Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Romantis


__ADS_3

Kini Putri sedang berada di kamar Byan, dia sedang merapihkan baju-baju nya ke dalam lemari yang sudah di sediakan di kamar itu.



"Belum selesai juga? Mamah sama papah sudah nunggu di meja makan." ucap Byan.



"Sudah kok kak, ini yang terakhir." jawab Putri sambil menutup pintu lemari nya.



"Kalau gitu ayo kita ke bawah." ajak Byan sambil menarik tangan Putri.



Putri pun mengikuti langkah Byan di samping nya, selama berjalan menuju ke ruang makan Putri hanya diam menunduk, dia masih merasa canggung dengan semua ini, dimana Byan adalah sahabat nya dari kecil dan kini berubah status nya menjadi suami nya.



"Akhir nya yang di tunggu-tunggu datang juga, mesra-mesra an nya di tahan dulu ya? Sekarang waktu nya makan malam." ucap Dira sambil tersenyum, dia senang sekali menggoda sahabat sekaligus kakak ipar nya itu.



"Siapa yang mesra-mesra an, orang tadi Putri beresin baju nya kok." jawab Byan sambil duduk.



Putri hanya diam dan menatap tajam Dira karena di sana ada kedua mertua nya, Putri pun mengambil kan makan buat suami nya, dia melakukan apa yang selalu ibu nya lakukan kepada bapak nya.



"Sudah dek, jangan menggoda Putri terus, nanti suatu saat kamu juga akan berada di posisi ini." ucap Ayu.



Putri pun tersenyum sambil melirik ke arah Dira penuh dengan kemenangan.



"Nak, kapan kalian akan melaksanakan pesta pernikahan kalian?" tanya Raka.



"Nanti saja pah kalau Byan sudah lulus." jawab Byan.



"Ya sudah kalau gitu, Putri keberatan ngga kalau resepsi nya pas Byan sudah lulus?" tanya Raka.



"Gimana kak Byan saja om, eh pah." jawab Putri.



"Nak, mamah memang ingin cepat-cepat punya cucu, tapi kalau nanti kalian punya anak, mamah ingin Putri terus melanjutkan kuliah nya, mamah ngga mau Putri putus kuliah seperti mamah." ucap Ayu.



"Kenapa mamah dulu ngga menyelesaikan kuliah nya?" tanya Byan.



"Tanya saja papah kamu, jangan kan kuliah resepsi pun ngga jadi mamah laksanakan." jawab Ayu sambil melirik ke arah Raka.



Byan, Putri dan Dira menatap ke arah Raka, seolah-olah mereka meminta penjelasan.


__ADS_1


"Kenapa kalian semua melihat papah?" tanya Raka sambil melihat ke arah mereka satu per satu.



"Heran saja pah, papah kan banyak uang, terus kenapa ngga ngadain resepsi sama mamah? Terus kenapa mamah ngga lanjut kuliah nya?" tanya Dira.



"Bukan papah yang pelit dan ngga mau, tapi mamah kalian yang menolak nya." jawab Raka.



"Kenapa mamah menolak nya?" tanya Byan, mereka bertiga sungguh penasaran dibuat nya.



"Ya karena omah kalian dan papah kalian ini yang tidak memperbolehkan mamah untuk kuliah dengan alasan mamah ngga boleh kecapean, lalu mamah ngurusin BYan lama-lama jadi malas untuk masuk kuliah lagi." jawab Ayu.



"Ya kan bisa daring mah bisa Zoom." ucap Dira.



"Mamah ngga kepikiran kesana sayang." jawab Ayu.



"Terus kenapa mamah ngga melakukan resepsi? Apa papah ngga mau ngeluarin biaya nya?" tanya Byan.



"Enak saja kamu ngomong, papah itu nyari uang hanya untuk mamah kalian dan kalian berdua." ucap Raka yang sedikit kesal karena secara tidak langsung dianggap pelit oleh anak nya.



"Bukan karena papah kalian ngga mau mengeluarkan uang, tapi mamah yang menolak nya." ucap Ayu.




