Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Keinginan Putri


__ADS_3

"Mampir ke butik dulu ya? Kita nyari baju buat nanti malam." ajak Farel.



"Ngga usah lah mas, pakai baju biasa saja yang penting rapih dan sopan." jawab Fani.



"Tapi masa iya ngga pakai baju couple?" tanya Farel.



"Ngga apa-apa mas, atau bagaimana kalau begini aja, kita pakai warna baju yang senada saja." ucap Fani.



"Ya sudah terserah kamu saja lah, terus warna apa yang harus mas pakai nanti malam?" tanya Farel.



"Bagaimana kalau kita pakai warna baju putih." jawab Fani.



"Ya sudah kalau itu mau kamu." ucap Farel.



"Lagian acara nya mendadak, kalau kita nyari baju dan lain nya itu ngga bakalan sempat mas, ini sudah sore juga." ucap Fani.



"Ya sudah asal kamu ikhlas, mas ngikut aja ya, ngga apa-apa kan kalau sekarang acara nya cuma biasa saja, yang penting pas pernikahan kita, kita harus benar-benar menyiapkan nya dengan matang." ucap Farel.



"Ngga apa-apa kok mas, lagian ya mas, bukan hanya acara pernikahan nya yang harus matang, tapi kehidupan kita selanjut nya setelah kita menikah." ucap Fani.



"Benar juga ya sayang." ucap Farel sambil tersenyum, sungguh dia merasa sangat bahagia sekali saat ini, dia tidak salah memilih wanita untuk menjadi pendamping hidup nya.



"Ternyata rumah kamu di hias sayang?" tanya Farel ketika melihat rumah Fani yang sudah rapih dan bersih serta banyak bunga-bunga di setiap sudut nya.



"Pasti ini kelakuan ibu," ucap Fani.



"Maaf mengganggu, apa anda nona Fani?" tanya seorang perempuan cantik dengan tas kecantikan di tangan nya.



"Iya benar, anda siapa ya?" Fani pun balik bertanya sambil menatap heran.



"Saya Dhea, saya yang akan merias wajah nona Fani untuk acara malam ini." ucap Dhea yang kini sudah sukses dengan usaha kecantikan nya dan mengembangkan bakat nya.



"Pasti ibu yang nyuruh ya mbak?" tanya Fani.



"Iya non, tadi siang ibu menghubungi saya dan meminta saya untuk merias wajah nona Fani malam ini." jawab Dhea sambil tersenyum.



"Mbak, jangan panggil nona, panggil Fani saja ya sudah ayo masuk mbak." ucap Fani.



"Sayang kalau gitu aku pulang ya, mau siap-siap juga." pamit Farel



"Oh ternyata calon suami nya ini? Saya kira tadi saudara nya, soal nya ada kemiripan sedikit di wajah kalian, berarti kalian ini berjodoh." ucap Dhea sambil menatap Farel.



"Aamiin, Insya Allah dia adalah jodoh saya yang akan menemani saya sampai saya tua." jawab Farel.



"Aamiin." ucap Dhea.



"Hati-hati ya mas." ucap Fani.

__ADS_1



Farel hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Fani dan Dhea.



"Ya sudah ayo mbak, masuk." ajak Fani, Dhea pun masuk mengikuti langkah nya Fani.


*


*


Para orang tua termasuk Dira sedang sibuk menyiapkan apa yang akan di bawa nanti ke acara lamaran nya Farel.


"Nis, kamu pasti lupa." ucap Ayu.



"Lupa apa Yu, perasaan sudah semua nya deh." jawab Nisa sambil menatap barang-barang yang siap untuk di bawa ke rumah Fani.



"Kamu melupakan Siska." ucap Ayu.



"Ya ampun Yu, untung kamu mengingatkan aku, kalau ngga, bisa ngoceh panjang kali lebar kali tinggi tuh anak." ucap Nisa sambil meraih ponsel nya yang ia taro di atas meja.



