Jodohku Sahabatku

Jodohku Sahabatku
Mencari Putri dan Dira


__ADS_3

"Kok Putri belum ngabarin ya? Ini sudah malam banget lagi." gumam Byan sambil mengambil ponsel milik nya.



"Aku hubungi saja lah."



Beberapa kali Byan melakukan panggilan kepada Putri dan Dira tapi hasil nya sama, tidak nyambung sama sekali.



"Kenapa kalian ngga bisa di hubungi sih." gumam Byan sambil meraih kunci mobil yang ia simpan di atas meja rias.



Byan pun melihat jam yang ada di dinding kamar nya lalu pergi keluar untuk menjemput istri dan adik nya ke kampus.



Untung papah dan mamah nya sudah istirahat sehingga ngga banyak pertanyaan dirinya keluar rumah malam-malam.



Byan pun langsung masuk dan menyalakan mobil nya.



"Mau kemana den malam-malam begini?" tanya pak satpam yang jaga.



"Mau jemput Putri sama Dira pak." jawab Byan.



"Hati-hati den." ucap pak satpam sambil membukakan pintu gerbang depan.



Byan pun langsung meluncur membelah jalanan di malam hari.



Dengan kecepatan penuh Byan melajukan mobil nya hingga tidak membutuhkan waktu lama dia sudah sampai di kampus.



"Kok sepi." gumam Byan sambil turun dari mobil nya.



Byan pun turun dari mobil lalu berjalan menuju gerbang kampus yang memang sudah di gembok.



Terdengar suara motor gede menghampiri nya lalu berhenti tepat di depan Byan.



"Kok udah sepi, Dira udah pulang belum?" tanya Nathan sambil membuka helm nya.



"Elo Nath, gue juga ini baru sampai di sini tapi sudah sepi kampus nya." jawab Byan sambil melihat ke sekitar kampus.



"Elo udah menghubungi mereka belum?" tanya Nathan.



"Dari tadi aku hubungi tapi ngga ada yang masuk satu pun seperti nya ponsel mereka mati." jawab Byan.



"Nah itu ada pak satpam." ucap Nathan sambil nunjuk ke arah satpam yang lagi keliling.



Kampus itu kampus elite, dimana kampus itu selalu di jaga dua puluh empat jam.



"Pak, pak satpam." teriak Byan sambil menggedor-gedor kunci gerbang.

__ADS_1



"Ya sebentar." jawab pak Satpam sambil menghampiri Byan dan Nathan.



"Ada apa kalian kemari malam-malam?" tanya pak satpam setelah berada tepat diantara mereka.



"Pak kalau anak baru yang tadi ada acara di kampus sudah pada pulang belum?" tanya Byan.



"Sudah dari satu jam yang lalu mereka meninggalkan kampus." jawab pak satpam.



"Bapak melihat mereka keluar kampus ngga tadi?" tanya Byan sambil memperlihatkan poto Putri dan Dira.



Pak satpam pun melihat poto Putri dan Dira di ponsel milik Byan dengan seksama dan terus mengingat nya.



"Ya bapak tadi melihat nya, mereka berjalan berdua dan nunggu kendaraan di sana." ucap pak satpam.



"Apa! Jadi mereka sudah pulang dari satu jam yang lalu?" teriak Byan dan Nathan secara bersamaan.



"Terus mereka kemana?" gumam Byan.



"Apa mungkin mereka pulang ke rumah nya Putri Yan?" tanya Nathan.



"Ngga mungkin, kalau pun mereka pulang ke rumah Putri, pasti mereka menghubungi aku pakai ponsel orang rumah, atau sengga nya kalau ponsel mereka mati kan bisa di isi daya dari satu jam lalu." jawab Byan.




"Kita cari saja gimana?" ucap Byan.



"Ya sudah kalau gitu gue simpan motor gue di sini saja, gue ikut mobil lo." ucap Nathan.



"Ya sudah ayo." ucap Byan sambil masuk ke dalam mobil.



