Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Pesan Dari Mertua


__ADS_3

"Tumben kamu ngga sama Putri Yang." ucap Nathan.


"Dia lagi sama kak Byan tadi, aku ngga mau ganggu mereka." ucap Dira.


"Memang nya mereka kenapa? Tumben amat, biasa nya juga kan gabung." ucap Nathan.


"Ngga tahu, seperti nya lagi ada masalah deh, soal nya dari pagi mereka saling diam." ucap Putri.


"Nanti kalau kita sudah menikah, kalau ada masalah kamu langsung bilang aku ya Yang, biar kita bisa langsung menyelesaikan nya." ucap Nathan.


"Baiklah calon imam ku tersayang." jawab Dira sambil tersenyum.


"Cantik nya calon makmum aku." ucap Nathan sambil mengelus lembut rambut panjang Dira.


"Kita samperin kakak ipar yu." ajak Dira.


"Memang nya mereka dimana?" tanya Nathan.


"Mereka ada di belakang kampus, di sana kan sepi jadi mereka bebas mau bicara dan mau melakukan apa pun." jawab Dira.


"Ya udah ayo Yang kita kesana." ajak Nathan.


Dira dan Nathan pun berjalan menuju belakang kampus dengan bergandengan tangan sambil bercanda dan tertawa bersama.


"Yang, kamu dengar ngga? Seperti nya ada keributan di sana." ucap Nathan.


"Iya sayang, seperti nya lagi ada yang berantem deh, ayo kita lihat." ucap Dira sambil menarik tangan Nathan.


Nathan dan Dira pun langsung menuju suara ribut-ribut dan melihat Byan yang lagi memukuli Indra dengan Putri di samping nya yang lagi melerai mereka.


"Sayang sudah sayang, aku mohon." teriak Putri sambil memegang tangan Byan.


"Biar tahu rasa dia." ucap Byan sambil kembali melayangkan pukulan nya.


"Yan udah, cukup." teriak Nathan sambil menahan tubuh Byan.


"Lepaskan, gue ngga akan biarin orang yang ingin melecehkan istri gue." teriak Byan sambil terus berontak.


"Maksud lo? Dia ingin melecehkan Putri?" tanya Nathan.


"Ya, dia ingin melecehkan Putri." jawab Byan.


"Brengsek lo, kurang ajar lo, lo sedikit saja menyentuh kakak ipar gue, gue ngga bakal biarin lo hidup." teriak Nathan sambil melayangkan pukulan demi pukulan nya.


"Sayang udah, kenapa kamu malah ikutan mukul?' teriak Dira.


"Apa! Maksud lo?" tanya Indra pada Nathan sambil menahan rasa sakit di wajah nya.

__ADS_1


"Ya Putri ini istri nya Byan, dan dia adalah kakak ipar gue,, dan pacar gue yang sebenar nya adalah Dira, paham lo." teriak Nathan lalu memukul muka Indra dengan keras.


"Sekali lagi lo berbuat seperti itu sama istri gue, gue bakalan bikin hidup lo dan keluarga lo hancur." teriak Raka.


"Sudah Yang, ayo kita pergi." ucap Putri sambil menarik tangan Byan.


"Kita juga pergi sayang." ucap Dira.


"Siapa sih kalian sebenar nya, gue harus mencari tahu sendiri." gumam Indra sambil menyentuh pipi nya yang terasa sakit sambil menatap punggung mereka berempat.


"Ya sudah sekarang kita pulang saja, aku ngga akan pergi ke kantor." ucap Byan dengan wajah yang masih menahan kesal.


"Kak, aku pulang duluan ya." ucap Putri kepada Dira dan Nathan.


"Ya sudah pulang saja kak, lagian tadi ada informasi pak Bambang ngga masuk kok, kalau mamah tanya bilang saja aku ke rumah kak Nathan ya kak." ucap Dira.


"Baik kak, hati-hati ya kalian, kak Nathan jangan ngebut-ngebut ya." ucap Putri.


"Siap." jawab Nathan.


"Ya sudah kita juga pergi, kak Zila sudah nungguin di rumah." ajak Nathan.


