Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Mencari Putri


__ADS_3

"Dek, kakak kamu belum bangun ya?" tanya Ayu pada Dira.



"Kayak nya belum deh mah." jawab Dira sambil menyantap sarapan nya.



"Lihat saja ke kamar nya mah, bangun kan dia, walaupun hari ini hari minggu, tapi bangun harus tetap pagi." ucap Raka.



"Ya sudah kalau gitu mamah ke kamar nya Byan dulu." ucap Ayu lalu pergi ke kamar nya Byan.



"Nak, kamu sudah bangun belum." teriak Ayu sambil mengetuk pintu.



"Apa masih tidur ya?" Ayu bertanya-tanya dalam hati nya sambil mencoba membuka pintu kamar Byan.



"Ngga di kunci." gumam Ayu sambil terus membuka lebar-lebar pintu kamar Byan dan masuk ke kamar nya.



"Kalian? apa yang sedang kalian lakukan berdua? Pah, pah." teriak Ayu membuat kedua insan yang masih terlelap dalam buaian mimpi nya itu pun seketika terbangun.



"Pah, mamah kenapa teriak-teriak." ucap Dira sambil menyimpan sendok yang sedang dia pegang.



"Iya nak, ayo kita lihat." ucap Raka lalu berlari menuju kamar Byan di ikuti oleh Dira dari belakang.



"Mamah?"



"Tante?"



Ucap Byan dan Putri bersamaan sambil mengerjapkan kedua mata mereka.



"Ada apa mah teriak-teriak." ucap Raka sambil masuk ke kamar Byan.



"Kalian?"



"Putri?"



Ucap Raka dan Dira dengan mata melotot menatap tak percaya ke atas tempat tidur.



"Apa yang telah kalian lakukan?"tanya Raka sambil menatap tajam ke arah Byan dan Putri.



"Pah, mah, dengarkan penjelasan ku dulu." ucap Byan sambil turun dari tempat tidur.



"Apa lagi yang akan kamu jelaskan? Kemarin Putri duduk di atas pangkuan kamu, sekarang Putri tidur di kamar kamu?" teriak Ayu.



"Mah Byan bersumpah, Byan ngga melakukan apa-apa, Byan hanya menolong Putri aja semalam." ucap Byan sambil mengangkat kedua jari nya.



"Kalian berdua papah tunggu di ruang keluarga sekarang juga." ucap Raka dengan wajah yang penuh amarah lalu pergi menuju ruang keluarga.



Dia tidak menyangka anak nya akan berbuat di luar batas, padahal dia sudah sering menasehati nya.

__ADS_1



"Kalian dengar kan apa yang papah ucapkan barusan? Jangan biarkan papah dan mamah nunggu lama." ucap Ayu lalu pergi meninggalkan kamar Byan.



"Kak, Put, kenapa kalian berdua bisa tidur bareng?" tanya Dira sambil menatap kedua nya.



"Kakak akan jelaskan semuanya di ruang keluarga, sebelum papah lebih marah lagi, ayo kita ke sana sekarang." ajak Byan sambil menarik tangan Putri.



"Kak, masa aku dalam keadaan seperti ini menemui om?" tanya Putri yang sadar dirinya tidak memakai dalaman satu pun.



"Dek, tolong pinjamkan Putri dalaman kamu ya? Baju dan dalaman nya basah semalam." ucap Byan.



"Dalaman? Jadi kalian semalam?" tanya Dira sambil menatap curiga kepada kedua nya.



"Sudah lah dek, nanti kakak jelaskan semua nya, sekarang tolong pinjamkan dulu dalaman buat Putri." ucap Byan.



"Ya sudah kalau gitu ayo ke kamar kakak." ucap Dira.



Putri pun mengikuti Dira ke kamar nya, sedangkan Byan menemui Raka dan Ayu yang sudah menunggu di ruang keluarga.



"Put? Bukan nya semalam kamu sama kak Sandi?kenapa pagi ini malah ada di kamar kak Byan?" tanya Dira sambil memberikan dalaman yang masih baru buat Putri.



