
"Sayang kok kita masuk ke rumah sakit?" tanya Putri.
"Sebentar ya sayang, aku ingin memastikan sesuatu." jawab Byan sambil menghentikan mobil nya.
"Apa memang nya? Kamu sakit yang?" tanya Putri lagi.
"Ngga, ya sudah ayo kita turun, nanti juga kamu tahu." jawab Byan.
"Lo, mamah dan ibu juga ikut?" tanya Putri sambil menatap heran ibu dan mertua nya.
"Hai kakak ipar." teriak Dira sambil menghampiri Putri.
"Kak Dira juga ikut?" tanya Putri.
"Iya dong, kan aku juga ingin mengetahui nya secara langsung." jawab Dira.
"Iya nak, kami semua ingin memastikan nya langsung." jawab Nisa sambil tersenyum.
"Ada apa sih sebenar nya." gumam Putri.
"Ya sudah ayo kita masuk, kita kan belum menyiapkan untuk nanti malam." ucap Ayu.
Putri pun hanya diam sambil mengikuti langkah mereka masuk ke dalam rumah sakit.
Byan pun mendaftarkan istri nya ke dokter kandungan.
"Sayang, kenapa kamu mendaftar kan aku? Aku kan ngga sakit." tanya Putri.
"Cuma mau nge cek kesehatan kamu saja sayang." jawab Byan.
"Sudah lah nak, ikuti saja keinginan suami kamu." ucap Nisa.
Waktu di cafe, Ayu meminta Byan membawa Putri ke dokter kandungan untuk memastikan nya.
Sedangkan Farel dan Fani sudah kembali ke rumah nya untuk mempersiapkan acara nanti malam.
"Silahkan tunggu dulu sebentar ya pak, bu," ucap suster.
"Baik suster." jawab mereka.
"Kok dokter kandungan? Apa kamu ngira aku lagi hamil?" tanya Putri, Byan hanya tersenyum sambil memandang wajah cantik istri nya.
"Nyonya Putri, silahkan masuk." panggil suster.
"Ayo Yang, kita masuk." ajak Byan.
"Mamah juga ikut masuk." ucap Ayu.
"Ibu juga ikut masuk." ucap Nisa.
"Aku juga ikut." ucap Dira.
Mereka pun serempak berdiri karena ingin mendengar langsung penjelasan dari dokter, hanya Nathan yang hanya diam sambil duduk menunggu.
"Selamat siang dokter." ucap Byan yang melihat seorang dokter yang sedang menunduk membaca sebuah berkas.
__ADS_1
"Siang juga." jawab dokter perempuan separuh baya sambil mengangkat kepala nya.
"Ibu."
"Kalian."
Mereka pun kaget begitu melihat sosok dokter yang mereka kenali.
"Dokter praktek di sini?" tanya Ayu sambil menjabat tangan dokter Mery.
Mereka semua melakukan hal yang sama yang Ayu lakukan.
"Iya, saya praktek d sini." jawab dokter Mery sambil tersenyum.
"Siapa yang ingin di periksa?" tanya dokter Mery sambil menatap mereka satu per satu.
"Istri saya dok." jawab Byan.
"Baiklah ayo nak berbaring di sini." ucap dokter Mery.
Putri pun mengikuti semua arahan dari dokter Mery.
"Bagaimana keadaan kamu nak?" tanya dokter Mery sambil mengoleskan gel ke perut Putri.
"Alhamdulilah baik dok." jawab Putri.
Dokter Mery pun memeriksa Putri dengan telaten dan begitu teliti.
"Alhamdulilah kamu positif, dan usia janin nya sekitar baru satu minggu, masih belum kelihatan, kamu jangan terlalu capek, dan jangan stres." ucap dokter Mery.
"Alhamdulilah kita bakal punya cucu." ucap Nisa sambil memeluk Ayu.
"Akhir nya aku mau punya keponakan." ucap Dira sambil tersenyum.
"Tapi tolong di jaga ya, soalnya kandungan nya baru banget, jadi masih rawan." ucap dokter Mery.