"Kak Zila?" tanya Dira.


"Iya, dia kakak aku, dia baik kok orang nya." jawab Nathan.


*


*


Mobil Byan pun memasuki halaman rumah nya, sepanjang perjalanan mereka masih saling diam.


Tanpa banyak bicara Putri pun turun dari mobil Byan lalu pergi dan masuk ke dalam rumah.


"Tumben sudah pulang nak?" tanya Ayu dengan tas di tangan nya.


"Iya mah, dosen nya ngga masuk jadi aku pulang." jawab Putri sambil mencium telapak tangan Ayu.


"Dira mana nak?" tanya Ayu sambil melirik ke arah pintu utama.


"Kak Dira mau ke rumah kak Nathan dulu katanya." jawab Putri.


"Oh ya sudah kalau gitu mamah pergi dulu ya nak." ucap Ayu.


"Mamah mau kemana?" tanya Putri.


"Mau ke kantor papah, tadi papah nyuruh mamah kesana." jawab Ayu.

__ADS_1


"Kak Byan katanya ngga ke kantor mah, tapi kok belum masuk ya." ucap Putri sambil melirik ke arah pintu.


"Kamu pulang sama Byan?" tanya Ayu sambil menatap Putri.


"Iya mah." jawab Putri sambil mengangguk.


"Nak, dengarkan mamah, kita sebagai wanita harus selalu bisa menyenangkan suami, apapun keadaan nya, dan satu lagi, jangan menolak suami di kala dia menginginkan kita, karena itu dosa." ucap Ayu yang paham dengan keadaan anak menantu nya kini.


"Iya mah, aku akan berusaha lebih menyenangkan kak Byan lagi ke depan nya." jawab Putri.


"Ya sudah kalau begitu mamah pergi dulu ya." ucap Ayu sambil berdiri.


"Mau kemana mah?"tanya Byan.


"Mau ke kantor papah nak." jawab Ayu.


"Bilang ke papah ya mah, aku ngga ke kantor hari ini." ucap Byan.


"Iya nak, ya sudah kalau gitu mamah berangkat, baik-baik kalian berdua ya." ucap Ayu lalu pergi meninggalkan Byan dan Putri.


Byan pun masuk ke dalam kamar tanpa melirik ke arah Putri.


Putri yang merasa bersalah kepada Byan karena perdebatan tadi pagi pun mengikuti nya ke dalam kamar.


"Sayang ngga mandi?" tanya Putri sambil menyimpan tas nya lalu duduk di samping Byan.


"Ngga, nanti saja." jawab Byan ketus.


"Ketus amat sih kesayangan aku ini jawab nya." ucap Putri sambil mengelus paha Byan dengan lembut.


Byan pun hanya diam sambil merasakan tubuh nya yang sudah seperti terkena aliran listrik.


"Sayang masih marah ya sama aku karena ucapan aku tadi pagi?"tanya Putri sambil terus meraba paha Byan hingga sampai adik nya Byan.


Byan memejamkan mata nya merasakan adik kecil nya sudah berdiri tegak dan menantang.


"Ya ampun sayang, adik kamu sudah bangun ternyata, coba aku lihat sebentar ya." ucap Putri sambil membuka resleting celana Byan.


Byan hanya pasrah dengan perlakuan Putri pada dirinya.


Putri pun terus membuka celana Byan hingga terlihat adik nya yang sudah terbangun di balik underware nya.


"Wah ternyata benar ya kalau adik kamu sudah bangun, ya sudah kalau begitu kamu tidur lagi ya adik kecil." ucap Putri sambil mengelus adik nya Byan.


Sungguh demi apapun Byan sebisa mungkin menahan nya nafas dan suara laknat nya dengan tubuh yang sudah keluar keringat.


"Kok ngga tidur-tidur, ya sudah deh kalau kamu ngga tidur, aku saja yang akan tidur." ucap Putri lalu melepaskan adik kecil nya Byan dan berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Byan seketika membuka kedua matanya dan menatap penuh damba ke arah Putri yang sedang berbaring.


__ADS_2