"Aku juga ngga tahu kak, seingat aku semalam setelah makan bersama kak Sandi, tubuh ku terasa ngga enak, tubuh ku panas banget, terus malam-malam aku diguyur oleh kak Byan setelah itu aku ngga tahu lagi apa yang terjadi." jawab Putri.



"Ya sudah kita ke ruang keluarga saja, papah sama mamah sudah menunggu." ajak Dira sambil menarik tangan Putri.


*


*


"Ya ampun pak, ibu juga ketiduran semalam, jadi ngga tahu Putri pulang nya jam berapa." jawab Ayu.



"Pagi pak, pagi bu." ucap Farel sambil duduk di depan Fadil.



"Pagi nak, kamu tugas pagi?" tanya Fadil yang melihat Farel sudah rapih dengan seragam dinas nya.



"Iya pak, walaupun hari minggu tetap harus dinas." jawab Farel.



"Itu kewajiban kita nak, kamu jangan mengeluh." ucap Fadil.



"Iya pak, adek mana bu?" tanya Farel yang baru menyadari kalau Putri tidak ada diantara mereka.



"Seperti nya adik kamu masih tidur nak." jawab Nisa.



"Bu, bangunkan Putri, walaupun hari minggu tidak boleh malas untuk bangun pagi." ucap Fadil.



"Iya pak, kalau begitu ibu bangunkan Putri dulu." ucap Nisa sambil berlalu menuju kamar Putri.



"Kamu kalau lagi dinas sekalian nyari buat pendamping hidup kamu nak, kamu sudah cukup umur untuk berumah tangga." ucap Fadil.

__ADS_1



"Belum ada yang cocok pak." jawab Farel santai.



"Bapak sudah ingin menimang cucu dari kamu lo Rel?" ucap Fadil.



"Sabar pak, nanti juga kalau sudah ketemu sama yang cocok Farel akan langsung menikahi nya." ucap Farel.



"Anak ini kelakuan nya kenapa sama dengan aku sendiri ya?" gumam bathin Fadil sambil sedikit tersenyum mengingat dirinya yang waktu bertemu dengan Nisa dulu.



"Pak, pak." teriak Nisa dengan keras.



"Ibu." ucap Fadil dan Farel dan langsung berlari ke kamar nya Putri.



"Ada apa bu? Kenapa ibu teriak-teriak?" tanya Fadil dan Farel bersamaan.



"Putri pak Putri." teriak Nisa dengan air mata yang sudah lolos turun membasahi pipi nya.



"Kenapa dengan Putri? Ada apa bu?" teriak Farel sambil melihat ke sekitar kamar Putri.



"Putri tidak ada di kamar nya pak, Putri kemana pak?" tanya Nisa sambil menangis.



"Ibu tenang dulu, mungkin Putri nginap di rumah teman nya." ucap Farel.



"Ngga mungkin kak, Putri ngga pernah nginap di rumah orang, walau pun itu di rumah om Raka sekalipun." jawab Nisa.



Selagi mereka lagi heboh mencari Putri tiba-tiba ponsel Raka berdering.



"Raka." gumam Fadil sambil melihat layar ponsel nya.



"Angkat pak, barangkali kak Raka tahu keberadaan Putri." ucap Nisa



"Halo, Ka, ada apa? Tumben pagi-pagi sudah menghubungi aku." tanya Fadil setelah menerima panggilan dari Raka.



""Apa kamu tidak merasa kehilangan anak kamu?" tanya Raka.



"Kamu tahu Putri dimana Ka? Kita ini sedang mencari Putri karena Putri ngga ada di kamar nya." jawab Fadil.



"Aku tahu Putri dimana, sekarang kamu dan Nisa datang ke rumah ku, kita akan membicarakan masalah ini segera." jawab Raka.



"Memang nya ada apa dengan Putri Ka?" tanya Fadil penasaran dengan perkataan Raka yang seperti nya ada sesuatu dengan Putri.



"Pokok nya kalian semua datang kesini sekarang juga." ucap Raka lalu memutus kan panggilan nya.



"Kenapa Putri pak?" tanya Nisa dengan nada khawatir nya.


__ADS_1


"Ngga tahu bu, tapi Raka bilang kita harus datang ke rumah nya sekarang juga." jawab Fadil.


__ADS_2