Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Ngga Bisa


__ADS_3

"Bagaimana kerjaan hari ini, banyak pasien ya?" tanya Farel yang malam ini mengunjungi rumah Fani dengan pakaian biasa.



"Ya begitulah mas." jawab Fani sambil tersenyum.



"Lembut sekali kalau kamu panggil aku mas, tapi ada yang lebih lembut lo." ucap Farel.



"Apa memang nya?" tanya Fani penasaran.



"Coba kamu panggil aku sayang, itu akan terdengar lebih lembut lagi." jawab Farel dengan senyuman manis nya.



"Itu mah modus kamu aja mas." ucap Fani.



"Ya ngga apa-apa dong, kan modus nya juga sama calon istri sendiri." ucap Farel.



"Emang aku calon istri kamu mas?" tanya Fani sengaja menggoda Farel.



"Oh, jadi kamu ngga mau jadi istri aku, ya sudah kalau gitu maaf sudah mengganggu waktu nya, karena sudah malam saya permisi." ucap Farel lalu berdiri dengan wajah kesal nya.



"Mau kemana mas?" tanya Fani dengan menahan senyuman nya.



"Mau pulang, dan maaf kalau memang kamu ngga mau jadi istri saya, lebih baik mulai sekarang kita putuskan dari pada nunggu 3 minggu lagi, oh ya sampaikan salam ku pada ibu." jawab Farel dengan serius lalu melangkah kan kaki nya.



"Yakin mas mau pulang? Yakin mas ngga kangen sama aku?" Fani terus-terusan menggoda Farel, karena memang asli nya Fani agak sedikit barbar.



"Yakin lah, setelah mendengar ucapan dari kamu tadi." jawab Farel tanpa melihat ke arah Fani.



"Tidak terasa ya mas, kita kenal udah satu minggu, apa mas akan melupakan satu minggu kebersamaan kita itu?" tanya Fani.



Farel terdiam sambil membelakangi Fani, dia tidak meneruskan langkah nya dan hanya mendengar ucapan dari Fani.



"Sudah lah cuma satu minggu saja, lagian buat apa di ingat-ingat, kalau orang nya tidak mau menerima aku." jawab Farel.



"Kok kamu bisa beranggapan seperti itu sih mas?" tanya Fani yang pura-pura melupakan ucapan nya.



"Kan kamu yang bilang tadi, sudah lah makasih atas waktu satu minggu nya yang sudah mau dengan rela menemani aku, upz salah yang terpaksa mau menemani aku, Assalamualaikum." ucap Farel dengan wajah kusut nya.



Begitulah ya bestie dalam suatu hubungan bersama pasangan, hal kecil pun suka jadi besar dan dari hal yang sepele menjadi masalah dan ujung-ujung nya pertengkaran lah yang akan dihadapi.



"Sayang tunggu." teriak Fani sambil melangkah menghampiri Farel.

__ADS_1



Farel yang mendengar panggilan sayang dari Fani pun seketika menghentikan langkah nya.



"Ternyata dia mau ngerjain aku, awas ya kamu, aku balas kerjain." gumam bathin Farel.



"Segitu aja marah? seorang polisi itu harus tegas ngga boleh mellow." ucap Fani yang kini sudah ada di hadapan Farel.



"Siapa yang mellow, dan siapa juga yang marah." ucap Farel yang pura-pura marah.



"Lah itu kamu lagi marah, kelihatan kok dari muka nya." ucap Fani sambil tersenyum menggoda.



"Sudah lah aku mau pulang." ucap Farel.



"Mau pulang kemana sih sayang nya aku ini? Jadi sekarang sudah mau ninggalin aku? Katanya mau jadi imam aku?" tanya Fani dengan nada yang di buat semanja mungkin.



"Ah meleleh hati ini kalau di panggil sayang begini, tapi aku harus bisa menahan nya." gumam bathin Farel.



"Kamu ini kenapa sih?" tanya Farel.



"Kamu yang kenapa mas, kamu itu ya seorang polisi tapi hati kamu kok melow seperti ini." jawab Fani.




Baru juga satu langkah Farel melangkah kan kaki nya, tangan nya sudah di tarik oleh Fani.



