Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Penghuni Sel


__ADS_3

"Ting tong." suara bel rumah Cintya pun berbunyi sangat kencang.



"Itu pasti Caca." ucap Cintya lalu berlari menuju pintu utama.



"Lo lama sekali sih Ca." suara Cintya pun melemah ketika yang dia lihat bukan Caca tapi tiga orang pria yang berpakaian polisi.



"Yang datang Caca kan Cin?" tanya Dela dan Resi sambil menghampiri nya.



Sungguh mereka kaget dengan apa yang sekarang mereka lihat di depan mata nya, ternyata yang datang bukan Caca melainkan tiga orang polisi.



"Apa benar kalian bertiga yang bernama Cintya, Resi dan Dela?" tanya pak Rizal sambil menatap mereka dengan tatapan tajam nya.



"Be, benar pak, ada apa ya pak?" ucap Cintya dengan terbata-bata lalu balik bertanya.



"Kalian ikut kami ke kantor sekarang juga, tolong bawa mereka pak." ucap pak Rizal.



Kedua polisi yang ikut dalam penangkapan mereka pun langsung membawa mereka ke dalam mobil.



"Kenapa bapak menangkap kita? Apa salah kita." teriak mereka bertiga sambil berontak untuk di lepaskan.



"Diam, nanti kalian jelaskan saja di kantor." ucap pak Rizal.



"Jalan pak." perintah pak Rizal.



Akhirnya mereka bertiga di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawab kan yang telah mereka perbuat.



Sementara Caca masih di interogasi oleh Farel.



"Maafkan saya pak, saya menyesali perbuatan saya, saya akan menerima hukuman dari Byan, Nathan dan bapak asalkan saya tidak di masukan ke dalam penjara." Caca pun terus memohon kepada Byan, Farel dan Nathan.



"Masuk, jangan terlalu banyak drama." teriak pak Rizal sambil sedikit mendorong Cintya dan para sahabat nya.



"Aku mohon pak, lepaskan aku, aku ngga mau di penjara." teriak Cintya sambil terus berusaha melepas kan dirinya dari pegangan pak Rizal.



Caca yang mendengar teriakan dari suara yang dikenal pun membalikkan tubuh nya.



"Cintya." ucap Caca sambil menatap Cintya dan teman-teman lain nya sedang di giring ketiga polisi.


__ADS_1


"Ca, elo juga di sini?" teriak Cintya.



"Iya Cin, makanya aku ngga sampai-sampai ke rumah lo." jawab Caca.



"Jadi elo yang ngasih tahu keberadaaan kita ke polisi Ca?" tanya Cintya dengan penuh amarah.



"Bukan maksud gue Cin, gue terpaksa." jawab Caca.



"Alah lo jadi orang sok Suci lo." teriak Cintya.



"Cukup, asal kalian tahu, bukan dia yang ngasih tahu kami, tapi semua nya adalah kesaksian dari Putri dan Dira sendiri." ucap Farel sambil menatap mereka bertiga.



Mereka bertiga pun terdiam sambil menunduk.



"Sekarang kalian duduk dan jelaskan, kenapa kalian semua melakukan perbuatan keji seperti itu." ucap pak Rizal.



Mereka pun menceritakan dengan jujur, mereka melakukan semua itu karena mereka merasa cemburu dengan Putri dan Dira.



"Saya marah karena Dira mencoba mendekati Nathan, sedangkan Nathan adalah pria yang aku cintai." ucap Cintya.



"What! Jadi hanya karena alasan yang sepele lo tega berbuat keji seperti itu? Apa lo ngga mikir efek dari apa yang telah lo lakukan." teriak Nathan dengan penuh emosi.




"Karena aku sangat mencintai kamu Nat." teriak Cintya sambil menangis.



"Cinta ngga bisa di paksakan Cin, dan seharus nya lo ngga berbuat seperti itu, gue tahu lo itu wanita baik-baik beda dengan mereka bertiga, tapi maaf Cin hati dan perasaan gue ngga bisa dipaksakan, karena hati gue sudah sudah berlabuh pada sosok Nadira." ucap Nathan.



