Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Menyelam Sambil Minum Air


__ADS_3

"Gila ya mereka mati ngga ya? Kalau mereka mati gimana?" ucap Caca dengan wajah tegang nya.



"Kamu tenang saja, tidak ada yang melihat nya kok." jawab Dela santai.



"Iya kalau mereka mati, kalau mereka hanya pingsan? Pasti mereka melaporkan kita ke polisi." ucap Resi.



"Ngga, gue ngga mau masuk penjara." teriak Cintya.



"Terus kita harus gimana dong." ucap Caca.



"Bagaimana kalau kita kabur saja, kita pergi ke rumah nenek ku yang ada di kampung." ucap Cintya.



"Terus kalau orang tua kita bertanya, kita harus jawab apa?" tanya Dela.



"Ya bilang saja kita ada tugas kampus, selesai kan?" jawab Cintya sambil terus melajukan mobil nya.



"Baiklah kalau gitu besok malam kita berangkat nya, gimana?"tanya Caca.



"Oke deal, sekarang kita pulang saja dan menyiapkan rencana untuk besok." ucap Dela.



"Oke, deal ya." ucap Resi.



"Ya." mereka pun menjawab secara bersamaan.


*


*


Sementara Byan dan Nathan pun terus berkeliling mencari Putri dan Dira.


"Kemana mereka sebenar nya, kok gue jadi ngga enak perasaan gini ya." ucap Byan sambil terus fokus dengan jalanan.



"Perasaan gue juga sama kayak lo Yan, apa kita lapor polisi aja Yan?" tanya Nathan.



"Jangan dulu, lagian laporan juga belum bisa diterima, kan belum dua kali dua puluh empat jam." jawab Byan.



"Iya juga ya? Terus kita harus mencari kemana lagi dong." ucap Nathan dengan wajah khawatir nya,.



"Kita akan terus mencari nya, elo coba terus menghubungi mereka, kali saja ponsel nya ada yang aktif, ini no nya." ucap Byan sambil memberikan ponsel nya kepada Nathan.



Nathan langsung mengambil dan menyimpan no Dira di ponsel nya.



"Kamu dimana sih sayang, kita ini baru saja menikah, kamu sekarang malah sudah menghilang." gumam bathin Byan.



"Akhirnya gue punya no Dira." gumam bathin Nathan sambil terus mencoba menghubungi no Dira dan Putri.



"Gimana Nath? Terhubung ngga?" tanya Byan sambil melirik sebentar kepada Nathan.



"Nihil, ngga ada yang tersambung." jawab Nathan sambil terus mencoba.

__ADS_1



"Lo gantian yang nyetir, gue udah capek."ucap Nathan sambil menepikan mobil nya kepinggir.



"Oke." jawab Nathan sambil membuka safety bell nya lalu turun dan bertukar tempat duduk dengan Byan.



Byan dan Nathan pun terus berkeliling mencari Putri dan Dira tanpa lelah hingga pagi menjelang.


*


*


"Baik saya akan kesana sekarang,." ucap Farel lalu memutuskan panggilan nya.


Tidak lama terdengar suara notif di ponsel nya, ternyata Fani memberikan lokasi rumah nya.



"Sambil menyelam minum air, tunggu aku Fan, setelah tugas ku di kepolisian selesai tinggal tugas ku untuk mendekati kamu." gumam Farel sambil tersenyum lalu pergi menuju keluar ruangan nya.



"Pak Rizal, bangun, ayo ikut saya, ada laporan dari warga kalau dia menemukan dua remaja perempuan yang tergeletak pingsan di pinggir jalan." ucap Farel sambil menepuk-nepuk bahu nya pak Rizal.



"Di daerah mana pak Farel?" tanya pak Rizal sambil membuka kedua mata nya.



"Ini orang nya sudah share lock alamat nya." jawab Farel.



"Ya sudah ayo kita berangkat." ucap pak Rizal sambil berdiri dan berlalu mengikuti langkah Farel.



"Pak Rizal saja yang nyetir, saya yang mengarahkan jalan nya."ucap Farel sambil memberikan kunci mobil polisi.



