
Seminggu sudah berlalu dari kejadian yang menimpa Putri dan Dira, Mereka yang sudah menganiaya Putri dan Dira pun sudah berubah dan menyesali nya.
Mereka kini menjadi lebih baik dan selalu mensupport Putri dan Dira dalam hal apa pun.
Pihak kampus pun tidak mengeluarkan mereka atas permintaan Putri dan Dira tentu nya dengan ada nya nama Raka yang selalu jadi andalan Putri di saat usaha dirinya tidak membuahkan hasil.
Sandi masih di dalam penjara untuk mempertanggung jawab kan yang telah dia perbuat.
"Put malam pertama rasa nya perih-perih mantaf ya?" tanya Dela yang kini mereka sedang asik ngobrol di taman kampus.
"Apa sih kak, aku saja baru selesai dapet." jawab Putri.
"What! Jadi kamu belum melakukan nya?" tanya Caca.
"Belum lah kak." jawab Putri.
"Yakin? Tapi waktu pas kita, maaf ya kakak semua nya, waktu kita mau pergi ke kantor polisi aku lihat leher kakak ipar sedikit merah lo." ucap Dira.
"Ya ampun jadi Dira melihatnya, ini semua gara-gara kak Byan yang waktu itu mencuri ciuman ku, aku kira mimpi, ternyata beneran." gumam bathin Putri.
"Nah kan diam, berarti benar dong." ucap Cintya.
"Ngga, malam itu kak Byan mencuri ciuman pertama aku di saat aku sedang tidur." jawab Putri dengan malu-malu.
"Tapi kamu menikmati nya kan Put?" tanya Resi.
"Ya kan aku ngga sadar, aku kira itu semua mimpi." jawab Putri.
"Eh Put, nih aku kasih tahu ya, kamu sebagai wanita apalagi sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dari Byan, kamu itu harus bisa melayani suami kamu dengan baik, supaya nanti Byan tidak mencari pelampiasan ke wanita lain nya." ucap Dela.
"Memang nya begitu ya kak?" tanya Putri dan Dira.
"Ya, dan bisa berujung perpisahan, mending kalau belum punya anak, kalau sudah punya anak, nanti anak lah yang akan menjadi korban nya." jawab Dela.
Putri pun terdiam mencerna semua perkataan Dela, "Tapi kita sebagai wanita malu lah kak kalau untuk melayani nya, apalagi kalau kita yang minta duluan." tanya Putri yang paham akan jawaban dari Dela.
"Dengar kan aku, sesibuk apa pun kita sebagai perempuan, kita harus tetap bisa melayani suami kita hingga dia puas, jadi kalau sudah di puaskan istri nya ngga akan mungkin dia akan meninggalkan istri nya." jawab Dela.
"Pantesan ya lo suka memuaskan Sandi." ucap Caca sambil tersenyum.
"Jangan buka kartu Ca." gumam Dela.
__ADS_1
"Bukan gitu, karena aku merasakan jadi korban orang tua aku." ucap Dela.
"Maksud kak Dela?" tanya Dira yang dari tadi hanya diam saja.
"Dulu ibu ku sibuk dengan kerjaan dan dunia nya sampai dia lupa akan kewajiban nya sebagai istri, hingga ayah ku pun mencari kepuasaan dari wanita lain hingga akhir nya mereka pun berpisah." jawab Dela sambil menghembuskan nafas nya.
"Yang sabar ya kak, terus kakak sekarang tinggal sama siapa?" tanya Putri.
"Aku tinggal sama ibu, tapi ibu ku sibuk dengan dunia nya sendiri." jawab Dela.
"Kasihan juga kak Dela." gumam bathin Putri.
"Ada apa nih? kalian ngerjain istri aku ya?" tanya Byan.
"Ngga kok Yan, kita cuma ngobrol masalah wanita, kalau ngga percaya tanya saja istri kamu." ucap Dela.
"Kirain, oh ya Del, gimana kabar nya Sandi?" tanya Byan.
