Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Tidak Mampu


__ADS_3

"Lepaskan tangan calon istri saya." teriak Satria.



"Saya juga jijik memegang nya kalau tidak terpaksa." ucap Farel sambil menghempaskan tangan Mawar.



"Sudah hunny, dia polisi." bisik Mawar pada Satria.



"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Farel sambil memeriksa tubuh Fani.



"Tidak sayang." jawab Fani sambil tersenyum, Fani sengaja berbuat mesra di depan Satria dan Mawar.



"Brengsek, dia malah dapat seorang polisi mana lebih tampan lagi dari Satria." gumam bathin Mawar.



"Ada apa nak? Tanya tante Nia dengan sebuah kotak perhiasan di tangan nya.



"Ngga ada apa-apa tante." jawab Fani yang berusaha menyembunyikan nya.



"Oh, kalian saling kenal?" tanya tante Nia.



"Iya kita kenal kok tan tapi dulu, kalau sekarang aku sudah lupa dan sudah melupakan nya." jawab Fani sambil melirik ke arah Satria.



"Kok, ah jadi bingung tante, ya sudah lah, tante bawa barang yang cocok buat acara nanti malam." ucap tante Nia lalu membuka kotak perhiasan nya.



Begitu di buka, terlihat sepasang cincin yang cantik berkilauan permata berlian.



"Wah cantik sekali cincin nya tante." ucap Fani.



Mawar yang ikut melihat cincin tersebut langsung jatuh hati dan ingin memiliki nya.



"Cantik sekali cincin nya, aku harus memiliki nya." gumam bathin Mawar.



"Cantik kan? Ini Cincin Emas Permata Berlian GIA Kombinasi Rose Gold, cocok di kenakan di jari kamu nak." ucap tante Nia.



"Tapi ini pasti mahal kan tante." ucap Fani.



"Mana mampu dia beli perhiasan itu, biar saya yang membayar nya." ucap Mawar.



"Maaf nona tapi ini sudah di pesan mereka berdua." jawab tante Fani.



"Tapi dia ngga akan mampu untuk membayar cincin ini." ucap Mawar.



"Saya memang ngga akan mampu untuk membeli nya, tapi calon suami ku ini lebih dari mampu untuk membeli nya." ucap Fani.



"Memang nya kalian mampu buat membayar cincin ini?" tanya Farel.



"Memang nya berapa sih harga cincin ini, paling juga lima juta an, pasti lah saya mampu." ucap Satria dengan nada sombong nya.



"Maaf tuan, tapi cincin ini harga nya dua puluh lima juta." ucap tante Nia sambil tersenyum.



"Apa!" teriak Satria dan Mawar serempak.



"Kalau beli perhiasan ini, aku ngga makan satu bulan." gumam bathin Satria.

__ADS_1



"Hunny, aku mau cincin itu." ucap Mawar.



"Kita beli perhiasan yang lain saja, itu aku ngga suka." ucap Satria.



"Kenapa kaget? Kalian kan orang kaya, masa ngga mampu beli cincin begini saja." ucap Fani.



"Diam kamu, ayo sayang kita cari perhiasan di toko lain saja." ucap Satria sambil menarik tangan Mawar.


*


*


"Eh Yu, lihat deh, ada ribut apa ya di toko perhiasan jeng Nia? sampai ada polisi segala." ucap Nisa yang belum sadar kalau orang yang berpakaian polisi adalah anak nya sendiri.


"Ada maling kali Nis, ya udah kita kesana ayo." ucap Ayu sambil menarik tangan Nisa.



Mereka berdua pun langsung memasuki area toko perhiasan tante Nia.



"Ada masalah apa jeng, kok ramai sekali?" tanya Nisa sambil menghampiri tante Nia.



"Hai jeng Nisa, jeng Ayu, kalian juga kesini?" Tante Nia pun malah balik bertanya.



"Farel dan Fani pun ikut menatap ke arah suara yang baru datang.



"Mamah."



"Tante."



Ucap Farel dan Fani secara serempak sambil menatap Ayu dan Nisa.




