
"Dek, kakak sudah rapih belum?" tanya Farel sambil melihat dirinya di pantulan kaca besar yang ada di kamar nya.
"Keren plus tampan, itulah kakak ku." jawab Putri sambil tersenyum.
"Biasa nya kalau kamu muji kakak seperti ini pasti ada mau nya." ucap Farel.
"Ngga kok kak, emang benar kakak itu tampan." ucap Putri.
"Terus aku ngga tampan gitu." ucap Byan yang sudah berdiri di depan pintu kamar Farel.
"Oh tentu saja suami aku ini orang yang paling tampan kalau sedang di kamar berdua sama aku." jawab Putri.
"Ya iya lah paling tampan, kan ngga ada cowok lain lagi." ucap Byan sambil cemberut.
Farel yang mendengar ucapan mereka pun hanya tersenyum.
"Ngga usah cemberut gitu, kalau cemberut tampan nya hilang." ucap Putri sambil tersenyum.
"Sudah ah Yang, jangan goda mulu, ayo kak kakak sudah di tunggu di bawah." ucap Byan yang memang di suruh memanggil Farel.
"Ayo." jawab Farel lalu melangkah kan kaki nya menuju ke ruang bawah dimana keluarga nya sudah berkumpul.
"Lagi nunggu Nathan ya nak?" tanya Ayu yang melihat Dira terus-terusan melihat ke arah pintu depan.
"Iya mah." jawab Dira.
"Sabar aja, mungkin masih dalam perjalanan." ucap Ayu.
Selagi Dira lagi berbincang dengan Ayu, terlihat sebuah mobil masuk ke halaman rumah Fadil.
"Tuh seperti nya orang yang kamu tunggu datang." ucap Ayu, Dira hanya tersenyum sambil menatap mobil Nathan.
Nathan pun dengan pakaian formal nya turun dari mobil dan menampakan sebuah senyuman yang sangat manis dia berikan untuk Dira sang kekasih.
"Kenapa lama? Terlambat sedikit saja aku tinggal." ucap Dira.
"Maaf sayang, tadi jemput dulu Nia dari rumah teman nya." jawab Nathan.
"Ya sudah kita tunggu di sini saja, sebentar lagi juga mereka keluar kok." ucap Dira.
"Tapi masa aku ngga bertemu sama orang tua kamu dulu Yang." ucap Nathan yang merasa ngga enak dengan keluarga Dira.
"Kan nanti juga ketemu." ucap Dira.
"Ya sudah kalau gitu tunggu di sini saja." ucap Nathan.
__ADS_1
"Kamu terlihat sangat tampan nak." ucap Nisa .
"Siapa dulu dong bapak nya nya." ucap Fadil.
"Narsis." ucap Nisa.
"Sudah kalau mau bermesraan nanti saja sepulang dari rumah dokter Mery, sekarang kita berangkat keburu malam." ucap Raka.
"Siapa yang bermesraan, ya sudah lah ayo kita berangkat." ucap Fadil.
"Pantesan ngga kelihatan, ternyata lagi mojok berduaan di sini." ucap Byan.
"Malam semua." ucap Nathan sambil mencium telapak tangan mereka satu persatu.
"Malam nak, dari tadi Dira gelisah nungguin, takut kamu ngga datang nak." ucap Ayu sambil tersenyum.
"Mamah, please deh." ucap Dira.
"Sudah-sudah, ayo kita berangkat." ucap Raka.
Mereka pun berangkat dengan kendaraan masing-masing, kecuali Farel, dia ikut mobil Fadil.
*
*
Di rumah Fani sedang sibuk mau menyambut keluarga Fadil, nampak terlihat saudara-saudara dari keluarga Fani sudah hadir.
"Ah ngga juga tan, belum semahir yang lain nya kok." jawab Dhea.
"Tapi menurut tante ini tuh sudah keren banget, oh iya nak bagaimana kabar orang tua kamu?" tanya dokter Mery.
"Alhamdulilah pada sehat tante." jawab Dhea.
