Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Sayang


__ADS_3

"Kamu mau berdiri aja semalaman?" tanya Byan yang kini sudah merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.



"Eh aku," ucap Putri yang lagi bingung harus tidur dimana.



"Kamu lebih suka tidur sama si Sandi daripada aku rupanya." ucap Byan yang kesal dengan Putri.



"Maksud kakak." ucap Putri sambil menatap tajam ke arah Byan.



"Buktinya kalau sama Sandi kamu langsung membuka baju kamu, sedangkan sama aku, tidur di sampingku saja kamu ngga mau, padahal aku ini kan suami sah kamu." ucap Byan.



Putri yang kesal dan marah sama Byan pun ikut berbaring di samping Byan dengan membelakangi Byan.



"Kamu tidak tahu ya cara bersikap kepada suami?" tanya Byan.



"Kak please, aku capek sebenar nya apa sih mau nya kakak, kalau kakak terus-terusan ngatain aku, lebih baik aku pulang saja ke rumah ibu." ucap Putri sambil bangun dan turun dari tempat tidur nya.



Putri pun berniat pergi tapi tangan nya di tarik oleh Byan hingga Putri terjatuh ke atas tempat tidur dan menimpa tubuh Byan yang sedang telentang.



Mata kedua nya saling menatap dalam-dalam, ada rasa cinta di sana, tapi mereka masih enggan untuk mengatakan nya.



Byan membelai lembut pipi Putri, seakan terhipnotis oleh sentuhan Byan, Putri pun memejamkan kedua matanya sambil merasakan rasa yang tumbuh di seluruh tubuh nya.



Dengan perlahan Byan mendekatkan wajah nya dan menyentuh bibir nya Putri.



Hangat dan kenyal itulah yang di rasakan mereka berdua, jantung mereka yang terus berirama dan tubuh yang terasa tersengat aliran listrik membuat mereka semakin ingin terus merasakan nya.



Dirasa Putri yang hanya diam dan tidak menolak di setiap sentuhan nya, Byan pun melancarkan aksi nya.



Byan perlahan menggerakkan bibir nya hingga membuat Putri semakin terlena dalam cumbuan nya.



Semakin lama semakin panas dan menuntut untuk melakukan yang lebih.



Mereka terus menyalurkan hasrat dan perasaan nya lewat cumbuan hingga Putri merasakan ada yang keluar dari bawah sana.



"Kak." ucap Putri sambil melepaskan ciuman nya.



"Kenapa? kita kan sudah sah, dan ini kewajiban yang harus kita penuhi." ucap Byan dengan wajah sendu nya sambil menahan hasrat yang di bawah sana.



"Sebentar aku mau ke toilet dulu." ucap Putri lalu bangun dari atas tubuh Byan dan berlari ke kamar mandi.


__ADS_1


"Baru juga di cium gitu sudah pengen pipis aja, gimana nanti kalau sudah terjadi, pipis nya pasti banyak." gumam Byan sambil menyentuh dan mengelus pedang nya.



"Put, lagi apa sih, buruan dong." teriak Byan yang sudah ngga tahan dengan pedang nya yang sudah menjulang.



Pintu kamar mandi pun terbuka, Putri berjalan sambil menunduk.



"Maaf kak," ucap Putri yang bingung harus bilang apa.



"Ngga usah minta maaf, ayo kita lanjutkan." ucap Byan sambil memeluk dan mencium leher Putri.



"Maaf kak aku ngga bisa." ucap Putri sambil menatap wajah Byan yang terus mencium leher nya.



"Kenapa? Apa kamu takut? Tenang saja aku akan pelan-pelan kok." ucap Byan.



"Bukan kak tapi," ucap Putri yang masih bingung.



"Tapi kenapa? Kamu belum siap?" tanya Byan.



"Aku lagi datang bulan." Putri pun buru-buru menjawab karena takut nya Byan salah sangka lagi.



"\*\*\*\*," ucap Byan sambil melepaskan pelukan nya lalu pergi ke kamar mandi.