"Ada apa ini ribut-ribut?"tanya Ayu.



"Ngga ada kok tan, hanya nyamuk kecil saja, sekali tepuk juga langsung mati." jawab Farel.sambil melirik ke arah Satria dan Mawar.



"Ayo kita pergi dari sini saja, kita cari toko perhiasan yang lain nya." ajak Satria sambil menarik tangan Mawar.



"Kenapa mereka?" tanya Nisa.



"Sudah lah mah lupakan, mereka hanya orang yang ingin cincin ini, tapi kita yang udah pesan duluan." jawab Farel.



"Wah cantik banget cincin nya, jeng Nia memang is the best, tahu aja selera kita." ucap Nisa.



"Ini barang baru, dan belum ada yang memakai nya di kota ini." ucap tante Nia.



"Bagaimana sayang, kamu suka?" tanya Nisa pada Fanei.



"Suka sih tan, tapi ini terlalu mahal buat Fani." jawab Fani yang merasa ngga enak dengan keluarga Farel.



"Tidak ada kata mahal buat calon menantu mamah." ucap Nisa.



"Sudah lah sayang, yang ini saja ya?" tanya Farel.



"Terserah kamu aja mas, aku sih ngikut aja lah, berdebat pun percuma." jawab Fani yang membuat mereka semua tersenyum.

__ADS_1



"Ya sudah kalau begitu ambil ini saja jeng, pembayaran nya seperti biasa ya."ucap Nisa.



"Siap." jawab tante Nia.



"Jeng untuk pembayaran cincin ini biar saya yang bayar." ucap Ayu sambil memberikan sebuah kartu yang berwarna hitam.



"Ngga usah Yu, biar aku saja." ucap Nisa.



"Jangan tante, biar pakai kartu aku saja." ucap Farel yang merasa ngga enak dengan Ayu.



"Aduh jadi bingung saya, harus pilih kartu yang mana." ucap tante Nia.



"Ngga apa-apa, ini sebagai hadiah aku buat kamu, udah ambil kartu saya jeng, ngga usah bingung." ucap Ayu sambil memberikan kartu nya.



"Baiklah kalau begitu saya ambil punya jeng Ayu saja." ucap tante Nia.



"Makasih lo Yu." ucap Nisa.



"Terima kasih banyak tante." ucap Farel dan Fani.



"Sama-sama, oh iya habis ini kalian pada ,mau kemana?" tanya Ayu.



"Ngga kemana-mana kok tan, paling juga kita akan makan siang." jawab Farel.



"Bagaimana kalau kita makan bareng, kan jarang-jarang kita makan siang di luar." ajak Ayu.



"Boleh juga, tapi untuk makan biar aku yang bayar." ucap Farel.



"Boleh lah, biar tante sedikit ngirit kalau kamu yang bayarin." canda Ayu.



"Kamu itu meski bayarin makan siang semua karyawan di mall ini pun uang mu ngga bakalan habis Yu." ucap Nisa.



"Ah, ngga juga Nis, ya udah ayo kita ke cafe yang di atas." ucap Ayu.



"Jeng maaf mengganggu, no pin nya." ucap tante Nia.



"Oh iya lupa." jawab Ayu lalu memasukan no pin nya untuk melakukan transaksi.



"Sudah masuk, terima kasih ya jeng, ditunggu kedatangan nya kembali." ucap tante Nia.



"Sama-sama jeng, kalau begitu kita permisi, soalnya belum makan siang." ucap Ayu.



"Oh ya silahkan jeng." jawab tante Nia.



Mereka pun akhir nya keluar dari toko nya tante Nia setelah berpmitan dan langsung menuju ke sebuah cafe ang ada di mall tersebut.



Mata Ayu tidak sengaja melihat sosok yang di kenal nya lagi duduk berdua sedang bercengkerama sambil bercanda.



"Kalian." ucap Ayu.


__ADS_1


Mereka berdua pun spontan membalikan tubuh nya dan melihat ke arah Ayu dengan sedikit kaget.


__ADS_2