"Pokok nya jangan nunggu di kasih tahu lagi, nanti pas hari pernikahan Fani semua nya harus pada datang." ucap dokter Fani.
"Insya Allah tan, memang nya kapan pernikahan nya di laksanakan?" tanya Dhea.
"Belum pasti sih, nanti kamu ikut menghadiri nya saja sampai akhir, jadi nanti kamu tahu kapan hari pernikahan mereka." ucap dokter Mery.
"Baik tante, terima kasih saya sudah di libat kan dalam acara lamaran malam ini." ucap Dhea sambil tersenyum.
"Oh iya, si kembar dan anak kamu pasti sudah pada besar ya sekarang." ucap dokter Mery.
"Sudah dok, sudah mulai masuk sekolah dasar, kalau anak saya baru masuk sekolah tk." jawab Dhea.
"Kangen juga ya sama anak-anak itu." ucap dokter Mery.
"Nanti pas hari pernikahan Fani, akan saya bawa kesini."
__ADS_1
"Bu, mas Farel sebentar lagi sampai." ucap Fani setelah mendapat kabar kalau Farel akan segera tiba di rumah nya.
"Ya sudah kalau begitu kita ke bawah nak, kita sambut mereka." ucap dokter Mery.
Mereka pun turun ke bawah untuk menyambut kedatangan keluarga dari Farel.
Di ruangan besar ini lah akan diadakan nya acara lamaran antara Farel dan Fani, Fani sudah duduk dengan anggun di sebuah kursi yang sudah di sediakan.
Tidak berapa lama akhir nya rombongan dari keluarga Farel pun tiba dan langsung di sambut oleh keluarga Fani yang terdiri dari ibu Fani bersama om dan tante nya.
"Selamat malam bu dokter, maaf kami sedikit terlambat." ucap Fadil dengan sopan.
"Malam juga, tidak apa-apa kami mengerti, silahkan masuk." ucap dokter Mery.
Mereka pun satu persatu masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi masing-masing.
"Cantik sekali." gumam Farel sambil menatap Fani.
"Sudah jangan di tatap terus, sekarang kita duduk dulu." ucap Fadil.
"Kamu tampan sekali malam ini mas." gumam bathin Fani sambil tersenyum.
Karena semua nya sudah pada hadir, maka acara lamaran pun langsung di mulai dengan penyambutan yang di wakilkan oleh om nya Fani dari pihak Fani sedangkan dari pihak Fadil di wakilkan oleh Raka.
Acara pun berlangsung dengan khidmat hingga kedua nya memasangkan cincin ke jari pasangan nya masing-masing.
Mereka pun sepakat akan melangsungkan pernikahan dua minggu lagi.
Dan dalam jangka dua minggu mereka akan di sibuk kan dengan segala persiapan, apalagi Farel, dia juga harus mempersiapkan berkas-berkas ke kantor polisi, karena sebagai aparat nanti nya akan ada acara pernikahan nya juga di kepolisian.
Acara pun di tutup dengan makan bersama, tampak wajah-wajah bahagia diantara dua keluarga ini.
"Terima kasih Yang, kamu sudah mau menerima lamaran aku." ucap Farel sambil menggenggam erat tangan Fani.
Fani pun hanya mengangguk sambil tersenyum dengan mata yang menatap lekat mata Farel.
"Kamu cantik sekali malam ini." ucap Farel.
"Kamu juga sangat tampan malam ini." balas Fani.
Farel pun mendekatkan wajah nya ke wajah Fani, karena dia pikir semua nya lagi pada asik makan.
Fani merasa terhipnotis dengan tatapan dari calon suami nya itu, dia pun spontan menutup kedua mata nya seakan-akan dia siap menerima ciuman dari Farel.
"Ya ampun kak, sabar dulu napa, di sini pun masih banyak orang, tunggu kami semua pulang dulu baru kakak boleh mencium bibir nya kakak ipar." goda Putri yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
Farel dan Fani pun spontan menjaga jarak diantara kedua nya karena mendengar suara Putri.