambil memberikan sebuah kotak hitam kepada Nathan.



Nathan pun mengambil nya dengan perasaan yang sangat bahagia, karena baru kali ini Dira memberi nya sesuatu.



"Makasih Yang, kamu sudah hadir saja, aku sudah bahagia." ucap Nathan.



"Lo wisuda ngga wisuda, adik gue pasti datang, kan gue kakak nya yang wisuda." ucap Byan.



"Oh iya ya." ucap Nathan sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.



Semua nya pun tertawa melihat kelakuan Byan dan Nathan.



"Bagaimana kalau kita rayakan keberhasilan kalian dengan makan -makan, dan yang bayar nya papah sama om Raka." ucap Zila sambil tersenyum.



"Bilang aja kakak sudah lapar." ucap Nathan.



"Ah, adik tampan ku ini selalu mengerti dengan keadaan kakak nya." ucap Zila.



"Kenapa yang bayar harus papah dan om Raka? Harus nya yang bayar kamu kak." ucap Anggar.



"Ya papah, sama anak sendiri pakai itung-itungan segala." ucap Zila.



"Sudah, biar om yang traktir, ayo." ucap Raka.



"Tuh pah, contoh om Raka." ucap Zila.



"Maaf kan ZIla pak, dia memang sering bercanda." ucap Ara yang merasa ngga enak.



"Santai saja bu, saya juga paham kok." jawab Raka.



"Ya sudah ayo kita berangkat." ucap Ayu.



"Pah, aku ikut mobil Byan saja ya." ucap Nathan.

__ADS_1



"Alah dek, paling juga kamu ingin berduaan sama Dira." ucap Zila.



"Apa sih kakak ini."



"Sudah lah kak, biarkan saja, kayak kakak ngga pernah muda saja." ucap Ara.



"Bener tuh mah." ucap Nathan.



"Mulai di belain."



"Sudah-sudah, kalian mau makan apa berdebat?" tanya Anggar.



Zila dan Nathan pun langsung terdiam dan masuk ke dalam mobil.



"Kak Dira, aku ikut sama kakak ya." teriak Nia.



"Boleh sayang, ayo." jawab Dira.



"Lo dek, kamu bareng papah aja." ucap Nathan.



"Ngga, aku mau bareng kak Dira." teriak Nia.



"Sukurin ngga jadi berduaan." teriak Zila dari dalam mobil.



"Sudah lah kak, biarkan saja." ucap Dira.




Mereka pun langsung melajukan masing-masing mobil nya untuk pergi ke sebuah restoran ternama.


*


*


Semua nya di jamu dengan baik oleh pihak restoran, karena mereka semua tahu siapa Raka.


Sambil menyantap makanan nya mereka sedikit berbincang mengenai hubungan Nathan dan Dira.



"Pak Raka, bagai mana kalau dalam waktu dekat ini saya berkunjung ke rumah bapak untuk melamar putri bapak yang bernama Dira untuk anak saya Nathan?" tanya Anggar.



"Silahkan saja pak, pintu rumah saya terbuka lebar buat keluarga kalian." jawab Raka.



"Terima kasih pak, nanti saya kabar kan lagi kalau kami sudah siap untuk berkunjung ke rumah bapak." ucap Anggar.



"Kami akan sellau menunggu kedatangan keluarga bapak." jawab Raka.



"Sayang makan dulu ya?" ucap Byan.



"Aku mau rujak." jawab Putri.



"Nanti kita beli tapi sekarang kamu harus makan dulu." Byan pun terus merayu istri nya agar mau makan.



"Ngga mau, pokok nya aku mau makan rujak." Putri kekeh dengan pendirian nya.



"Kenapa nak?" tanya Ayu.

__ADS_1



"Ini mah Putri ngga mau makan, malah mau makan rujak." jawab Byan.



"Nak, kamu boleh makan rujak, asal kamu makan nasi dulu ya? Kamu ngga kasihan apa sama anak kamu, dia juga lapar, kalau langsung dikasih rujak nanti bayi nya kaget kepedesan." bujuk Ayu.



"Gitu ya mah, tapi aku ingin makan rujak." ucap Putri.



"Iya nanti habis makan nasi kamu boleh makan rujak, jangan sampai kamu habis makan rujak terus sakit, kan kalian mau mengadakan acara resepsi besok." ucap Ayu.



"Baiklah mah, aku makan sekarang." ucap Putri.



Semua nya pun tersenyum melihat Ayu yang pintar membujuk Putri untuk makan.



"Sayang kalau kamu hamil harus banyak makan nasi ya? Jangan banyak makan rujak." ucap Nathan pelan.



"Memang nya itu semua kemauan yang hamil? Itu semua bawaan bayi yang di dalam kandungan kak." jawab Dira pelan.



"Oh gitu ya sayang, ya aku berdo\*a saja lah biar nanti kamu ngga banyak makan rujak." ucap Nathan.



"Memang nya Dira mau jadi istri kamu dek?" tanya Zila yang sempat mendengar obrolan mereka berdua.



"Kakak ini selalu aja ikut nimbrung." ucap Nathan dengan wajah kesal nya.



"Ya kan kakak cuma nanya doang dek."



"Kalian itu ya, ngga dimana-mana selalu saja berdebat," ucap Ara sambil menggelengkan kepala nya.



"Kakak yang mulai mah." ucap Nathan.



"Aku kan cuma nanya mah, tadi adek bilang kalau Dira ham, em." ucapan Dira terhenti karena bibir nya di bekap oleh Nathan.



"Kak, diam, kalau ngga diam aku telepon kak Damar sekarang." ancam Nathan.



Ya begitulah tingkah Zila dan Nathan, selalu saja berdebat, dari hal kecil sampai hal yang terbesar mereka debatin, tapi kalau ada Damar suami nya Zila, ZIla ngga berani, karena Damar selalu menasehati nya.



Perdebatan seperti itu sering mereka berdua lakukan, tapi sebenar nya mereka itu saling menyayangi satu sama lain.



"Selalu saja ancaman nya bilang kak Damar, ngga asik kamu dek." ucap Zila.



"Kakak, adek stop, kalian ngga malu apa sama keluarga pak Raka." ucap Anggar sambil menatap mereka berdua.



"Ngga apa-apa pak Anggar, justru momen seperti ini yang saya suka, di rumah juga Byan sama Dira seperti itu kok." ucap Raka.



"Ah, aku suka sekali sama pak Raka." ucap Zila.



"Kakak." teriak Anggar, Ara dan Nathan, mereka bertiga ngga enak dengan Ayu istri nya Raka.



Sedangkan Raka dan Ayu hanya tersenyum melihat kelakuan Zila.



Putri dan Byan tidak memperdulikan keributan mereka.


__ADS_1


Mereka berdua santai menikmati makanan nya sambil saling menyuapi hingga makanan mereka yang ada di piring habis tak bersisa.


__ADS_2