
"Mari pak silahkan masuk, langsung saja ke kamar mereka ya? Soal nya ngga mungkin juga saya yang gendong mereka satu persatu ke ruang tamu." ucap Fani sambil tersenyum.
"Ah, manis nya." gumam bathin Farel sambil terus menatap wajah cantik Fani.
"Laksanakan tugas dulu, baru menatap nya." bisik pak Rizal yang dari tadi selalu memperhatikan Farel rekan kerja nya.
Farel hanya menatap kesal kepada pak Rizal, sedangkan pak Rizal yang di tatap nya hanya menyunggingkan senyuman tanpa berdosa nya.
"Nak? Kenapa ada polisi di rumah kita?" tanya dokter Mery yang kebetulan keluar karena mendengar suara mereka yang lagi berbincang.
"Maaf kami sudah mengganggu waktu istirahat nya." ucap Farel.
"Iya pak ngga apa-apa, tapi ada apa ya, malam-malam begini pada ke rumah saya?" tanya dokter Mery.
"Fani yang menyuruh mereka kesini bu." ucap Fani.
"Memang nya ada apa nak? Sampai-sampai kamu menyuruh pak polisi ini untuk datang ke rumah kita malam-malam begini?" tanya dokter Mery dengan tatapan khawatir nya, ia takut ada yang sudah terjadi dengan anak semata wayang nya itu.
"Tadi pas Fani pulang dari rumah pasien, Fani melihat ada dua remaja perempuan yang tergeletak dalam keadaan pingsan dan luka-luka di pinggir jalan seperti nya habis di aniaya orang, lalu Fani bawa kesini dan Fani obati." jawab Fani.
"Ya ampun kasihan sekali, sekarang mereka ada dimana nak?" tanya dokter Mery.
"Ada di ruang tamu bu, ya sudah mari pak kita lihat mereka." ucap Fani.
"Ayo nak, mari." ucap dokter Mery.
Mereka berempat pun masuk ke dalam kamar tamu, dimana di dalam nya ada Putri dan Dira yang masih belum sadarkan diri.
"Silahkan masuk pak." ucap Fani sambil membuka pintu kamar nya secara perlahan.
Mereka berempat pun masuk dan mendekati tempat tidur yang berukuran size itu dan menampakan wajah Putri dan Dira yang penuh luka lebam dan luka goresan serta selang infusan yang nempel di tangan mereka masing-masing.
"Adek." teriak Farel sambil langsung mendekatkan dirinya kepada Putri yang masih dalam keadaan pingsan.
"Putri, Dira." gumam pak Rizal sambil menatap mereka berdua.
__ADS_1
"Adek? Apa wanita ini adik nya pak Farel?" gumam bathin Fani sambil menatap Farel.
"Ya ampun kasihan sekali mereka, muka nya sampai lebam dan luka-luka begini." ucap dokter Mery.
"Dek, adek bangun dek, siapa yang telah berani berbuat seperti ini sama kamu." teriak Farel sambil terus meggoyang kan tubuh Putri.
Farel terus berusaha membangunkan Putri adik nya.
"Pak Farel sudah cukup, maaf bukan saya menghalangi bapak untuk menyadarkan nya, tapi biarkan dulu seperti ini sampai besok pagi, mungkin tubuh nya sangat lelah dan efek dari obat yang saya berikan juga." ucap Fani sambil menyentuh bahu Farel.
Farel terdiam begitu bahu nya di sentuh oleh Fani, ada rasa yang sulit untuk di ungkapkan ketika tangan Fani menyentuh bahu nya, jantung nya sedikit berdebar, rasa nyaman dan rasa menenangkan hati nya dia dapatkan lewat sentuhan dari tangan Fani.
"Benar apa yang di katakan suster Fani pak Farel, lebih baik kita menunggu sampai adik pak Farel sadar." ucap pak Rizal.
"Jadi anak ini adik nya bapak?"tanya dokter Mery sambil menatap Farel.
"Iya bu, dia adik saya dan sahabat nya, setahu saya tadi pagi mereka berangkat kuliah." jawab Farel.