"Istilah nya bawa-bawa matematika segala lagi." ucap Dira.



"Segitu mah mending nak, biasa nya kubus, segi tiga, sama kuadrat nya dia sebut." jawab Ayu.



"Ya ampun, ngga sekalian juga tuh guru matematika nya di sebut?" tanya Dira sambil menggelengkan kepala nya.



"Dia ngga mau sebut nama guru matematika nya sayang." jawab Ayu.



"Kenapa memang nya mah?" tanya Dira penasaran.




"Kalian menertawakan apa?" tanya Nisa sambil menatap Ayu dan Dira yang lagi tertawa.



"Ngga, tadi Dira ngelawak, aku jadi tertawa." jawab Ayu yang masih belum bisa menghentikan tawa nya.



"Yakin?" tanya Nisa.



"Iya tante beneran deh." ucap Dira.



"Oh iya Nis, bagaimana Siska bisa hadir?" tanya Ayu.



"Ngga bisa, katanya dia masih di luar kota." jawab Nisa.



"Sebenar nya aku tahu kalau Siska masih di luar kota, tapi aku ingin kamu ingat sama Siska saja, biar nanti kalian ngga ribut." ucap Ayu.



"Kamu ini Yu, loh, Putri mana nak?" tanya NIsa.



"Tadi sih mau istirahat di kamar nya tante." jawab Dira.



"Oh." Nisa pun ber oh ria sambil mengangguk.



"Sayang please aku ngga tahu harus mencari nya kemana." ucap Byan sambil terus mengikuti Putri.

__ADS_1



Ayu, Nisa dan Dira yang ada di ruangan itu pun melirik ke arah suara Byan.



"Kenapa mereka."



"Ada apa mereka."



"Wah seru nih, jangan-jangan kak Byan di suruh mencari sesuatu."



Gumam mereka bertiga sambil menatap ke arah Byan dan Putri.



"Adek, kakak mu lagi tersiksa begitu malah di bilang seru." ucap Ayu.



"Seru lah mah, kan adek pernah dengar kalau yang ngidam itu permintaan nya aneh-aneh, jadi pasti kakak ipar lagi menginginkan sesuatu yang aneh." ucap Dira.



"Kamu ini dek, awas kualat kamu." ucap Ayu.



"Is mamah, do\*a in anak nya begitu." ucap Dira.



"Kalian kenapa sayang?" tanya Nisa.



"Ini bu kak Byan ngga mau mengabulkan keinginan aku." jawab Putri.



"Memang nya kamu mau apa nak?" tanya Nisa.



"Aku hanya mau mangga yang langsung di petik dari pohon nya." jawab Putri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.



"Jadi cuma karena mau mangga yang langsung di petik dari pohon nya, kakak ipar sampai nangis begini." ucap Dira.



Putri hanya mengangguk sambil menghapus air mata nya.



"Tenang saja kak, aku akan menghubungi kak Nathan." ucap Dira sambil meraih ponsel nya.



"Apa hubungan nya adek antara mangga dengan Nathan?" tanya Ayu.



"Itu cuma alasan adek saja mah, sebenar nya dia kangen sama Nathan." ucap Byan.



"Ada lah mah, kan kakak ipar ingin mangga yang di petik langsung dari pohon nya, nah kemarin aku lihat kalau di rumah kak Nathan ada pohon mangga nya dan buah nya sangat lebat sekali, jadi biar dia yang petik gitu maksud nya." ucap Dira sambil mencari kontak Nathan.



"Tapi aku mau nya kak Byan yang manjat pohon nya." ucap Putri.



"Apa! Teriak mereka secara serempak sampai-sampai mengalahkan serempak nya paduan suara di kala mengibarkan bendera.



"Tapi Byan ngga bisa manjat pohon." ucap Ayu sambil menatap iba kepada anak nya.



"Wah seru nih, aku mau lihat kakak manjat pohon mangga ah." ucap Dira.


__ADS_1


"Adek." teriak Ayu sama Byan.


__ADS_2