Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Sekertaris Baru


__ADS_3

Waktu yang terus berjalan, kini perut Putri sudah membesar, dengan berbagai drama mereka lalui, dari perdebatan kecil hingga ngidam yang selalu harus di turuti.


Walaupun sedang hamil tapi Putri masih mengikuti pelajaran di kampus nya lewat Dira atau pun lewat zoom.


Dan pihak kampus memberikan izin belajar dari rumah, selain karena Putri lagi hamil mereka juga tahu kalau Putri adalah menantu nya Raka sang donatur terbesar di kampus.


Dira dan Nathan pun sudah melakukan lamaran dan mereka memutuskan untuk menikah setelah Putri melahirkan.


Awal nya Nathan menolak dengan permintaan Dira yang ingin menikah setelah Putri melahirkan, tapi setelah tahu alasan Dira, Nathan pun menyetujui nya.


Nathan dan Byan kini sudah menggantikan peran ayah nya masing-masing untuk meneruskan perusahaan mereka.


Fani pun kini sedang mengandung buah cinta nya dengan Farel sang polisi tampan.


Fani dan Farel memang sengaja tidak membeli rumah, karena mereka mengatur waktu nya untuk orang tua mereka masing-masing.


Satu minggu di rumah dokter Mery dan satu minggu lagi di rumah Fadil.


Sebenar nya Fani dan Farel ingin membeli rumah, tapi kedua orang tua mereka masing-masing tidak menyetujui nya, apalagi dokter Mery.


Karena merasa kasihan sama dokter Mery yang tinggal sendirian, akhirnya Farel dan Fani pun tidak jadi membeli rumah dan tinggal bersama mereka walaupun harus gantian.


Walaupun perut nya sudah membesar, tapi Putri masih melayani suami nya dalam segala hal.


"Mas, baju nya sudah aku siap kan, aku ke ruang makan dulu." teriak Putri.


"Iya Yang." jawab Byan dari dalam kamar mandi.


Putri pun pergi ke ruang makan dengan berjalan yang sangat hati-hati.


"Pagi mah." ucap Putri yang melihat Ayu sedang menyiapkan sarapan nya.


"Pagi sayang, Byan nya mana?" tanya Ayu.


"Lagi mandi mah." jawab Putri.


"Bagaimana cucu omah, rewel nga nih." ucap Ayu sambil mengelus perut Putri yang sudah besar itu.


"Ngga omah." jawab Putri dengan nada seperti anak kecil.


Perut Putri pun bergerak, tanda si bayi merespon dengan sentuhan Ayu.


"Wah dia bergerak sayang, anak pintar, jangan nyusahin mamah nya ya." ucap Ayu kembali.


"Ada apa nih pagi-pagi sudah heboh aja." ucap Raka yang baru masuk ke ruang makan.

__ADS_1


"Ini pah bayi nya pas mamah tanya dan mamah sentuh dia bergerak seperti merespon gitu." jawab Ayu sambil tersenyum.


"Bayi nya apa perut nya?" tanya Raka.


"Ya perut nya pah, kan bayi nya belum lahir." jawab Ayu dengan sedikit kesal.


"Coba sini nak, papah juga ingin menyentuh nya." ucap Raka.


Putri pun mendekat ke arah Raka, dan Raka pun mulai menyentuh perut Putri dan mengelus nya.


"Apa yang papah lakukan, dia itu istri aku pah." ucap Byan.


"Cemburu mu itu keterlaluan, dia juga kan anak papah, masa kamu cemburu sama papah." ucap Raka.


"Kakak ini keterlaluan memang pah." ucap Dira.


"Apa sih dek, ikutan saja." ucap Byan.


"Sudah-sudah kalian ini selalu saja berdebat." Ayu pun melerai perdebatan diantara mereka.


"Nak, bagaimana kalau untuk sementara kalian pindah kamar saja dulu ke kamar tamu, kasihan istri kamu kalau harus naik turun tangga, mana perut nya sudah besar lagi." ucap Ayu di sela-sela makan nya.