"Mau menyelesaikan nya sendiri." jawab Byan sambil masuk dan menutup pintu kamar mandi.



"Maaf kan aku kak, aku lupa kalau hari ini adalah jadwal nya aku dapat, untung tadi aku beli pembalut di mini market." gumam Putri.


*


*


Pagi hari Byan mengerjapkan matanya, begitu matanya terbuka dia di suguhkan wajah cantik Putri sahabat nya dari kecil yang sekarang sudah menjadi istri nya.


"Dari dulu kamu memang cantik, ngga apalah semalam aku belum bisa mendapatkan nya tapi sengga nya semalaman aku bisa peluk kamu." gumam bathin Byan sambil memeluk erat tubuh Putri.



Putri yang merasakan tubuh nya tertimpa sesuatu pun mulai mengerjapkan mata nya.



Byan yang melihat Putri akan membuka matanya langsung memejamkan kembali kedua matanya dan berpura-pura masih tidur.



"Tubuhku kok berat ya?" gumam bathin Putri sambil mengerjapkan kedua mata nya.



"Ah ternyata kak Byan, hampir aku teriak, aku lupa kalau mulai sekarang aku sudah menjadi istri, kalau lagi tidur begini kakak lebih tampan, terlihat damai, maafkan aku ya kak, semalam aku belum bisa menjadi istri yang seutuh nya buat kakak." gumam Putri sambil mengelus lembut pipi Byan.



Byan langsung meraih tangan Putri yang sedang menyentuh pipi nya.

__ADS_1



"Ngga apa-apa kakak akan selalu menunggu waktu nya tiba." ucap Byan dengan mata yang masih terpejam.



"Kakak sudah bangun? Kakak jahat." teriak Putri dengan wajah yang sudah berubah warna menjadi merah karena malu ucapan nya tadi di dengar oleh Byan.



"Jahat kenapa? Kakak ngga melakukan apa-apa kok." ucap Byan sambil membuka mata nya dan tersenyum kepada Putri.



"Kakak mendengar semua ucapan ku tadi ya?" tanya Putri.



"Kalau mendengar pun ngga jadi masalah, kan kakak suami sah kamu." jawab Byan sambil kembali memeluk erat tubuh Putri.



"Sudah kak ayo bangun sudah siang, nanti kita kesiangan lagi, hari ini kakak ada jadwal ngga?" tanya Putri sambil berusaha melepaskan pelukan nya.



"Sebentar lagi ya sayang." ucap Byan sambil menelungkupkan wajah nya ke atas dada Putri.



Putri merasa bahagia dirinya di panggil sayang oleh Byan.



"kakak panggil aku apa barusan?" tanya Putri ingin memastikan.



"Sayang, kenapa? Keberatan?" tanya Byan.



"Ngga kok kak, tapi kalau di kampus jangan panggil sayang ya? Kan pernikahan kita belum ada yang mengetahui, aku ngga mau pihak kampus banyak pertanyaan dengan pernikahan kita." ucap Putri.



"Iya sayang, tapi awas ya kamu kalau main mata sama laki-laki lain." ucap Byan.



"Paling juga kakak yang suka main mata sama wanita lain." ucap Putri.



"Ngga kakak ngga akan main mata sama wanita lain kecuali kamu." ucap Byan lalu mencium pipi Putri.



"Udah ah kak lepasin aku mau mandi." ucap Putri.



Morning kiss dulu." ucap Byan sambil menunjuk bibir nya.



"Nanti saja lah kak, aku mau mandi dulu." ucap Putri.



"Kalau gitu ngga akan kakak lepas sampai kamu memberikan nya." ucap Byan.



Mau tidak mau Putri pun memberikan morning kiss nya kepada Byan kalau tidak dia ngga bisa lepas dari pelukan Byan.



"Sudah ya sayang, sekarang izinkan aku untuk mandi dan siap-siap untuk ngampus oke." ucap Putri setelah memberikan morning kiss nya.

__ADS_1



Byan pun melepaskan pelukan nya sambil tersenyum, dia sangat bahagia karena di panggil sayang oleh Putri.


__ADS_2