
Mereka pun sudah membuat laporan balik untuk Sandi, dan kini semuanya sudah berada di parkiran kantor polisi.
"Aku pulang kemana bu?' tanya Putri dengan polos nya.
"Kamu pulang ke rumah suami kamu nak, sekarang kan kamu sudah menjadi bagian keluarga suami kamu." jawab Nisa sambil tersenyum.
"Tapi kan baju Putri masih di rumah bu." ucap Putri.
"Ya sudah biar aku antar kamu pulang dulu." ucap Byan.
"Bu, kalau gitu ibu pulang bareng nak Byan sama Putri dulu ya? Papah masih ada yang harus di selesaikan dulu di sini." ucap Fadil.
"Iya pak, cepat selesaikan semua nya ya pak." jawab Nisa.
"Nak, papah sama mamah pulang duluan ya." ucap Ayu.
"Adek ikut papah sama mamah saja deh pulang nya, kalau ikut sama kak Byan ntar mengganggu pasangan pengantin baru." ucap Dira.
"Ya sudah ayo nak, adek memang sangat pengertian." ucap Ayu sambil tersenyum.
"Nis, aku pulang duluan ya? Kamu mau bareng Byan ya?" tanya Ayu.
"Iya Yu, aku pinjam anakmu sebentar ya." ucap Nisa.
"Dia juga sudah menjadi anak mu sekarang." jawab Ayu sambil tersenyum.
"Mah, kakak ke rumah Putri dulu ya?" ucap Byan.
"Iya kak, hati-hati jangan ngebut." ucap Ayu.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil masing-masing dengan tujuan berbeda.
"Ngga ada kata mampir-mampir ya? Soalnya papah mau langsung menyelesaikan masalah ini." ucap Raka.
"Iya papah yang masih tampan." jawab Dira.
"Tuh mah, kata adek juga papah masih tampan." ucap Raka.
"Emang papah itu masih tampan, kalau papah sudah berubah cantik mamah geli lihat nya." jawab Ayu sambil tertawa.
Dira pun ikut tertawa mendengar ucapan dari sang mamah, mereka akhir nya meninggalkan kantor polisi dengan arah yang berbeda.
*
*
Farel dan Rizal tidak ingin menunggu lama-lama lagi dengan kasus yang menimpa Putri, setelah kepergian keluarga nya, Farel dan Rizal langsung mendatangi rumah keluarga pak Bagas.
Sore itu Dela sudah pulang setelah seharian menemani Sandi di rumah nya.
__ADS_1
Sandi sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menunggu ayah dan ibu nya pulang.
Terdengar suara bel berbunyi dengan sangat nyaring dan jelas.
Sandi diam saja karena dia menyangka kalau yang datang adalah kedua orang tua nya.
"Maaf den, di depan ada dua orang polisi lagi mencari anda." ucap pelayan keluarga pak Bagas.
"Polisi? Oh iya terimakasih bi." ucap Sandi sambil berdiri.
"Akhirnya Byan di tangkap dan di jebloskan ke dalam penjara, mampus lo Byan." gumam bathin Sandi sambil berjalan menuju pintu rumah.
"Selamat sore pak, kami membawa surat penangkapan untuk anda." ucap Farel sambil memperlihatkan surat yang di bawa nya.
"Kan saya yang melapor pak, kenapa saya yang ditangkap?' tanya Sandi dengan wajah terkejut nya.
"Nanti kami jelaskan di kantor, sekarang anda ikut dengan kami ke kantor polisi." ucap pak Rizal.
"Tidak bisa begitu dong pak, masa saya yang melapor tapi saya yang ditangkap, seharus nya si Byan yang di tangkap karena dia sudah membuat saya terluka dan mengambil mobil saya." teriak Sandi tidak terima dengan penangkapan diri nya.
"Mobil anda sudah kita amankan di kantor polisi, jadi sekarang mari ikut kami ke kantor." ucap pak Rizal.
Sungguh Farel sudah ngga tahan melihat Sandi, tangan nya sudah terkepal sejak tadi, ingin sekali Farel langsung menghajar nya, tapi pak Rizal selalu memberikan kode kepada Farel, agar Farel bisa menahan diri nya.
