Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Kedatangan Andre


__ADS_3

Raka pun kini sedang makan siang bersama Anggar dan Ara.



"Ternyata bapak ini pak Raka yang mempunyai perusahaan xxxx, wah saya sangat beruntung sekali bisa di pertemukan langsung dengan bapak." ucap Anggar di sela-sela makan nya.



Raka cuma tersenyum menanggapi omongan Anggar, Raka tidak mau sombong dengan membanggakan dirinya karena mempunyai perusahaan besar, karena semua itu hanya titipan menurut Raka.



"Justru saya yang beruntung bisa di pertemukan dengan CEO perusahaan xxxx." ucap Raka sambil tersenyum.



"Bagaimana kalau kita melakukan kerja sama setelah kita menemukan anak-anak kita?" tanya Anggar.



"Ide yang bagus, hubungi saja saya atau datang saja ke rumah, istri saya pasti akan senang mendapat teman yang satu frekuensi." jawab Raka.



"Bapak bisa saja." ucap Ara.



Mereka pun terus berbincang-bincang dari masalah anak-anak nya hingga masalah perusahaan, hingga terdengar suara ponsel Raka berdering.



"Maaf, sebentar saya terima panggilan dulu." ucap Raka dengan sopan.



"Silahkan pak." jawab Anggar sama Ara sambil mengangguk.



"Ya Dil? Apa sudah ada kabar?" tanya Raka yang sudah menerima panggilan nya.



Raka pun terlihat serius mendengarkan apa yang sedang di jelaskan Fadil hingga tanpa sadar Raka berteriak dengan wajah yang penuh emosi.



"Apa! Siapa yang sudah berani-berani nya mengganggu anak saya?" teriak Raka membuat Anggar dan Ara kaget dan saling menatap.



"Baik saya ke sana sekarang juga, kita bertemu di sana saja." ucap Raka lalu menutup panggilan nya.



Wajah dan mata Raka memerah menyiratkan dia sedang menahan amarah nya.



"Brengsek, berani-berani nya kalian menganiaya anakku, tidak akan ku biarkan kalian lolos." gumam Raka dengan tangan yang terkepal erat.



"Maaf pak, ada apa?" tanya Anggar yang penasaran dengan ekspresi wajah Raka.



"Ada orang yang sudah menganiaya putri ku, dan sekarang saya mau kesana melihat nya, oh iya barusan pak Fadil bilang kalau Byan juga ada di sana bersama teman nya, mungkin itu anak bapak." ucap Raka.



"Apa! Ya sudah kalau begitu sekarang kita langsung kesana saja pak." ucap Anggar lalu pergi untuk membayar makan siang nya.



"Ya ampun sampai lupa kalau makanan nya belum di baya." ucap Raka.


__ADS_1


"Ngga apa-apa pak sudah saya bayar, ya sudah ayo kita berangkat." ucap Anggar.



Mereka pun bertiga langsung meninggalkan cafe tersebut dengan berbeda mobil, di dalam mobil Raka langsung menghubungi istri nya.


*


*


"Nis, kok mas Raka belum menghubungiku ya?" tanya Ayu dengan air mata yang masih menetes.


"Sabar Yu, mungkin kak Raka masih sibuk mencari mereka jadi belum sempat memberitahu kamu." jawab Nisa yang berusaha menenangkan hati sahabat nya itu, padahal hati nya sendiri pun sedang kacau.



"Assalamualaikum?" teriak beberapa orang di depan pintu.



"Waalaikum salam." jawab Ayu dan Nisa.



"Hai kakak ipar apa ka bar?' tanya Andre yang dari antusias menyapa nya jadi terdiam karena melihat lelehan air mata di pipi nya Ayu.



"Hai Nis, kamu ada di sini rupanya? Eh Ayu kamu kenapa?"tanya Siska sambil menghampiri dan memeluk Ayu.



"Tante, tante kenapa nangis? Tante kangen kita berdua ya?" ucap Glen.



"Lo itu ya Glen, tante lagi sedih juga." ucap Galih sambil menyikut tangan Glen.