"Ya sudah kalau gitu nanti kita tidur di kamar tamu saja, kamu minta bibi untuk mindahin baju kita, tapi jangan semua nya, ambil seperlu nya saja." ucap Byan.


"Ya sudah kalau gitu mas berangkat dulu, pah, mah, aku berangkat kerja dulu." ucap Byan sambil mencium telapak tangan mereka.


"Pah, mah, aku antar mas Byan dulu ke depan." ucap Putri.


"Iya sayang, kamu hati-hati ya kalau jalan." ucap Ayu.


"Kak, aku nebeng dong." teriak Dira.


"Memang ya Nathan ngga jemput." ucap Byan.


"Katanya pagi ini ada meeting jadi ngga bisa jemput." jawab Dira.


"Ya sudah ayo." ucap Byan.


"Kamu hati-hati di rumah, jangan ngerjain apapun, kalau capek jangan belajar dulu." ucap Byan.


"Iya mas, kamu juga hati-hati." ucap Putri lalu mencium telapak tangan Byan, dan Byan pun mencium seluruh wajah Putri lalu pergi.


*


*

__ADS_1


Di kantor Byan memang lagi membutuhkan seorang sekertaris karena sekertaris lama sudah mengundurkan diri karena sedang hamil besar.


"Selamat pagi pak, untuk sekertaris bapak, kami sudah mendapatkan nya dan dia masuk semua kriteria yang perusahaan ingin kan." ucap pak Samsul.


"Baik kalau begitu kamu ajari dia apa yang harus dia kerjakan dan juga kasih semua laporan yang sudah di susun sama sekertaris yang dulu." ucap Byan.


"Baik pak." jawab pak Samsul.


Pak Samsul pun kembali dan melaksanakan apa yang sudah di perintahkan oleh Byan.


Sindy memang anak nya cantik dan pintar, dalam waktu yang sebentar pun sudah paham dengan apa yang harus dia kerjakan.


"Aku penasaran banget dengan bos ku ini, apa dia sudah tua atau masih muda ya." gumam bathin Sindy.


"Sindy, tolong kamu berikan berkas ini kepada pak Byan dan minta tanda tangan nya." ucap pak Samsul sambil memberikan berkas-berkas yang ada di tangan nya.


Sungguh ini lah yang di tunggu-tunggu oleh Sindy dari pagi.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba." gumam bathin Sindy sambil tersenyum.


"Baik pak." ucap Sindy sambil mengambil berkas yang ada di tangan pak Samsul.


"Untuk ke depan nya ini menjadi tanggung jawab kamu ya." ucap pak Samsul.


"Baik pak, kalau begitu saya ke ruangan nya pak Byan dulu." ucap Sindy.


"Saya juga kembali ke ruangan saya." ucap pak Samsul lalu pergi meninggalkan ruangan Sindy.


"Akhir nya rasa penasaran aku dari pagi akan terjawab juga siang ini, aku harus buru-buru sebelum pak Byan pergi makan siang." gumam Sindy sambil merapihkan baju dan make up nya.


"Sudah cukup lah penampilanku ini, mau udah tua mau masih muda, yang penting aku harus kelihatan keren dan cantik di mata bos." gumam Sindy sambil menatap dirinya di pantulan kaca yang ada di ruangan nya.


Perlahan dengan langkah yang gontai Sindy pun menghampiri ruangan Byan.


"Permisi pak." ucap Sindy sambil mengetuk pintu ruangan Byan.


"Masuk." jawab Raka dari dalam.


Sindy pun dengan perlahan membuka pintu ruangan dan nampak lah seorang pria yang sedang menunduk mengerjakan pekerjaan nya.


"Maaf pak mengganggu waktu nya, ini ada berkas yang harus di tanda tangani." ucap Sindy.


"Oh baiklah." ucap Byan sambil mengangkat kepalanya, dan mata nya langsung menatap wajah cantik seorang wanita yang kini ada di hadapan nya.


"Ya ampun ternyata bos ku ini masih muda dan tampan, ah bakal betah aku kerja di sini." gumam bathin Sindy.

__ADS_1


__ADS_2