
"Kamu sudah siap Yang?" tanya Byan setelah membuka selimut dan melihat tubuh seksi Putri.
"Siap apa? Aku cuma coba aja pakai baju ini nyaman ngga nya." jawab Putri sambil kembali menutupi nya dengan selimut.
"Sudah jangan di tutup lagi, aku sangat suka kalau kamu tidur pakai baju seperti ini, tapi kalau keluar dari kamar jangan coba-coa memakai nya." ucap Byan sambil membuka kembali selimut yang di pakai Putri.
Karena malu dan belum terbiasa Putri pun menutupi dada dengan kedua tangan nya dengan wajah yang sudah memerah.
"Jangan di tutupi lagi, karena semua yang ada pada dirimu sekarang sudah menjadi milikku." ucap Byan sambil menaraik tangan Putri.
Terlihat lah dua bukit kembar yang berukuran sedang dan padat yang sangat menggoda membuat jakun Byan turun naik dan ingin segera mencicipi nya.
"Apa kamu sudah selesai?" tanya Byan dengan mata yang sudah berkabut gairah.
Putri pun hanya mengangguk sambil menahan rasa malu.
"Kamu cantik kalau pakai baju ini, kalau bisa setiap malam kamu memakai nya." ucap Byan lalu mendekatkan bibir nya ke bibir Putri.
Bibir mereka pun kini sudah menempel dan saling memberikan kehangatan.
Byan sedikit menggerakkan bibir nya lalu sedikit menggigit bibir Putri agar Putri membuka ruang untuk menjelajah di setiap deretan gigi nya.
Putri pun menikmati cumbuan dari Byan dengan memejamkan kedua mata nya, Putri memang belum pintar dalam ciuman, tapi naluri nya mendorong untuk ikut menggerakan dan membalas ciuman dari Byan suami nya.
Merasa ciuman nya di balas Byan pun semakin liar mencumbu bibir Putri, tangan Byan pun sudah mulai menyentuh semua yang ada pada tubuh Putri.
Pertama yang Byan jelajah adalah bukit kembar nya milik Putri, hingga membuat Putri merasakan getaramn-getaran di tubuh nya yang belum pernah dia rasakan.
Senjata Byan pun sudah on semenjak bibir nya bertemu dengan bibir Putri.
Kamar mereka hening dan hanya menyisakan suara cecapan dari bibir mereka.
"Buka ya Yang?" tanya Byan sambil menatap Putri dengan tatapan sendu, Putri hanya mengangguk, dia ngga bisa berkata-kata lagi karena dirinya sedang merasakan getaran yang seperti aliran listrik di tubuh nya.
Byan pun membuka semua yang melekat pada tubuh Putri hingga terlihat dengan jelas dua bukit kembar yang putih dan padat itu lebih menggoda dari sebelum nya.
Byan pun langsung menenggelamkan wajah nya keatas dua bukit kembar itu lalu bermain-main di sana.
__ADS_1
Kini Byan pun sudah melepaskan semua yang melekat pada tubuh nya dan siap untuk menyambangi stasion Putri.
Begitu si botak mau masuk ke stasion, terdengar suara Putri.
"Aku takut." ucap Putri sambil menatap Byan.
"Tenang sayang, memang ini sedikit sakit, tapi cuma sebentar kok." ucap Byan lalu mencium kembali bibir Putri untuk menghilangkan rasa ketakutan nya.
Si botak pun masuk secara perlahan, dengan susah payah si botak berusaha masuk ke stasion.
Setelah tiga kali percobaan, akhir nya si botak berhasil masuk ke stasion nya Putri dan membuat Putri sedikit menjerit dan mengeluarkan air mata nya.
Byan pun menghentikan si botak sebentar sampai Putri merasa nyaman.
"Lanjutkan saja sayang." ucap Putri yang tanpa sadar dirinya pun memanggil Byan dengan panggilan sayang.