"Baik dok, kami akan menjaga nya." ucap Ayu.
"Kita akan punya baby Yang." ucap Byan sambil mengelus perut Putri yang masih rata.
"Tapi aku masih ingin kuliah sayang." ucap Putri dengan nada manja.
"Iya kamu boleh kuliah, tapi jangan terlalu capek ya." ucap Byan.
"Iya sayang." ucap Putri.
"Maaf dok, saya lancang membicarakan nya di sini, tapi mumpung kita bertemu jadi sekalian saja." ucap Nisa.
"Iya bu, ada apa?" tanya dokter Mery.
"Begini dok, tadi pagi Farel anak saya membicarakan kalau dirinya ingin melamar Fani putri nya dokter, apa dokter sudah tahu?" tanya Nisa.
"Oh iya, saya sudah tahu bu, ini juga sebentar lagi saya mau pulang.dan barusan orang-orang yang saya tugas kan untuk menyiapkan semua nya sudah selesai." jawab dokter Mery.
__ADS_1
"Syukur lah kalau bu dokter sudah tahu, kalau begitu kami pulang dulu ya dok, mau mempersiapkan semua nya." ucap Nisa.
"Iya bu mari, sampai ketemu nanti malam." ucap dokter Mery.
Semua orang pun keluar dari ruangan dokter Mery dan menyisakan Byan dan Putri.
"Ada yang bisa saya bantu lagi nak?" tanya dokter Mery.
"Begini dok, usia kandungan istri saya kan baru seumur jagung, apa boleh kita, em." ucap Byan yang merasa malu untuk melanjutkan kata-kata nya.
"Kak, is ngapain nanya nya seperti itu, malu tahu." ucap Putri dengan nada pelan.
Dokter Mery yang mendengar ucapan Putri pun tersenyum lalu menjawab nya.
"Boleh saja, asal jangan terlalu sering dan juga pelan-pelan, karena usia kandungan yang baru seumur jagung itu rentan akan terjadi nya keguguran, jadi nak Byan harus sering menahan nya, kecuali istri nak Byan sendiri yang meminta nya." ucap dokter Mery yang mengerti dengan pertanyaan dari Byan.
"Oh begitu ya dok, terimakasih banyak atas informasi nya." ucap Byan sambil tersenyum.
"Sama-sama nak, oh iya jangan lupa vitamin nya di minum, makan makanan sehat dan bergizi dan juga susu hamil." ucap dokter Mery.
"Baik dok, kalau begitu kami permisi." ucap Byan.
"Iya nak, sehat selalu ya kalian." ucap dokter Mery.
Byan dan Putri pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya, lalu pergi keluar nyusul keluarga nya yang sudah keluar dari tadi.
"Lo, Byan dan Putri kok belum keluar?" tanya Nisa.
"Biarin saja, mungkin ada yang ingin di tanyakan secara pribadi, kayak kamu ngga tahu aja." jawab Ayu sambil tersenyum.
"memang nya kak Byan mau nanyain apa mah?' tanya Dira.
"Nanti juga kamu akan tahu nak, kalau kamu sudah menikah." jawab Ayu.
"Memang nya ngga bisa tahu dari sekarang gitu?" tanya Dira.
"Kalau kamu ingin tahu sekarang., maka kamu harus menikah sekarang." jawab Nisa.
"Ya sudah Yang, kalau kamu masih penasaran, sekarang kita nikah." ucap Nathan yang dari tadi hanya diam saja.
"Mau nya kamu itu mah." ucap Dira.
Nisa dan Ayu pun tersenyum melihat kelakuan Dira dan Nathan.
"Nah itu mereka." ucap Nisa sambil melihat ke arah Byan dan Putri.
"Sudah selesai nak, konsultasi nya?" tanya Ayu.
"Sudah mah." jawab Byan.
"Ya sudah ayo kita pulang." ajak Nisa.
Mereka pun akhir nya langsung pulang untuk menyiapkan acara lamaran Farel.
__ADS_1
Untuk mempermudah segala nya, Dira dan Ayu pun ikut pulang ke rumah nya Nisa.