Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Berhati Kejam


__ADS_3

"Berikan lah kemurahan hati bapak, ibu dan kalian semua, terutama nak Putri dan nak Dira untuk memaafkan apa yang telah anak saya lakukan, saya sangat sedih dan terpukul melihat anak saya harus berada di dalam penjara, selama ini saya tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada nya, entah ada dorongan darimana sampai-sampai dia berbuat seperti ini." ucap bu Lasmi sambil menangis.


Di samping nya Cintya yang juga sedang menangis tersedu-sedu karena menyesali apa yang telah terjadi.


Sedangkan semua yang ada d ruangan itu hanya bisa diam dan mendengar kan apa yang akan diutarakan mereka.


"Ibu, alhamdulilah kami sekeluarga termasuk dari Dira dan Putri, kami semua sudah memaafkan anak ibu, tapi kamu mohon jangan sampai ada kejadian seperti ini terulang kembali bukan hanya kepada anak kami, tapi ke semua orang pun tanpa terkecuali, karena itu perbuatan yang sangat tidak baik." jawab Ayu.


"Iya tante saya berjanji, bahkan saya berani bersumpah untuk tidak melakukan hal bodoh seperti ini lagi, dan ini semua akan saya jadikan sebagai pelajaran untuk ke depan nya." ucap Cintya sambil terus mengusap air mata nya dengan tisu.


"Terima kasih pak, terutama ibu pribadi mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk nak Putri dan nak Dira." ucap bu Lasmi.


"Iya bu sama-sama, tapi kalau untuk masalah hukum, kami semua tidak tahu." ucap Raka.


"Ngga apa-apa pak, yang terpenting bagi saya dan istri saya bapak sekeluarga sudah memaafkan kami." ucap pak Darwis.


Pak Darwis tahu siapa orang yang sedang berhadapan dengan nya kini, dia adalah orang terkaya dan punya banyak perusahaan ternama, jadi dia tidak terlalu peduli dengan masalah hukum, karena dirinya akan mengandalkan pengacara nya dan kalau pun anak nya harus di hukum ya itu memang hukuman buat anak nya yang harus dipertanggung jawab kan.


Karena kalau pak Raka ini sampai tidak memberikan maaf nya, hancur sudah kehidupan dirinya, semua nya akan hilang dalam satu hari seperti pak Bagas.


Kabar pak Bagas yang sudah bangkrut dan hancur sudah mencuat ke semua perusahaan dan para pengelola perusahaan, jadi mereka kini semua sangat berhati-hati karena takut nasib nya akan sama dengan pak Bagas.

__ADS_1


Bahkan sebagian orang yang sudah tahu wajah anak-anak dari Raka, dan mereka pun langsung memberitahukan kepada keluarga nya kalau mereka jangan ada yang mengganggu keluarga nya Raka kalau tidak ingin hancur dalam sehari.


"Ada apa ini kumpul di sini." ucap Fadil yang baru datang, dia datang karena sebelum nya sudah di hubungi oleh Farel anak nya.


"Pak Fadil, selamat datang pak." ucap pak Rizal sambil mengulurkan tangan nya, semua nya pun saling menjabat tangan mereka.


"Silahkan duduk pak." ucap pak Rizal sambil memberikan kursi untuk Fadil.


"Terima kasih." ucap Fadil.


"Pak, ibu, perkenalkan ini Irjen Fadil, beliau ini adalah ayah nya dari neng Putri." ucap pak Rizal.


"Kami orang tua nya Cintya yang sudah berbuat tidak pantas kepada anak bapak, maaf kan atas apa yang telah di lakukan anak kami kepada anak bapak, kami mohon kemurahan hati bapak untuk memberikan maaf nya untuk keluarga saya terutama Cintya." ucap pak Darwis dengan sopan.


Pak Fadil hanya diam sambil terus menatap dan mendengar kan apa yang di ucapkan oleh pak Darwis dan Cintya.


Karena melihat ayah nya hanya diam Putri pun sebagai anak nya berusaha meluluhkan hati Fadil.


"Pak, kenapa diam saja? Putri juga sudah memaafkan mereka kok." tanya Putri


"Kenapa kamu memaafkan mereka? Bukan kah mereka sudah melukai kamu sampai kamu pingsan?" pak Fadil pun balik bertanya.

__ADS_1


"Pak, Allah saja maha pemaaf, masa kita sebagai hamba nya tidak, Putri merasakan apa yang di rasakan kak Cintya, sebenar nya semua ini juga bukan keinginan nya, tapi karena cinta nya kepada kak Byan sangat besar akhir nya kak Cintya nekad dan lepas kontrol melakukan ini semua, dan juga Putri merasakan apa yang di rasakan ibu nya kak Cintya, andai saja kondisi nya terbalik, mungkin ibu juga akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan ibu nya kak Cintya." jawab Putri.


"Tapi bapak ngga mau memaafkan mereka, karena mereka sudah menyakiti fisik dan hati anak bapak." ucap Fadil dengan sorot amarah nya.


"Sejak kapan mas jadi orang yang berhati kejam." ucap Nisa sambil masuk ke dalam ruangan.


"Sayang, kenapa kamu ada di sini." ucap Fadil sambil berdiri dengan wajah kaget nya.


Nisa datang karena dapat telepon sebelum nya dari Putri kalau Putri meminta bantuan kepada nya karena Putri tahu kalau ayah nya bisa luluh hanya sama istri nya sendiri.


"Kenapa? Apa aku ngga boleh datang kesini?" tanya Nisa dengan tatapan tajam nya.


"Boleh lah sayang, sini duduk saja." ucap Fadil sambil memberikan kursi nya.


"Kenalkan saya ibu nya dari Putri." ucap Nisa sambil mengulurkan tangan nya kepada orang tua Cintya, dan mereka pun menyambut nya.


"Ibu, maaf kan atas semua yang sudah anak kami lakukan kepada anak ibu, kami datang kesini hanya ingin minta maaf dan kalau bisa ibu sekeluarga mencabut perkara ini, tapi kalau memang pihak keluarga ibu ingin melanjutkan perkara ini, kami sekeluarga siap menerima nya dan Cintya pun harus siap dengan segala konsekuensi nya, tapi yang terutama bagi kami sekarang adalah keluarga ibu semua nya menerima permintaan maaf kami ini." ucap pak Darwis.


"Pak, saya juga seorang ibu, saya merasakan apa yang di rasakan oleh istri bapak, saya terima permintaan maaf dari bapak sekeluarga, apalagi anak saya sendiri yang menjadi korban nya sudah mau memaafkan anak bapak, bukan saya ngga marah dan menerima begitu saja dengan apa yang sudah terjadi pada anak saya kemarin, tapi saya juga hanya manusia biasa yang tidak luput dengan salah dan dosa, tapi saya hanya ingin bilang pada anak bapak, kalau ada masalah atau apapun itu tolong langsung selesaikan dengan yang bersangkutan dengan cara baik-baik bukan langsung main fisik, karena main fisik bukan menyelesaikan masalah, tapi malah tambah masalah, contoh nya ya seperti sekarang ini." ucap Nisa.


"Iya bu, saya berjanji kalau saya tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi kepada siapa pun, saya sangat menyesal." ucap Cintya sambil menunduk dan menghapus air mata nya.

__ADS_1


"Bagus nak, jadikan semua ini sebagai pembelajaran ke depan nya." ucap Nisa sambil tersenyum.


__ADS_2