
"Istri yang baik." ucap Byan sambil melihat ke atas tempat tidur yang sudah ada baju untuk dirinya yang sudah di siapkan oleh Putri.
Sedangkan Putri lagi membantu mertua nya di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.
Meskipun sudah ada pelayan yang bekerja dan menyiapkan segala nya, tapi Ayu dari dulu suka ikut membantu untuk menyiapkan semua nya.
"Kamu udah menyiapkan segala kebutuhan suami kamu belum?" tanya Ayu.
"Sudah mah." jawab Putri sambil menatap piring di atas meja.
"Suami kamu nya sudah bangun apa belum?" tanya Ayu.
"Waktu aku tinggal tadi sih kak Byan lagi mandi mah." jawab Putri.
"Oh ya sudah kalau gitu selesai kamu menata sarapan nya, kamu panggil suami kamu untuk sarapan." ucap Ayu.
"Wah kakak ipar yang rajin, tumben pagi ini sudah bantu-bantu di dapur? Ngga ngelonin kakak?" tanya Dira yang baru nongol dengan pakaian yang sudah rapih.
"Adek, jangan ganggu kakak ipar kamu." ucap Ayu karena melihat wajah Putri yang sudah merah karena malu.
"Ya sudah kalau gitu aku panggil kak Byan dulu ya mah." ucap Putri lalu pergi ke kamar nya.
Byan sudah rapih dan tampan dia sedang memandang wajah nya di cermin meja rias.
"Ngga nyangka gue akan jadi suami nya Putri yang dari kecil jadi sahabat gue, memang kalau sudah jodoh ngga akan kemana, ini sih nama nya, JODOHKU SAHABATKU." gumam Byan sambil tersenyum.
"Hayo mikirin apa sampai-sampai kamu senyum-senyum sendirian gitu Yang?" tanya Putri yang sudah berada di samping nya.
"Kamu ngagetin aku aja.? Ucap Byan sambil membalikan tubuh nya menghadap ke arah Putri.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku tadi Yang?" tanya Putri sambil merapihkan baju Byan.
"Pertanyaan kamu yang mana?" Byan pun balik bertanya sambil memeluk pinggang Putri dan merapatkan tubuh Putri ke tubuh nya.
"Kamu mikirin apa tadi, sampai senyum-senyum sendirian seperti tadi?" tanya Putri
__ADS_1
"Mikirin kita berdua, lucu jadinya." jawab Byan sambil membelai pipi Putri dengan sebelah tangan nya masih memeluk pinggang Putri.
"Lucu bagaimana?" tanya Putri yang kini kedua tangan nya sudah dia kalungkan di leher Byan.
"Lucu aja, sejak kecil kita bersahabat, tapi sekarang kita sudah bisa membuat anak kecil." jawab Putri.
"Kamu ini Sayang, kenapa sekarang kamu jadi mesum sih?" tanya Putri.
"Mesum sama istri sendiri boleh kan?"tanya Byan.
"Iya in aja deh biar cepat." jawab Putri.
"Ya sudah biar cepat juga gimana kalau kita melakukan nya sekali lagi?" goda Byan.
"Sayang please deh, semalam saja tiga kali, masa sekarang mau lagi, sudah stop, sekarang kita ke bawah semua nya sudah menunggu kita." ucap Putri.
"Tapi adik kecil aku suka bangun kalau bersentuhan dengan kamu." ucap Byan.
"Ngga bisa gitu juga Yang, aku kan suami kamu masa ngga boleh bersentuhan?" tanya Byan.
"Ya lagian masa setiap bersentuhan selalu bangun, kalau aku harus terus melayani adik kecil kamu itu, lama-lama aku ngga bisa jalan." jawab Putri dengan wajah kesal nya.
"Ya wajar saja lah Yang, kita kan pengantin baru, kan kata orang juga pengantin baru itu pasti akan terus melakukan nya." ucap Byan.
