Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Puasa


__ADS_3

"Anda."



"Kamu."



Teriak Farel dan Fani sambil saling menunjuk.



"Ternyata noan, seperti nya kalian berjodoh ya." ucap pak Rizal sambil tersenyum.



"Apa sih pak, baru juga dua kali bertemu sudah bilang jodoh saja." ucap Farel.



"Maaf siapa yang terluka?" tanya Fani mengalihkan pembicaraan.



"Itu nona, tangan nya terluka tolong diobati dengan baik dan benar ya, oh iya sekalian juga obati hatinya ya, soalnya hati nya sudah terluka terlalu lama takut nya nanti jadi mati rasa." ucap pak Rizal lalu langsung kabur dari ruangan Farel.



"Pak Rizal." teriak Farel sambil melepar balpoin ke arah pak Rizal.



"Maaf pak boleh saya lihat luka nya?"tanya Fani.



Farel pun mengulurkan tangan nya yang masih mengeluarkan darah.



"Ya ampun pak, kok bisa sampai terluka begini? Bapak habis berantem ya?" tanya Fani sambil meraih dan melihat tangan Farel.



Begitu tangan Fani menyentuh tangan Farel ada rasa yang berbeda di hati kedua nya, padahal ini bukan yang pertama buat Fani, karena dia sering menyentuh pasien.



"Ada apa dengan persaaan aku ini, kenapa baru menyentuh nya saja sudah berbeda rasa nya, aku kan sering menyentuh tangan banyak orang, tapi kenapa begiitu menyentuh tangan pak Farel berbeda." gumam bathin Fani sambil terus membersihkan luka Farel.



Apa yang di rasakan Fani sama dengan yang di rasakan Farel.



"Hangat dan nyaman sentuhan nya, bikin aku ingin di sentuh terus," gumam bathin Farel sambil terus menatap wajah Fani.


*


*


"Pengantin baru belum pada bangun ya mah?" tanya Dira yang sudah duduk di kursi makan.


"Mungkin lagi siap-siap nak." jawab Ayu.



"Wajar lah kalau mereka bangun nya siang, kan malam tadi malam pertama bagi mereka menjadi suami istri." jawab Raka.



"Eh sebentar-sebentar, kok papah sama mamah pagi ini terlihat lebih ceria dan fresh, habis ngapain pah?" tanya Dira.



"Habis minum jamu jadi tubuh papah sedikit segar." jawab Raka sambil tersenyum penuh arti.



"Pagi semua nya." ucap Byan sambil tersenyum dengan tangan yang menggandeng tangan Putri.



"Mau nyeberang ya pakai acara gandengan segala." goda Dira.



"Apa sih dek." jawab Byan.


__ADS_1


Putri yang merasa malu pun melepaskan gandengan tangan nya.



"Dek, jangan godain kakak mu terus, nanti mereka bisa membalas nya lo." ucap Ayu.



"Tenang saja mah nanti kalau adek nikah aku akan balas." ucap Byan sambil duduk.



"Ngga boleh gitu kak, bagaimana pun kak Dira kan adik nya kakak, biarin saja anggap saja kak Dira masih kecil." ucap Putri yang sedikit membuat kesal Dira.



"Kamu itu ya Put, aku kira mau belain aku ternyata ujung -ujung nya ngga enak juga." ucap Dira dengan sedikit cemberut.



Mereka pun tertawa melihat tingkah Dira, dan melanjutkan acara sarapan pagi nya.



"Kalian mau masuk apa masih mau libur?" tanya Raka di sela-sela sarapan nya.



"masuk pah, kan mereka belum ada yang tahu kalau kita sudah menkah, kalau ngga masuk nanti mereka pada cari nfo kenapa kita ngga masuk." jawab Byan, Raka pun hanya mengangguk.



"Kak aku nebeng ya ke kampus nya." ucap Dira.



"Kan setiap pagi juga kamu nebeng sama kakak dek." jawab Byan.



"Kan sekarang kakak ada kakak ipar kali aja kakak sudah ngga mau ajak adek lagi." ucap Dira sambil tersenyum.