"Ya kan aku cuma mau menghibur tante saja." ucap Glen.




Glen dan Galih pun langsung terdiam dan duduk di sofa sambil mendengarkan pembicaraan antara para orang tua.



"Byan dan Dira menghilang kak Andre, dari semalam mereka ngga ada pulang." jawab Ayu sambil menangis dalam pelukan Siska sahabat nya yang sekaligus menjadi ipar nya.



"Kok bisa? Sudah di cari belum?" tanya Andre.



"Mas Raka sama kak Fadil lagi mencari, tapi sudah siang begini mereka belum ada yang menghubungi kita." jawab Ayu sambil melepaskan pelukan nya dari Siska.



"Maaf kan kita ya Yu, kita baru sempat kesini, soalnya kemarin kita sibuk mendirikan usaha mas Andre di luar negeri, dan aku pun mengajak Glen dan Galih kesana karena keinginan mereka, makanya Glen dan Galih sudah lama ngga ada main kesini." ucap Siska.



"Ngga apa-apa Sis, kita juga ngerti dengan kesibukan kalian." jawab Ayu sambil menghapus air mata nya.



Obrolan mereka pun terhenti dikala suara ponsel Ayu dan ponsel Nisa berdering.



Nisa dan Ayu pun menerima panggilan dari suami nya masing-masing.



"Apa! Teriak mereka bersamaan hingga membuat Siska dan Andre termasuk Glen dan Galih kaget.

__ADS_1



Ayu dan Nisa pun saling menatap dengan deraian air mata mereka.



NIs, anak kita."



"Yu anak kita."



Ucap mereka berdua lalu saling berpelukan.



Andre yang melihat ponsel Ayu yang masih menyala pun mengambil nya dari tangan Ayu.



"Halo Ka, ini gue Andre, lo dimana?" tanya Andre yang ingin tahu yang sebenar nya terjadi.



"Kebetulan ada lo, tolong antarkan Ayu sama Nisa ke alamat yang gue kirim nanti ya? Soal nya anak-anak ada di sana dan sekarang gue lagi dalam perjalanan menuju kesana." jawab Raka.



"Ya gue akan antar mereka, ya sudah nanti gue hubungi lagi." ucap Andre lalu memutuskan panggilan nya.



"Pah, apa kak Byan dan kak Dira ketemu?" tanya Glen.



"Iya nak, dan sekarang kita siap-siap untuk pergi kesana, om Raka barusan meminta kita mengantarkan tante kesana." jawab Andre.



"Kakak ipar sekarang siap-siap, kita akan pergi menemui anak-anak." ucap Andre.



"Panggilkan pak sopir nya kak Raka mas, kita ngga bakalan cukup kalau satu mobil." ucap Sandra.



"Oh iya yah, Glen, Galih, kalian kalau mau ikut minta diantar pak sopir, papah sama mamah antar tante Ayu dan tante Nisa." ucap Andre.



"Iya pah, ayo Glen kita panggil pak sopir nya dulu." ucap Galih lalu pergi keluar mencari sopir nya Raka.



"Ayo kak Andre kita berangkat, aku sudah ngga sabar ingin melihat keadaan anak menantu ku." ucap Ayu yang membuat kaget Sandra dan Andre.



"Apa? Menantu? Apa Byan sudah menikah? Atau Dira yang sudah menikah?" tanya Andre.



"Cerita nya panjang kak, nanti saja kita bicarakan, sekarang kita berangkat." ucap Ayu lalu berjalan keluar rumah.



"Kamu tahu NIs tentang menantu nya kak Ayu?" tanya Andre.



"Tahu lah kak, orang yang jadi menantu nya kan Putri anakku." jawab NIsa sambil mengikuti langkah Ayu.



"Awas lo ya Ka, acara penting mereka lo ngga kasih tahu gue, lo anggap apa gue ini." gumam Andre sambil ikut melangkah keluar rumah.

__ADS_1



Mereka pun akhir nya pergi ke alamat yang Raka dan Fadil kirim yaitu ke rumah nya dokter Mery dengan menggunakan dua mobil.


__ADS_2