Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Bingung


__ADS_3

Mereka pun kini sedang di dalam perjalanan ke kampus, sepanjang perjalanan Putri dan Byan hanya diam.



"Nah benar kan, mereka berdua pasti lagi marahan." gumam bathin Dira sambil melirik ke arah Putri dan Byan.



"Kakak ipar lihat deh." ucap Dira sambil menunjuk ke arah Indra, karena mereka kini sudah sampai di pelataran parkir kampus.



"Siapa dia?" tanya Byan dengan ketus.



"Indra, mahasiswa baru." jawab Putri dengan ketus juga sambil membuka pintu mobil.



"Serem juga ya kalau mereka lagi marah begitu." gumam bathin Dira.



Putri menghampiri Byan yang sudah keluar dari mobil, lalu menarik tengkuk nya dan mereka pun bercumbu.



Byan sungguh kaget dengan apa yang di lakukan oleh istri nya itu.



Dira dan Indra melotot melihat kelakuan mereka berdua yang sangat berani berbuat seperti itu di pelataran kampus.



"Aku masih marah ya, yang ku lakukan ini hanya untuk membuat mahasiswa baru itu sadar kalau aku sudah ada yang memiliki." bisik Putri lalu mencium pipi Byan.



"Enak juga ya kalau kamu lagi marah, jadi kamu punya inisiatif mencium ku duluan." gumam bathin Byan sambil menatap Putri.



"Kak Dira ayo kita masuk." teriak Putri.



Dira hanya mengikuti kemauan Putri yang sedang marah itu.



"Gila, ternyata kamu bukan wanita baik, semua pria kamu layani," gumam Indra sambil terus menatap Putri dan Byan.



"Kakak ipar, tunggu sebentar." ucap Dira smabil menarik tangan Putri.



"Apa?" tanya Putri sambil membalikan tubuh nya.



"Kalian berdua lagi marahan?" Dirai pun balik bertanya.



"Ngga." jawab Putri singkat.



"Jangan bohong, aku tahu kalau kalian sedang marahan, kalau kakak ku sudah membuat kamu marah, maafkan ya? mungkin kak Byan lagi capek." ucap Dira.



"Sudah lah kak, ngga usah dipikirkan, aku lagi kesal saja sama kak Byan." jawab Putri.



"Kalau boleh tahu, memang nya apa yang telah di perbuat kak Byan hingga kakak ipar sampai kesal begini?" tanya Dira.



"Sebenar nya cuma hal sepele saja sih kak, ah sudah lah kita masuk saja, nanti juga kamu kalau sudah menikah pasti merasakan nya." jawab Putri.


__ADS_1


"Tunggu-tunggu, apa karena kakak ipar menolak kak Byan untuk." ucap Dira sambil menggerak-gerak kan kedua jari nya.



"Kak Dira, sudah stop, ayo kita masuk." ucap Putri sambil melangkah meninggalkan Dira dengan wajah yang sudah merah karena tahu apa yang di maksud dengan pertanyaan dari Dira.



"Ya ampun, kalian berdua ini cuma hal sepele begitu saja sampai marahan." gumam Dira.



"Hai bro." teriak Nathan yang baru turun dari motor nya.



"Hai Nat, lo masuk juga?" tanya Byan.



"Main aja, lagian kita juga mau wisuda kan sebentar lagi." jawab Nathan.



"Jadi kalian berdua sahabatan?" tanya Indra.



Byan dan Nathan pun spontan menoleh ke arah Indra.



"Kalau iya kenapa?" tanya Nathan sambil menatatp tajam ke arah Indra.



"Sahabat lo ini sudah merebut pacar lo, dan bahkan mereka berciuman tanpa malu tadi." ucap Indra dengan senyum smirk nya.



"Ah ngga percaya gue, dia ini sahabat gue dari dulu, jadi gue ngga bakalan percaya sama omongan orang yang baru gue kenal." jawab Nathan sambil memberi kode ke arah Byan lewat mata nya.



"Lo ngga percaya?" tanya Indra.