""Anda jangan mengulur-ngulur waktu lagi, sekarang ikut kami ke kantor." teriak Farel sambil mengeluarkan borgol nya dan hendak memasang nya ke tangan Sandi.
"Ada apa ini ribut-ribut." teriak pak Bagas yang baru sampai rumah nya.
"Pah, tolong Sandi pah, mereka mau menangkap Sandi." teriak Sandi.
"Kenapa anda berdua menangkap anak saya? Apa salah anak saya?" tanya pak Bagas dengan nada sombong nya.
"Saya hanya melaksanakan tugas, kita jelaskan di kantor nanti." jawab pak Rizal sambil menarik tangan Sandi untuk di bawa ke kantor polisi.
"Mah tolong Sandi mah." teriak Sandi begitu melihat ibu nya.
"Pah, ada apa? Kenapa Sandi di borgol pah?" tanya bu Rina yang baru pulang habis perkumpulan ibu-ibu sosialita nya.
"Papah juga ngga tahu mah, tapi kita ikuti saja ke kantor polisi." jawab pak Bagas.
"Papah harus bisa membebaskan Sandi, mamah ngga mau tahu." ucap bu Rina sambil menangis.
"Iya papah akan membebaskan nya, ayo sekarang kita ke kantor polisi." ucap pak Bagas sambil kembali masuk ke dalam mobil nya.
__ADS_1
*
*
Putri sudah memasukan sebagian baju nya kedalam koper, sengaja Putri tidak membawa semua baju nya, karena untuk ganti di kala dia sedang main ke rumah orang tua nya, tidak lupa Putri membawa semua keperluan kuliah nya.
"kalian mau makan di sini dulu ngga?" tanya Nisa.
"Ngga bu, kita makan di sana saja, sudah semua belum Put?" ucap Byan sambil memasukan barang-barang yang akan di bawa Putri.
"Sudah kak." jawab Putri.
"Kalau gitu kita pulang sekarang ya." ajak Byan.
"Iya kak, bu, kita pulang ya? Maaf Putri ngga bisa nemenin ibu." ucap Puri sambil mencium telapak tangan nya.
"Iya ngga apa-apa nak, sekarang kamu sudah mempunyai kewajiban sebagai seorang istri, jadilah istri yang baik dan nurut sama suami." ucap Nisa sambil membelai lembut puncak kepala Putri.
"Bu, kita pulang ya." ucap Byan sambil mencium telapak tangan Nisa.
"Iya nak, hati-hati, jangan ngebut, ibu titip Putri, jaga dan sayangi dia, kalau kamu sudah ngga menginginkan nya lagi kamu kembalikan Putri baik-baik, jangan sekali-kali menyakiti hati dan fisik nya." ucap Nisa.
"Iya bu, Insya Allah saya akan selalu menjaga dan menyayangi Putri." jawab Byan dengan sangat jelas.
Betapa senang dan bahagia nya hati Putri mendengar ucapan dari Byan sahabat nya yang sekarang telah menjadi suami nya.
Nisa pun memandang ke arah mobil Byan yang mulai melaju meninggalkan rumah nya.
Kini mereka berdua berada di dalam mobil, sungguh mereka berdua sangat canggung di posisi sekarang, padahal sejak dulu mereka kemana-mana selalu berdua, tapi sekarang setelah mereka sah menjadi suami istri, mereka seperti orang asing yang baru bertemu.
"Kak."
"Put."
Ucap mereka bersamaan membuat muka Putri berubah menjadi merah.
"Ya sudah kamu duluan saja." ucap Byan.
"Kak, boleh mampir ke mini market sebentar." ucap Putri.
"Mau beli apa?" tanya Byan.
"Mau beli semua kebutuhan wanita saja." jawab Putri.
"Lama ngga?" tanya Byan.
"Sebentar kok kak." jawab Putri.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu aku tunggu di mobil saja, sekalian belikan aku minuman." ucap Byan sambil memarkir kan mobil nya di depan mini market.