"Kamu ini dek, walau Putri kini sudah menjadi istri kakak, kamu tetap adik kakak yang cantik dan imut, walau sebenar nya suka ngeselin sih." jawab Byan.




"Ya sudah kalau gitu aku ambil tas sama buku ke kamar dulu." ucap Putri.



"Aku juga, mau ambil tas sama buku dulu." ucap Dira sambil berdiri.



"Put sekalian ambil tas kakak ya." teriak Byan.



"Iya kak." jawab Putri lalu pergi ke kamar Byan.



"Mah, tolong ambilkan ponsel papah di kamar dong." ucap Raka.



"Oke pah, sebentar ya." jawab Ayu sambil berlalu pergi ke kamar nya.



Di rasa mereka tinggal berdua, Raka bertanya tentang malam pertama kepada anak nya.



"Gimana? Sudah unboxing?" tanya Raka sambil menatap Byan.



"Belum pah." jawab Byan yang mengerti arah pembicaran papah nya.



"Kok belum, harus nya kamu gercep dong, buat istri kamu tidak berdaya dan merasa ketagihan dengan kamu nanti nya." ucap Raka pelan.



"Gimana mau unboxing, baru juga pemanasan pas mau lanjut eh bulan nya datang mengganggu." ucap Byan dengan wajah sedikit di tekuk.

__ADS_1



"Bulan?" gumam Raka lalu tiba-tiba Raka tertawa setelah paham apa yang telah di ucapkan oleh Byan.



"Tertawa saja terus pah, bahagia banget melihat anak nya sedang menderita seperti ini." ucap Byan yang semakin kesal karena sang ayah malah menertawakan nya.



"Sabar ya nak, cuma satu minggu kok, minggu depan kamu baru bisa merasakan nya." ucap Raka di sela-sela tertawa nya.



"Satu minggu! Teriak Byan yang kaget karena merasa lama bagi dirinya.



"Syut jangan keras-keras nanti mereka dengar pembicaraan kita." ucap Raka pelan.



"Apa yang satu minggu?" tanya Ayu sambil menatap dua lelaki yang selalu dia sayang itu.



"Itu mah Byan harus puasa satu minggu, kasihan ya mah." ucap Raka sambil tersenyum.



"Sama kok papah juga harus puasa satu minggu karena barusan mamah datang bulan." ucap Ayu sambil tersenyum.



"Nah kan ternyata nasib kita sama." ucap Byan sambil tertawa.



"Yang penting papah semalam sudah dapat jatah." jawab Raka yang membuat Byan kesal, karena mengingatkan dirinya yang semalam ngga bisa melanjutkan aksi pedang nya.



"Wah bahagia ngga ngajak kita-kita." ucap Dira dengan tas dan buku di tangan nya.



"Papah doang yang bahagia, sudahlah ayo kita berangkat nanti kesiangan lagi." ucap Byan dengan wajah yang sedikit di tekuk.



"Kak Byan kenapa mah?"tanya Dira sambil mencium telapak tangan Ayu.



"Biasa masalah laki-laki, sudah biarkan saja, kamu jangan menggoda kakak kamu dia lagi PMS." bisik Ayu.



"PMS? Kan biasa nya yang PMS wanita, oh ya adek paham sekarang." ucap Dira pelan.



"Mah, pah kita berangkat dulu." ucap Putri sambil mencium telapak tangan kedua mertua nya.



"Iya nak, hati-hati ya." ucap Ayu.



"Kalau begitu papah juga berangkat ya mah." ucap Raka.



"Papah mau ke kantor? Katanya kemarin papah mau istirahat di rumah?" tanya Ayu.



"Ngga jadi, percuma istirahat di rumah juga kalau ada si bulan yang sudah mengganggu rencana papah." jawab Raka.



"Bulan?" gumam Ayu yang belum mengerti dan belum paham.



"Iya si bulan, kan mamah tadi bilang papah harus puasa karena datang bulan kan? Nah si bulan itu lah yang telah mengganggu rencana papah, jadi mending papah ke kantor saja lah." jawab Raka.



"Ya ampun pah, aku kira apaan." ucap Ayu sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2