"Gue ingetin sekali lagi, hati-hati lo, dia akan menusuk lo dari belakang." ucap Indra lalu pergi meninggalkan Byan dan Nathan.



"Dia anak baru yang menyukai istri lo, dan dia menyangka kalau Putri pacar gue." ucap Byan sambil menatap punggung Indra.



"Iya gue tahu, semalam Putri cerita." ucap Byan.



"Lo hari ini ke kantor lagi?" tanya Nathan.



"Iya nanti siang, sekarang gue mau cek buat acara wisuda kita nanti." jawab Byan.



"Ya sudah kalau gitu ayo kita masuk, gue juga kalau sudah wisuda di suruh langsung nangani kantor papah, biar bisa langsung jadi adik ipar elo." ucap Nathan sambil tersenyum.



"Gue bingung jadi nya, memang kalau sudah jodoh ngga bisa gimana-gimana ya." ucap Byan.



"Bingung kenapa lo?" tanya Nathan.



"Putri sahabat gue sekarang malah jadi istri gue, dan elo sahabat gue juga malah akan jadi adik ipar, kalau lo nikah sama adik gue, berarti lo manggil gue kakak ipar dong, kok gue berasa tua ya dihadapan lo." jawab Byan.



"Terima takdir saja lah kakak ipar." ucap Nathan sambil tertawa.

__ADS_1



"Brengsek lo, ya udah lah ayo kita masuk." ucap Byan lalu melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kampus.


*


*


"Sayang aku mau ke kantor dulu." Byan pun pamit, walau dia lagi kesal tapi dia harus pamit, itulah yang sering Raka dan Ayu ajarkan.


"Iya pergi saja." jawab Putri ketus.



"Tuh kan mereka lagi berduaan lagi, mereka saja bisa lo pacari, kenapa gue ngga." gumam bathin Indra sambil terus menatap Putri dan Byan.



Putri tanpa sengaja melihat Indra yang sedang memperhatikan dirinya dengan Byan.



"Ya sudah aku pergi." ucap Byan.



Tapi Putri menarik tangan Byan lalu mencium seluruh wajah Byan terakhir Putri mencium bibir nya.



"Ada mahasiswa baru itu lagi lihatin kita." bisik Putri.



"Ya sudah aku pergi, kamu balik lagi sana bareng Dira." ucap Byan lalu mencium kening Putri.



Mereka berdua pun berpisah dan berjalan berbeda arah.



Langkah kaki Putri tiba-tiba berhenti karena ada sebuah tangan yang menarik tangan nya.



"Tunggu cantik, mau kemana?" tanya Indra sambil menarik tangan Putri.



"Lepaskan, mau apa kamu." teriak Putri.



"Hebat ya, kamu bisa menjadi pacar mereka berdua, padahal mereka berdua sahabatan." ucap Indra.



"Masalah buat lo." teriak Putri.



"Masalah lah, gue ini suka sama kamu, dan ngga ada dalam kamus gue kalau gue di tolak oleh perempuan mana pun termasuk kamu." ucap Indra sambil mengelus pipi Putri.



"Jangan kurang ajar kamu." teriak Putri sambil menepis tangan Indra.



"Jangan so jual mahal, lo aja bisa bercumbu dengan mereka berdua, masa dengan gue ngga bisa, ayolah." ucap Indra sambil mendekatkan wajah nya.



"Brengsek kamu, lepaskan, kalau tidak aku akan teriak." ancam Putri.



"teriak saja, kamu lupa ya sekarang kita ada dimana? Kita ada di belakang kampus, dan mereka semua sekarang lagi pada di kantin dan di taman, jadi ngga bakalan ada yang mendengar teriakan kamu." ucap Indra sambil mengelus pipi Putri.



"Tolong." teriak Putri sambil berusaha melepaskan tubuh nya dari pelukan Indra.



"Bajingan, mau lo apakan istri gue." teriak Byan sambil mendaratkan sebuah pukulan ke kepala Indra sampai Indra terhuyung ke samping.

__ADS_1


__ADS_2