"Sayang, kamu ini kenapa sih? Aku kan sudah manggil kamu dengan panggilan yang kamu ingin kan tapi kenapa kamu malah tetap mau pergi." ucap Fani.



"Memang nya kamu masih peduli sama aku? Memang nya kamu masih mau jadi makmum ku? Ngga kan? Jadi ya sudah lah lebih baik aku pergi saja." Farel pun bertanya kepada Fani dengan wajah serius nya.



"Hayo kamu mau jawab apa sayang, aku ingin tahu isi hati kamu yang sebenar nya." gumam bathin Farel sambil menahan senyuman nya.



"Siapa bilang? Aku masih perduli kok, makanya aku tahan mas untuk pergi." jawab Fani.



"Tapi kamu ngga mau jadi makmum ku kan? Kamu ngga mencintai aku kan? Jadi buat apa dilanjutkan? Nanti sama sekarang sama saja kok rasa nya, sakit." ucap Farel.



"Aku mau kok jadi makmum kamu, dan satu lagi, aku, aku," ucap Fani yang menggantung kalimat nya.



"Aku apa? sudahlah kalau kamu emmang tidak mencintai aku buat apa kita melanjutkan nya." Farel pun memotong kalimat Fani.



"Aku juga mencintai kamu kok pak polisi, awal kita bertemu aku memang kesal sama kamu, tapi semenjak kamu datang ke rumah ku malam itu, ada rasa yang ngga bisa di ungkap kan dari dalam sini." ucap Fani sambil menyentuh dada nya.

__ADS_1



"Terus kenapa tadi kamu bilang kalau kamu ngga mau jadi istri aku?" tanya Farel.



"Aku cuma ngerjain kamu aja kok, lagian lucu kalau lihat kamu ngambek." jawab Fani sambil mencubit pipi nya Farel.



"Sakit yang, belum apa-apa sudah KDRT." ucap Farel sambil mengusap pipi nya.



"Sakit ya? kasihan sayang nya aku ini kesakitan." ucap Fani sambil mengusap pipi Farel yang dia cubit tadi.



Farel pun memegang tangan Fani yang sedang mengusap pipi nya sambil menatap mata Fani lalu berjongkok dengan sebuah kotak di sebelah tangan nya.



Farel memang sudah menyiapkan cincin di saku nya dan ingin melamar secara pribadi malam ini.



Fani sungguh tidak menyangka Farel akan melakukan seperti ini kepada nya.



"Fani Oktaviani, satu minggu yang telah kita lewati menyisakan rasa yang teramat dalam, dari semenjak kita bertemu, aku sudah yakin kalau kamu akan menjadi makmum ku, Fani Oktaviani di malam ini, di saksikan bulan dan bintang yang menerangi alam semesta maukah kamu menikah dengan ku?" tanya Farel yang masih bersimpuh di depan Fani.



Fani sungguh terharu dengan perlakuan Farel kepada diri nya, tanpa terasa air mata Fani menetes, keinginan ayah nya akan segera terkabul.



"Maaf mas, aku ngga bisa." jawab Fani yang menjeda kalimat nya karena dia mengusap dulu air mata nya.



Farel begitu kesal dengan jawaban Fani, Farel pun melepaskan tangan nya dari tangan Fani lalu berdiri.



"Bisa ngga sih kamu ngga kasih aku harapan palsu." ucap Farel sambil menatap tajam ke arah Fani.



"Siapa yang kasih harapan palsu mas?" tanya Fani heran.



"Buktinya kamu menolak aku, tapi tadi bilang mau jadi makmum aku." jawab Farel.



"Ya memang aku ngga bisa mas, NGGA BISA NOLAK KAMU." ucap Fani sambil sedikit menekan kan kata-kata nya.



"Jadi kamu menerima aku untuk jadi suami kamu?" tanya Farel dengan wajah yang berbinar.



"Iya sayang nya aku." jawab Fani sambil mengangguk dengan bibir tersenyum.



"Terima kasih sayang, terima kasih." ucap Farel sambil terus mencium kening Fani.


********************************************


Kalian kena prank🤣🤣🤣🤣🤣


Ternyata epsd Byan dan Putri unboxing setelah ini🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2