"Ya tapi ngga sampai seperti kamu juga Yang." ucap Putri.
"Seperti aku yang gimana? Menurut aku masih wajar kok." ucap Byan.
"Wajar? Coba kamu pikir Yang, malam tiga kali, belum pas mandi kamu selalu minta dulu, dan sekarang masa mau lagi? Aku juga capek, aku juga butuh asupan harus melayani kamu setiap malam." ucap Putri dengan nada sedikit tinggi.
"Oh jadi kamu ngga ikhlas melayani suami kamu?" tanya Byan.
"Bukan masalah ikhlas atau ngga nya, tapi beri aku kesempatan untuk istirahat walaupun cuma semalam." jawab Putri.
__ADS_1
"Baik, aku akan beri kamu kesempatan, mulai malam ini kita tidak tidur bareng." ucap Byan dengan nada ketus nya.
"Baik, siapa takut? Kalau begitu mulai malam ini aku tidur di kamar kak Dira." teriak Putri lalu pergi menuju ruang makan dengan wajah yang di tekuk.
"Dasar wanita, selalu ingin menang sendri, baiklah aku akan tidur sendiri mulai nanti malam." gumam Byan sambil melangkah kan kaki nya mengikuti langkah Putri.
"Lo, Byan nya mana nak?" tanya Ayu yang melihat Putri seorang diri.
"Katanya nyusul mah." jawab Putri sambil tersenyum untuk menyembunyikan kekesalan nya kepada Byan.
"Pagi semua nya." ucap Byan dengan senyuman yang di paksakan , tapi mata nya sedikit melirik ke arah Putri.
"Pagi juga nak." jawab Ayu dan Raka.
"Seperti nya mereka lagi berantem deh, lirikan kak Byan kayak yang kesel sama kakak ipar." gumam bathin Dira yang terus memperhatikan mereka berdua.
Meskipun Putri lagi kesal kepada Byan, tapi di depan ke dua mertua nya Putri tidak memperlihatkan nya, bahkan dirinya tetap melayani Byan suami nya dengan baik di atas meja makan.
"Seperti nya diantara mereka lagi ada perselisihan, kalian berdua mau menyembunyikan dengan cara apa pun mamah pasti akan merasakan nya." gumam bathin Ayu sambil melirik ke arah Putri dan Byan.
"Awas kamu ya kak, kalau sampai ngadu ke mamah kalau kita lagi berantem." gumam bathin Putri sambil melirik ke arah Byan.
"Pintar juga kamu menyembunyikan kekesalan kamu di depan mamah dan papah." gumam bathin Byan sambil terus menyantap sarapan nya.
"Kalian selalu rukun-rukun ya sayang, namanya juga hidup dalam rumah tangga, pasti akan ada perselisihan, mamah cuma minta ke kalian berdua, kalau misalkan dalam hubungan rumah tangga kalian ada perselisihan, maka kalian bicarakan baik-baik berdua, jangan saling emosi apalagi sampai ribut besar hanya karena masalah kecil." ucap Ayu.
"iya mah, makasih sudah memberikan kita saran, dan Insya Allah kita akan selalu hidup rukun." jawab Putri.
"Bagus lah kalau begitu, dan kamu Byan, kamu jangan egois jangan keras kepala, kamu harus banyak ngertiin istri kamu,, kamu itu sekarang jadi imam buat istri kamu, jadi kamu harus memberikan contoh yang baik buat istri kamu, kamu juga harus meratukan istri kamu seperti mamah yang di ratu kan oleh papah kamu." ucap Ayu sambil melirik mesra Raka dan menggenggam jemari nya Raka.
"Aku akan selalu menjadikan mu ratu di hidup ku." ucap Raka lalu mencium tangan Ayu.
"Ingat masih ada seorang jomblo diantara kalian berempat." ucap Dira.
__ADS_1
Mereka pun tertawa mendengar ucapan dari Dira.