"Sebentar gue titip motor gue dulu ke pak satpam." ucap Nathan sambil kembali memanggil satpam yang jaga.



"Pak, saya mau titip motor di sini ya, nanti saya ambil lagi kalau kita sudah menemukan Putri dan Dira." ucap Nathan.



"Boleh, masukan saja." jawab pak satpam.



Nathan pun memasukan motor nya ke halaman kampus dan menyimpan nya di dekat pos satpam.



"Ini buat bapak beli rokok sama kopi." ucap Byan sambil memberikan dua lembar uang yang berwarna merah.



"Makasih den." ucap pak satpam yang merasa bahagia mendapatkan uang tips.



"Oke bro kita jalan sekarang." ucap Nathan sambil masuk dan duduk di samping Byan.

__ADS_1



Byan pun mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang sambil terus melihat kearah jalanan, kali saja ada istri dan adik nya.


*


*


"Seperti nya mereka ini korban penganiayaan, ini ngga boleh dibiarin, kasihan mereka." gumam bathin Fani sambil membersihkan luka dan memberi nya salep pereda nyeri.


"Aku harus lapor polisi, oh iya aku kan punya kartu nama pak Farel." gumam Fani lalu mencari kartu nama yang pernah di berikan Farel kepada dirinya.



"Ini dia, untung belum aku buang." gumam Fani sambil memasukan no ponsel Farel ke ponsel nya lalu memanggil nya.



"Please angkat dong pak, ini penting." gumam Fani sambil terus memanggil no Farel.



Sedangkan Farel yang kebetulan lagi tugas malam dia ketiduran di meja kerja nya.



"Berisik, siapa sih malam-malam gini yang nelepon." ucap Farel sambil mengambil ponsel nya.



"No siapa ini? Apa keadaan darurat sehingga dia terus menghubungiku." gumam Farel lalu menerima panggilan nya.



"Halo, selamat malam dengan kantor polisi, apa ada yang bisa saya bantu?"tanya Farel dengan mata yang masih terpejam.



"Assalamualaikum pak Farel, selamat malam maaf mengganggu waktu istirahat anda." ucap Fani dengan sopan.



Farel yang malas-malasan menerima telepon dari no yang tidak di kenal pun langsung membuka kedua matanya ketika mendengar suara lembut dari seorang perempuan.



"Seperti nya aku kenal dengan suara ini." gumam bathin Farel sambil kembali melihat ke layar ponsel nya.



"Halo pak, bapak bisa mendengar saya?" tanya Fani yang tidak mendapat jawaban apapun dari Farel.



"Ya saya Farel, maaf saya bicara dengan siapa?" Farel pun balik bertanya.



"Saya Fani pak, suster yang pernah menangani luka di tangan bapak." jawab Fani mengingatkan Farel.



"Fani, ah pucuk di cinta ulam pun tiba, aku dari kemarin sangat berharap bisa bertemu lagi, dan sekarang kamu menghubungi aku duluan, ah memang kalau sudah jodoh tidak akan kemana." gumam Farel sambil tersenyum.



"Iya bu suster, ada perlu apa ya malam-malam begini?" tanya Farel.



"Maaf pak jangan panggil ibu saya masih muda, panggil Fani saja." jawab Fani yang sedikit kesal karena di panggil ibu oleh Farel.



"Oke maaf, ya Fan ada apa?" tanya Farel.



"Pak Farel bisa datang ke rumah Fani sekarang ngga? Soalnya ada korban penganiayaan terhadap dua remaja perempuan, mereka tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan pingsan dan luka-luka." jawab Fani.



"Apa! Terimakasih informasi nya, sekarang mereka dimana?" tanya Farel.


__ADS_1


"Tadi saya bawa ke rumah saya, dan sekarang mereka sudah di obati, jadi bapak datang saja ke rumah saya, alamat nya nanti saya sharelook." jawab Fani


__ADS_2