"Ya itu memang impian para wanita, tapi bagi mamah dengan kehadiran suami dan kalian berdua di hidup mamah, itu sudah membuat mamah bahagia melebihi melaksanakan sebuah resepsi." jawab Ayu sambil tersenyum.



Raka pun menggenggam tangan Ayu dengan mesra sambil menatap nya dengan bibir yang tersungging sebuah senyuman.



"Terimakasih sudah mau menjadi seorang istri dan seorang ibu yang penuh pengertian dan penuh dengan kesabaran." ucap Raka sambil menatap Ayu mesra.



Putri yang melihat kedua mertua nya sangat romantis di mata nya, dia pun bertekad akan menjadi sebagai istri yang baik dan penuh perhatian kepada Byan suami nya.



"Mamah dan ibu adalah wanita idaman, mereka patut di jadikan contoh, pantas saja persahabatan antara ibu dan mamah ini langgeng, ternyata mereka sama-sama baik dan lembut." gumam bathin Putri



Byan yang melihat perlakuan manis ayah nya kepada mamah nya pun tersenyum dan ingin mencontoh sang papah yang selalu bersikap romantis kepada istri nya.



"Aku akan selalu bersikap romantis sama Putri seperti yang dilakukan papah sama mamah selama ini." gumam bathin Byan sambil menggenggam lembut tangan Putri.



Putri yang terhipnotis dengan perlakuan ayah mertua kepada ibu mertua nya pun hanya diam sambil menatap Byan dengan tatapan mesra.

__ADS_1



"Terus saja kalian bersikap romantis di depan ku, ngga papah, ngga mamah, sekarang di tambah lagi sama kak Byan dan kakak ipar." ucap Dira membuyar kan lamunan mereka.



"Makanya cari pacar dek, biar ngga jomblo." ucap Byan sambil tersenyum.



"Au ah, mentang-mentang sudah halal, ya sudah adek sudah selesai makan nya, adek mau langsung ke kamar saja ya pah, mah mau istirahat, adek capek seharian ini ngikutin pengantin baru." ucap Dira.



"Ya sudah kamu istirahat saja, tapi jangan tidur terlalu malam ya? Jangan main ponsel mulu." ucap Ayu.



"Iya mah, kalau ngga main ponsel terus aku main apa mah? Kak Byan enak ada yang di mainin sekarang." ucap Dira sambil tertawa.



"Adek." teriak Ayu sambil menatap tajam Dira.



"Adek ke kamar duluan." ucap Dira yang langsung kabur karena mendapat tatapan tajam dari ibu nya.



"kalau gitu kita juga langsung istirahat saja ya mah, pah." ucap Byan.



"Ya istirahat saja lah, kasihan Putri juga kelihatan nya sudah capek." ucap Ayu.



Byan dan Putri pun pergi dari hadapan kedua orang tua nya.



"Kita juga ke kamar yuk mah." ajak Raka sambil memainkan kedua alis nya.



"Yang pengantin baru itu mereka pah, kenapa papah yang ngebet." ucap Ayu.



"Ya biarin saja mah, kan sekalian papah mengingat waktu malam pertama mamah menyerahkan semua nya pada papah." ucap Raka sambil memeluk tubuh Ayu dengan mesra.



"Mamah sudah lupa tuh." ucap Ayu bercanda, tapi sayang candaan Ayu malah membuat keberuntungan bagi Raka suami nya.



"Maka dari itu papah akan mengingatkan nya sekarang." jawab Raka yang langsung menggendong Ayu ala bridal style.



Raka memang sudah berumur, tapi dia masih kuat untuk sekedar menggendong istri nya masuk ke dalam kamar.



"Pah, lepaskan mamah berat lo," ucap Ayu yang kini sudah ada di dalam gendongan Raka.



"Untuk sekedar menggendong mamah, papah ngga ada kata berat, apalagi akan di bayar dengan kenikmatan dari mamah." ucap Raka sambil berjalan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2