"Baik pak." jawab pak Rizal sambil mengambil kunci yang ada ditangan Farel.




"Bapak tebak siapa yang membuat laporan ini." ucap Farel sambil tersenyum.



"Siapa memang nya pak Farel?" tanya pak Rizal.



"Dia suster Fani yang menolong mengobati tangan saya waktu kemarin." jawab Farel.



"Wah rupa-rupa nya pak Farel sekarang lagi mau menyelam sambil minum air nih." ucap pak Rizal sambil tertawa.



"Pak Rizal tahu saja, tapi saya takut tenggelam pak." ucap Farel.



"Ya pakai pelampung dong pak Farel."jawab pak Rizal sambil tersenyum.



"Saya serius pak Rizal." ucap Farel.



"Tenggelam gimana maksud nya pak Farel?" tanya pak Rizal.



"Saya takut nya suster Fani sudah punya kekasih atau bahkan sudah punya suami." jawab Farel.



"Ya kalau suster Fani sudah punya suami pak Farel mundur saja biar ngga tenggelam." ucap pak Rizal.

__ADS_1



"Nah kalau dia punya kekasih? apa saya harus mundur atau terus maju?"tanya Farel.



"Kalau mereka masih pacaran, pak Farel terus maju saja jangan di rem, kalau di rem pak Farel akan ketinggalan jauh sama kekasih nya, tapi kalau pak Farel terus maju, ada kesempatan pak Farel lah yang akan jadi pemenang nya." jawab pak Rizal.



"Kok seperti lagi balapan sih pak." ucap Farel sambil menatap ke arah pak Rizal.



"Kan emang lagi balapan pak Farel, balapan mendapatkan hati nya suster Fani." jawab pak Rizal sambil tersenyum.



"Pak Rizal ini bisa saja, depan belok kanan pak." ucap Farel sambil menunjuk kearah jalanan.



"Oke bos, saya akan mengantarkan anda sampai tujuan." ucap pak Rizal sambil membelokan setir nya ke arah kanan.



"Stop pak, titik alamat nya sih di sini pak, apa yang ini ya rumah nya."ucap Farel sambil melihat kearah rumah berlantaikan dua di samping nya.



"Ya pak Farel telepon saja suster Fani nya, sekalian minta di bikinin kopi yang manis semanis orang nya." ucap pak Rizal.



"Pak Rizal ini memang si raja gombal." ucap Farel sambil menghubungi no Fani.



Pak Rizal dan Farel pun turun dari mobil kepolisisan sambil melihat situasi sekitar.



"Selamat malam pak? Apa bapak sudah sampai?" tanya Fani yang sudah menerima panggilan dari Farel.



"Iyah sus, rumah nya yang mana ya?" tanya Farel.



"Oke pak, kalau begitu bapak tunggu saya keluar sekarang tapi, telepon nya jangan dimatikan dulu ya pak."jawab Fani dengan lembut.



"Baik saya tunggu." jawab Farel.



"Gimana?" tanya pak Rizal dengan suara yang sangat pelan.



"Dia lagi menuju kesini, kita tunggu dulu saja disini." jawab Farel.



"Oh oke." jawab pak Rizal sambil terus melihat ke sekitar lokasi.



"Pak, ayo silahkan masuk." ucap Fani sambil membukakan pintu gerbang nya.



Farel dan pak Rizal pun membalikan tubuh nya melihat kearah Fani yang terlihat sangat cantik malam itu dengan rambut yang dia geray.



Fani memang suka mnegikat rambut nya jika sedang bertugas, tapi kalau di rumah Fani suka menggeray rambut nya.



"Cantik." gumam Farel sambil menatap tidak berkedip kepada Fani.



"Pak, kondisikan matanya, ayo sekarang kita masuk dulu." ucap pak Rizal dengan pelan.


__ADS_1


Farel pun kaget dan tersadar dari lamunan nya. "Ah, iya ayo." ucap Farel sa,bil melangkah mengikuti langkah nya Fani.


__ADS_2