
"Bapak, ibu." ucap Putri begitu sampai di ruang keluarga melihat kedua orang tua nya sudah berada di sana.
Fadil dan Nisa hanya diam sambil menatap tajam ke arah Putri, mereka ngga menyangka kalau anak mereka bisa melakukan hal yang bodoh dan di luar batas itu.
Setelah menerima telepon dari Raka, Fadil dan Nisa langsung mendatangi rumah Raka, sedang kan Farel tidak bisa ikut karena ada apel pagi, tapi dirinya sudah berjanji akan menyusul kedua orang tua nya.
"Duduklah nak." ucap Ayu.
Putri dan Dira pun duduk berdampingan, ini sungguh suasana yang sangat menegangkan bagi Putri, baru kali ini Putri melihat tatapan tajam dari kedua orang tua nya.
"Baiklah, sekarang sudah kumpul semuanya, sekarang jelaskan apa yang sebenar nya terjadi." ucap Raka dengan tegas.
"Kemarin malam Putri pergi sama Sandi, tapi kakak berpikir bagaimana kalau Putri ada apa-apa, sedangkan Sandi adalah seorang playboy, makanya pas adek sudah pergi kakak pun langsung menyusul nya karena khawatir, dan benar saja Sandi mau berbuat kurang ajar sama Putri dengan mencampur kan obat perang sang pada minuman Putri." Byan pun menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi pada mereka semua.
"Apa! Bajingan tuh anak, akan bapak usut sampai tuntas." ucap Fadil dengan sedikit emosi setelah mendengar kalau anak nya di kasih obat perang sang.
"Sabar pak, kita dengar dulu semuanya sampai selesai." Nisa pun meredakan amarah suami nya.
"Pantas saja tubuh ku panas dan aku sudah ah tidak! Aku tidak akan biarkan kamu kak, akan aku bunuh kamu." teriak Putri dengan wajah amarah nya.
"Put tenang, kamu jangan melakukan hal bodoh." ucap Dira sambil mengelus pundak nya Putri.
"Tenang dulu nak, terus apa yang terjadi?" tanya Ayu.
"Sewaktu Sandi mau melakukan perbuatan keji nya kakak hancurkan kaca mobil belakang dan Sandi pun keluar dari mobil lalu kakak hajar dia habis-habisan sampai dia terkapar di jalanan, dan mungkin nanti Sandi juga membuat laporan kalau kakak sudah menghabisi nya." ucap Byan.
"Kamu tenang nak, om akan membantu menyelesaikan kasus ini, tapi setelah itu kamu bawa pulang Putri dan kalian melakukan nya?" tanya Fadil.
Sebenar nya kedua orang tua mereka sangat senang kalau mereka bersatu dan menikah, tapi tidak dengan cara seperti ini, cara yang membuat malu kedua keluarga.
"Tidak om, setelah sampai rumah kakak guyur Putri di bawah shower sampai Putri kedinginan, tapi," Byan pun menggantung kalimat nya karena di potong oleh Raka ayah nya.
"Tapi kamu tergoda dan melakukan nya, begitu?" ucap Raka.
"Tidak pah, kakak berani bersumpah tidak melakukan apa-apa tapi kakak sudah melihat nya." jawab Byan sambil menunduk malu.
__ADS_1
Sungguh ke dua orang tua mereka sangat bahagia sekaligus ingin tertawa mendengar ucapan dari Byan.
"Kenapa kamu bisa melihat nya? Apa kamu sengaja membuka semua baju yang melekat pada tubuh Putri?" tanya Fadil.
"Tidak om, kakak terpaksa membuka semua baju yang Putri pakai, karena baju nya sudah basah kuyup." jawab Byan.
"Kenapa kakak ngga minta bantuan sama adek?" tanya Ayu.
"Kakak pikir kalau minta bantuan sama adek nanti akan heboh, ternyata pagi ini malah lebih heboh." jawab Byan.
"Kamu membuka dan mengganti baju Putri semuanya, memang nya Putri tidak sadar?" tanya Nisa.
"Putri seperti nya ngga sadar, karena dia menggigil hebat sambil memejamkan matanya." jawab Byan.
