
"Ya sudah kita pulang sekarang, sudah malam." ajak Byan setelah melihat istri nya sudah puas makan mangga muda nya.
"Kak aku pulang bareng kak Byan saja ya." ucap Dira.
"Ngga apa-apa kalau aku ngga antar?" tanya Nathan.
"Ngga apa-apa kak, lagian kasihan harus bolak balik mana sudah malam." jawab Dira.
"Ya sudah, tapi kalau sudah sampai hubungi aku ya." ucap Nathan.
"Iya kak," jawab Dira.
Nathan ingin sekali memberikan ciuman malam ini di kala Dira mau pulang, tapi dia merasa ngga enak karena di antara meraka ada Byan dan Putri.
Putri yang mengerti dengan gelagat dari Nathan pun langsung mengajak suami nya pergi dan menjauh dari mereka berdua.
"Mas, ayo kita duluan saja ke mobil nya, kak Dira kita tunggu di mobil ya? Jangan lama-lama." ucap Putri sambil menarik tangan BYan.
Nathan sedikit tersenyum karena merasa kalau Putri memberikan kesempatan buat dirinya.
"Sayang, kalau sudah sampai jangan lupa hubungi aku." ucap Nathan sambil meraih tangan Dira dan yang sebelah tangan nya lagi mengangkat sedikit dagu Dira.
"Iya kak, nanti aku hubungi," jawab Dira sambil menatap Nathan.
Nathan pun tidak menyia-nyia kan kesempatan, dia langsung meraup bibir Dira yang kini sudah menjadi candu buat diri nya.
Dira yang sudah mulai terbiasa dengan cumbuan yang di berikan Nathan pun membalas nya dengan penuh perasaan.
Lumayan cukup lama bagi orang yang menunggu, tapi untuk mereka berdua seakan-akan ngga mau melepaskan nya.
Dira yang hampir kehabisan nafas pun mulai melepaskan ciuman nya.
"Sudah kak, kak Byan sudah menunggu." ucap Dira sambil mengusap bibi Nathan yang sedikit ada bekas lipstik nya.
"Aku jadi ingin segera menikahi kamu deh Yang." ucap Nathan.
"Sabar dong kak, kan bulan depan wisuda." ucap Dira.
"Jadi kamu mau kalau aku sudah wisuda langsung melamar kamu?" tanya Nathan.
"Mau ngga ya?" ucap Dira mulai menggoda Nathan.
"Yang, mulai deh aku cium lagi ni." ucap Nathan sambil memanyunkan bibir nya.
"Ngga kak, stop,kak Byan dan kakak ipar sudah menunggu." ucap Dira.
__ADS_1
"Jadi mau ngga?" tanya Nathan sekali lagi.
"Iya mau." jawab Dira sambil tersenyum.
"Ah, terima kasih sayang." ucap Byan dan langsung memeluk dan mencium seluruh wajah Dira.
"Kak cukup, ya sudah aku pulang ya sayang." ucap Dira.
Dira pun berjalan keluar diantar Nathan yang berjalan di samping nya sambil menggenggam erat tangan Dira.
Sementara di dalam mobil, Byan sudah kesal menunggu Dira yang tak kunjung datang menghampiri nya.
"Mana sih Dira ini, lama banget." ucap Byan sambil menatap pintu rumah Nathan.
"Sabar dong sayang, kayak yang ngga pernah pacaran saja." ucap Putri.
"Bukan begitu sayang, tapi ini sudah larut malam." ucap Byan.
"Nah itu kak Dira." ucap Putri sambil menunjuk ke arah Dira yang sedang menghampiri nya bersama Nathan.
Nathan pun dengan sigap membuka kan pintu belakang mobil untuk Dira.
"Lama banget sih lo, ngapain saja tadi sama adik gue." ucap Byan.
"Sudah lah kak, aku juga sudah masuk." ucap Dira.
"Ya sudah lah Yang, ayo sekarang berangkat." ucap Putri.
"Kak, aku pulang ya." ucap Dira sambil tersenyum manis kepada Nathan.