"Yakin? Tapi kalau kamu masih merasakan sakit, aku stop saja ya?" tanya Byan.
"Ngga, lanjutkan saja," jawab Putri yang memang sudah ingin merasakan nya.
"Baiklah, tapi kalau sakit lagi bilang saja ya." ucap Byan, dan Putri pun hanya mengangguk saja.
"Terima kasih sayang, kamu sudah menjaga nya selama ini." ucap Byan lalu mencium lembut kening Putri.
"Mulai sekarang semua yang ada pada diriku mlik kamu sayang." ucap Putri sambil tersenyum.
"I Love You My Wife." ucap Byan sambil tersenyum.
"I also love you my best friend who is now my husband." jawab Putri sambil tersenyum.
"Iya ngga nyangka ya, kita sahabatan dari kecil dan sekarang kita malah jadi pasangan suami istri." ucap Byan.
"Kita tidak akan tahu hati kita akan berlabuh pada siapa, dan aku sangat bahagia sekali ternyata hati ku berlabuh pada sahabatku sendiri." jawab Putri.
Mereka berdua pun tersenyum dan saling menatap
Byan pun kembali mendekatkan bibir nya ke bibir Putri.
__ADS_1
"Sekali lagi ya sayang." ucap Byan yang sudah mulai on lagi.
"Tapi aku takut sakit lagi Yang." jawab Putri.
"Ngga, aku jamin, kamu malah akan kembali menikmati nya." jawab Byan lalu naik ke atas tubuh Putri, dan akhir nya terjadi lagi yang ke dua kali nya hingga mereka pun tertidur karena kelelahan.
*
*
Pagi hari semua nya sudah bangun karena mau melakukan aktifitas pagi hari, berbeda dengan pasangan yang baru menginjak sepuluh hari itu, orang lain sudah duduk manis di meja makan, sedangkan mereka baru membuka mata nya.
"Pagi sayang." ucap Byan sambil tersenyum menatap wajah bantal istri nya.
"Pagi, jam berapa sekarang?" tanya Putri sambil melirik ke arah jam yang ada di kamar Byan.
"Ya ampun sayang, ini sudah jam nya untuk sarapan, kenapa kamu ngga bangunkan aku." ucap Putri.
"Ngga apa-apa kita sarapan berdua saja." ucap Byan sambil memeluk erat tubuh Putri yang tidak ada satu helai benang pun yang nempel di tubuh nya.
"Sudah ah Yang, ayo kita bangun, aku mau mandi, ngga enak nih bekas semalam." ucap Putri sambil melepaskan pelukan Byan.
"Memang nya semalam kamu habis ngapain?" goda Byan.
"Au ah, aku mau mandi." ucap Putri lalu turun dari tempat tidur.
"Aw," teriak Putri sambil sedikit mengapitkan kaki nya.
"Kamu kenapa Yang? Sakit ya?" tanya Byan dan langsung mendekati Putri.
"Ini semua gara-gara kamu Yang, aku jadi sakit begini." ucap Putri dengan wajah kesal nya.
"Ya sudah aku bantu." ucap Byan dan langsung membawa Putri ke kamar mandi dengan tanpa penutup tubuh di kedua nya, hingga terlihat jelas sibotak lagi terombang ambing ke kanan dan ke kiri.
Putri pun mengalungkan kedua tangan nya ke leher Byan sambil terus menatap wajah bantal Byan.
"Kamu tampan ya kalau bangun tidur." ucap Putri.
"Jadi aku tampan kalau bangun tidur doang? Ya sudah kalau gitu kita tidur lagi aja lah." jawab Byan dan mau membalikan tubuh nya.
"Ya ngga harus tidur lagi juga, sudah lah ayo bawa aku ke kamar mandi Yang, udah siang ini." ucap Putri.
__ADS_1
Byan pun melanjutkan langkah nya menuju kamar mandi.