Cintya pun menangis, dia sangat menyesal dengan perbuatan yang telah di lakukan nya dan juga merasa sakit hati nya karena pria yang dari awal masuk kampus dia sukai ternyata tidak menyukai nya.



"Maafkan dengan semua yang telah aku lakukan pada Putri dan Dira, dan juga maafkan aku Nat dengan perasaan ku kepada kamu." ucap Cintya dengan tulus.



Memang pada dasar nya Cintya itu orang yang baik.tapi semenjak kenal dengan Dela dan yang lain nya dia menjadi sedikit jahat karena hasutan dari mereka terutama dari Resi.



"Aku bisa saja memafkan kamu Cin, asal kamu juga meminta maaf kepada Putri dan Dira, tapi kalau masalah hukum bukan hak aku, dan asal kamu tahu, Putri itu istri nya Byan dan adik nya pak Farel sekaligus ipar nya Dira." ucap Nathan sedikit bijak.



"Apa! Teriak mereka bertiga begitu mendengar kenyataan kalau Putri adalah istri nya Byan, sedangkan Caca hanya diam sambil sesekali mengusap air mata nya.



"Jadi, mereka sudah menikah?" teriak mereka dengan wajah kaget nya.

__ADS_1



"Ya, mereka sudah menikah." jawab Nathan.



Mereka semua terdiam dan saling menatap karena ini sungguh kabar yang sangat mengejutkan buat mereka semua nya.



"Sekarang silahkan hubungi orang tua kalian masing-masing sebelum perkara ini masuk ke persidangan nanti nya." ucap Farel.



"Pak, saya mohon pak maafkan semua kesalahan saya, saya ngga bermaksud melakukan nya." Cintya terus-terusan memohon kepada Farel.



"Semua tergantung Putri dan Dira, tapi kalau untuk masalah hukum silahkan kalian minta pembelaan kepada pengacara kalian masing-masing." jawab Farel.



Mereka semua kini hanya bisa menangis dan menyesali semua perbuatan yang telah mereka lakukan.



"Pak tolong masukan mereka kedalam sel, untuk sementara mereka masukan ke sel biasa untuk para wanita sambil menunggu keputusan mereka di persidangan nanti." perintah Farel kepada polisi yang sedang berjaga.



"Baik pak." jawab pak polisi sambil menarik mereka berempat.



"Pak saya mohon pak lepaskan saya, saya rela menerima hukuman apapun asala tidak masuk sel, Nat tolong aku Nat." teriak Cintya dengan air mata yang terus membasahi pipi nya.



Sebenar nya Nathan sedikit iba melihat keadaan Cintya seperti itu, tapi mau bagaimana lagi semua perbuatan harus di pertanggung jawab kan.



Mereka berempat pun terus di giring melewati kamar tahanan pria.



Semua mata para tahanan pria pun menatap penuh damba begitu melihat ke empat gadis cantik lewat depan sel nya.



"Dela." teriak Sandi sambil mendekat ke arah jeruji besi begitu melihat wanita yang selalu memuaskan nya selama ini.



"Sandi?" gumam Dela sambil menatap ke arah Sandi.



"Pak saya mohon izinkan saya menemui teman saya dulu." ucap Dela pada polisi yang ada di belakang nya.



"Hanya sebentar." ucap polisi itu singkat.



"Terima kasih pak." ucap Dela lalu menghampiri Sandi yang sedang berada di baliik jeruji besi.



"San, kenapa ada di dalam sini? Pantas saja beberapa hari ini ngga ada kabar dari kamu?" tanya Dela sambil meraih jemari Sandi yang sedang memegang besi penjara.



"Ini semua memang kesalahanku Del, maaf kan aku ya? Kamu masih mau kan menerima aku walaupun keadaan aku seperti ini sekarang?" tanya Sandi.

__ADS_1



Dela hanya diam, dia sendiri juga bingung apa Sandi masih akan menerima nya atau tidak setelah Sandi tahu kalau dirinya pun calon penghuni sel.


__ADS_2