"Iya, dan jangan lupa." jawab Nathan sambil mengangkat jari jempol dan kelingking yang dia dekat kan ke telinga nya.
"Iya." Putri pun mengangguk.
"Kita balik dulu ya Nat, thanks buat mangga nya." ucap Byan lalu melajukan mobil nya dan meninggalkan rumah Nathan.
Nathan pun menatap mobil yang membawa kekasih nya pulang, setelah mobil Byan sudah tidak terlihat lagi, Nathan pun kembali masuk ke rumah nya.
*
*
"Sayang minum susu nya dulu." ucap Byan sambil membawa segelas susu ibu hamil, yang dia beli tadi sebelum pulang ke rumah.
"Makasih papah." ucap Putri dengan menirukan suara anak kecil.
Byan pun tersenyum mendengar ucapan dari istri nya.
__ADS_1
"Habiskan ya sayang, setelah ini langsung tidur istirahat." ucap Byan sambil memberikan gelas yang berisi susu.
Putri pun menghabis kan susu yang dibuatkan oleh suami nya.
Byan mengambil gelas kosong dari tangan Putri lalu menyimpan nya di atas meja.
"Sekarang kamu tidur Yang, seharian ini kamu sudah beraktifitas." ucap Byan.
Semenjak mengetahui istri nya lagi mengandung anak nya, Byan lebih perhatian dan lebih menjaga istri nya.
Putri pun berbaring yang di susul oleh Byan di samping nya.
"Sayang, angkat tangan nya keatas." ucap Putri sambil menggeser tangan Byan ke atas lalu diri nya memeluk dan mencium ketiak Byan.
"Yang, geli ih." ucap Byan.
"Tapi aku mau menghirup nya sayang, ini wangi lo." ucap Putri sambil terus mengendus-ngendus kan hidung nya di ketek Byan.
"Kelakuan istri aku semakin aneh, apa memang perempuan kalau lagi hamil semua nya aneh ya." gumam bathin Byan.
Putri terus mengendus ketiak Byan sampai dirinya tertidur.
"Kamu ini aneh Yang, masa ingin mencium ketiak aku, harus nya ngidam nya itu ingin terus mencium bibir aku." gumam Byan sambil menyibak kan rambut Putri yang menghalangi wajah nya.
Putri seakan-akan tidak terusik sama sekali oleh Byan, dia sangat lelap sekali tidur sambil mencium ketiak Byan.
Byan yang merasa pegal dengan tangan nya dan merasa Putri sudah terlelap pun dengan secara perlahan menggeserkan tubuh nya lalu menarik tangan nya.
Tapi sebelum Byan berhasil seluruh nya menarik tangan nya, Putri sudah terbangun.
"Mas, ketiak mu mana." ucap Putri sambil mencari-cari ketiak Byan dengan hidung nya.
"Ya ampun Yang, sudah terlelap pun masih mencari ketiak aku." ucap Byan sambil menatap Putri yang masih memejamkan mata nya karena memang sedang tertidur.
Byan pun terpaksa kembali ke posisi semula agar istri nya tertidur dengan lelap.
Putri kembali menghirup ketiak Byan sambil memeluk erat tubuh Byan.
Sungguh Byan merasa tersiksa sekali malam itu, sudah lah tangan nya pegal, di tambah kaki putri yang terus bergesekan dengan adik nya.
"Andai saja kamu tidak sedang mengandung, sudah aku makan kamu Yang, lengkap sudah penderitaan aku malam ini, sudah lah tangan yang pegal, eh si kucrit pun ikut pegal karena harus menahan nya." gumam bathin Byan sambil berusaha menggeser kan kaki Putri dari si kucrit.
Tapi seolah-olah ingin kaki nya menempel pada si kucrit, kaki Putri pun kembali menindih si kucrit yang sudah tegang.
__ADS_1
Akhir nya Byan pun pasrah dan memaksakan mata nya untuk terlelap sambil menahan rasa yang menggelora di tubuh nya