"Kalau begitu bapak istirahat di kamar sebelah saja, kita tunggu besok saja nunggu mereka sadar." ucap dokter Mery.
"Ya sudah kalau begitu saya kembali istirahat, bapak anggap saja rumah ini rumah bapak." ucap dokter Mery.
"Iya bu, makasih banyak." jawab Farel dan pak Rizal.
"Sebentar ya pak, saya buatkan kopi dulu." ucap Fani sambil tersenyum.
"Ngga usah, suster istirahat saja, makasih sudah membantu adik saya dan sahabat nya." ucap Farel.
"Sama-sama pak, ya sudah saya permisi kebelakang dulu." ucap Fani lalu pergi meninggalkan Farel dan pak Rizal.
Setelah Fani pergi pak Rizal pun ikut duduk di sebelah nya Dira.
"Pak Farel hubungi Byan, saya yakin kalau Byan sekarang sedang mencari istri dan adik nya." ucap pak Rizal.
"Ya ampun pak, sampai lupa saya." ucap Farel sambil mengambil ponsel di saku celana nya.
__ADS_1
Farel pun langsung mencari kontak Byan lalu menghubungi nya.
Sementara Byan dan Nathan masih terus berusaha mencari Putri dan Dira.
"Ini sudah mau hampir pagi, dan mereka belum kita temukan? gue harus bilang apa sama keluarga gue dan keluarga Putri, baru juga dua hari jadi suami nya, tapi gue sudah gagal menjaga nya." ucap Byan yang tanpa sadar membuka jati dirinya dengan Putri di hadapan Nathan.
"Apa! Lo bilang baru dua hari jadi suami nya? Apa lo udah nikah sama Putri?" teriak Nathan sambil menginjak rem secara mendadak saking kaget nya.
"Em, maksud gue, tadi itu em." Byan pun gelagapan menjawab pertanyaan dari Nathan.
"Jujur saja lah sama gue, gue juga ngga bakalan bocor ke siapa-siapa kalau memang masih di rahasiakan." ucap Nathan.
"Ya dua hari yang lalu gue menikah dengan Putri tapi hanya keluarga saja yang tahu." jawab Byan.
"Kok bisa kalian menikah? Kalian kan ngga ada hubungan selain hubungan persahabatan Putri dan Dira?" tanya Nathan.
"Awal nya." baru juga Byan mau menceritakan kisah nya dengan Putri, suara ponsel nya berdering dengan sangat nyaring hingga membuat Byan menghentikan kalimat nya.
"Sebentar Nath, kak Farel? Ada apa kak Farel menghubungi ku malam-malam begini." ucap Byan lalu menerima panggilan dari Farel kakak ipar nya.
"Iya kak." ucap Byan.
"Kamu lagi dimana sekarang?" tanya Farel.
"Aku lagi di luar kak, lagi mencari Putri dan Dira, soalnya tadi pas aku jemput ke kampus, mereka sudah tidak ada dan sampai saat ini aku belum menemukan mereka, bahkan ponsel mereka ngga bisa di hubungi." jawab Byan.
"Sekarang kamu datang ke daerah xxxx jalan xxxx rumah berlantai dua yang ber cat putih di depan rumah ada mobil polisi, kakak ada di sini bersama Putri dan Dira." ucap Farel dengan sangat jelas.
"Apa! Jadi Putri dan Dira ada di sana, baik kak, aku segara kesana sekarang juga." teriak Byan lalu memutuskan panggilan nya.
"Nath kita ke daerah xxxx jalan xxxx mereka ada di sana sekarang dengan kakak nya Putri." teriak Byan penuh antusias.
"Memang nya itu rumah kakak nya Putri?" tanya Nathan sambil mulai melajukan mobil nya.
"Bukan, tapi sedang apa ya mereka di sana? ya sudah buruan kita kesana biar jelas semua nya." ucap Byan.
__ADS_1
Nathan pun melajukan mobil nya dengan sedikit kencang, karena mereka penasaran dengan keadaan Putri dan Dira.