"Memang nya selama kamu mengganti baju Putri kamu tidak terang sang dengan Putri?" tanya Raka yang mendapat pukulan di bahu nya.
"Mas." ucap Ayu sambil memukul bahu Raka, Raka hanya tersenyum sedikit sambil memberi kode pada istri nya.
Raka dan Fadil saling menatap sambil menyunggingkan senyuman.
Sedangkan Putri hanya diam dan merasa malu karena Byan sudah melihat semua yang ada pada tubuh nya.
"Terus kenapa kalian bisa tidur bersama sambil berpelukan seperti itu?" tanya Ayu.
"Tadi nya kakak cuma tiduran di samping nya Putri, tapi ternyata kakak ketiduran, dan untuk kita yang saling berpelukan pas lagi tidur, kakak juga tidak sadar mah, kan kita lagi tidur." jawab Byan.
"Apa kamu jujur dengan semua yang kamu ucapkan?" tanya Raka.
"Kakak berani bersumpah pah, kalau kakak ngga ngapa-ngapain Putri dan di jamin Putri masih suci." jawab Byan.
"Baiklah kalau memang semua itu benar adanya, tapi bapak selaku orang tua nya Putri, tidak terima dengan apa yang telah Byan lakukan, Byan sudah melihat seluruh tubuh Putri yang tanpa sehelai benang pun, maka dari itu bapak sudah menganggap nya kalau Byan sudah melakukan pelecehan pada anak bapak, dan bapak minta Byan bertanggung jawab dengan apa yang telah Byan lakukan." ucap Fadil dengan serius.
"Kok kakak yang harus bertanggung jawab? Kakak kan yang berusaha menolong Putri, pah tolong kakak, kakak ngga mau masuk sel." ucap Byan yang belum mencerna dengan baik perkataan Fadil ayah Putri.
__ADS_1
Kedua orang tua mereka pun tersenyum kecil melihat ketakutan Byan.
"Nak, bapak ngga akan memasukan kamu ke dalam sel, tapi bapak hanya meminta kamu bertanggung jawab kepada anak bapak dengan cara menikahi nya." ucap Fadil dengan sangat jelas di dengar oleh mereka semua yang hadir di ruang keluarga.
"Apa!" teriak Byan dan Putri serempak.
"Tapi, Byan kan ngga ngapa-ngapain Putri, kenapa Byan yang harus menikahi Putri?" tanya Byan.
"Kamu memang tidak ngapa-ngapa in Putri, tapi kamu sudah melihat semuanya." jawab Fadil.
"Ngga bisa gitu pak, kak Byan kan sahabat Putri dari kecil, masa sekarang harus menikahi Putri." ucap Putri.
"Dia kan cuma sahabat nak? Bukan saudara kandung." ucap Nisa sambil tersenyum.
Putri dan Byan pun terdiam, mereka pasrah dengan apa yang akan di lakukan keluarga nya kepada mereka berdua.
"Bagaimana Ka? Apa kamu setuju dengan usul saya?" tanya Fadil.
"Saya sangat setuju sekali, dari sahabat kita akan menjadi besan, kita akan menjadi satu keluarga." jawab Raka.
"Tapi kita masih kuliah pah?" protes Byan.
"Sebentar lagi kamu selesai kuliah, dan kamu terus kan perusahaan papah." jawab Raka.
"Putri kan baru masuk kuliah nya, mana mungkin harus menikah." ucap Putri sambil menunduk.
"Pokok nya kalian harus menikah, tidak ada perdebatan lagi." ucap Fadil dengan tegas.
"Bagaimana nak, apa kamu siap menikah dengan Putri?" tanya Ayu.
"Baiklah kalau memang kakak harus menikahi nya kakak siap." jawab Byan dengan tegas.
"Bagaimana dengan kamu Put?" tanya Ayu pada Putri.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang Putri harus menikah dengan kak Byan, tapi Putri minta dengan sangat, ngga ada yang boleh tahu kalau Putri sudah menikah karena Putri masih ingin kuliah." jawab Putri.