Bagaimana pun Byan dan Sandi sudah lama bersahabat, meski kemarin terjadi insiden tapi Byan masih menganggap Sandi sahabat nya.
"Bilang ke Sandi, sudah ngga usah ditangisi, yang sudah terjadi lupakan saja." ucap Byan.
"Iya nanti aku sampai kan." jawab Dela.
"Ada kesayangan aku ngga di sini?" tanya Nathan yang baru datang dan ikut gabung bersama mereka.
"Yah calon bucin yang satu nya datang." ucap Cintya yang sudah mulai move on dari Nathan.
"Jangan iri ya, sayang kita pulang yuk." ajak Nathan.
"Tolong ya, kalau kalian mau bermesraan itu jangan di hadapan kita-kita, kalian tahu mereka bertiga itu masih jomblo, terus pasangan aku juga kalian kan tahu sendiri sekarang lagi berada di mana." ucap Dela.
"Ya makanya cepetan pada nyari pasangan biar ngga iri lihat kita." ucap Byan.
Sudah-sudah, kalian ini sering nya menggoda orang lain, ya sudah ayo kita pulang." ucap Dira.
"Kak kita pulang duluan ya." pamit Putri
"Iya, Yan, Nat, kalian jangan ngebut bawa motor nya " ucap Caca.
__ADS_1
"Oke." jawab Nathan dan Byan serempak.
Mereka pun pergi meninggalkan ke empat wanita yang pernah menganiaya nya.
"Beruntung sekali ya mereka berdua, di cintai sama sosok Byan dan Nathan." ucap Cintya sambil menatap punggung mereke.
"Sudah lah Cin, kita harus belajar ikhlas, ikhlas untuk melepas kan.ucap Caca.
"Ya sudah lah kita juga pulang yuk, soalnya aku mau jenguk Sandi dulu." ucap Dela.
"Yuk." jawab mereka bertiga serempak lalu pergi meninggalkan kampus.
*
*
Malam hari di kediaman Raka, semua nya sudah pada masuk ke dalam kamar masing-masing.
"Masa aku harus pakai baju yang kurang bahan seperti ini, aku kan malu, tapi kalau tidak aku takut kak Byan seperti ayah nya kak Dela." gumam bathin Putri sambil melihat sebuah lingerie di tangan nya.
"Ya sudah lah aku pakai saja, mumpung kak Byan masih di dalam kamar mandi." gumam Putri lalu memakai nya setelah dia bergelut dengan pikiran nya.
Setelah memakai baju yang benar-benar tipis dan seksi yang hanya menutupi dua bukit kembar dan stasiun nya, Putri pun langsung masuk ke dalam selimut dan hanya menyisakan wajah nya saja.
Tidak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan menampak kan Byan dengan rambut yang basah menambah ketampanan nya.
"Kalau rambut nya basah begitu kak Byan terlihat tampan sekali." gumam bathin Putri sambil menatap Byan.
"Kamu sakit atau kedinginan? Sampai segitu nya pakai selimut." tanya Byan yang melihat istri nya yang hanya kelihatan wajah nya saja.
"Iya dingin." jawab Putri, memang Putri juga kedinginan karena pakai baju tidur yang benar-benar tipis hingga serasa ngga pakai baju.
"Sini aku hangatkan." ucap Byan sambil ikut masuk ke dalam selimut lalu memeluk tubuh Putri dengan erat.
Hangat itu yang di rasakan langsung oleh kedua nya, apalagi kulit mereka bersentuhan langsung.
"Kamu ngga pakai baju?" tanya Byan sambil menyingkapkan selimut nya.
Begitu selimut tersingkap, terlihat lah tubuh seksi Putri yang putih dan mulus membuat jakun Byan pun turun naik.
********************************************
Warning Bestie.
Untuk episode selanjut nya saya mohon baca nya habis buka saja ya,
Adegan nya memang ngga terlalu sih, tapi se ngga nya kan takut kalian bayangin nya lebih.
Kalau saya sih lagi ada halangan jadi ngga apa-apa nulis siang juga.
__ADS_1