
"Mas Byan ku sayang, buruan manjat, aku sudah ngga sabar ini." ucap Putri dengan nada manja, air liur nya sudah turun naik karena ingin segera merasakan nya.
"Sayang please, aku ngga sanggup." ucap Byan.
"Aku yakn mas sanggup deh, mas kan pria yang kuat, masa ngga mau menyenangkan aku sih." ucap Putri.
Bibi pelayan yang memang belum tidur pun, mau membuang sampah keluar, tapi samar-samar dia mendengar suara dua orang yang lagi berbincang-bincang, dengan secara perlahan dia mendekati kedua orang itu.
"Siapa mereka?" gumam bathin si bibi sambil memasang telinga dan mata nya.
Pembicaraan mereka berdua pun terdengar sangat jelas di kedua telinga si bibi.
"Apa! Ternyata kalian berdua mau berbuat mesum di sini ya, awas kalian aku akan menangkap kalian berdua." gumam si bibi.
"Tapi sayang masa iya malam-malam begini?" tanya Byan.
"Malam begini itu enak banget sayang, ayolah sayang buruan, buka aja sepatu sama baju nya biar ngga kotor." ucap Putri sambil meraih kancing kemeja yang di pakai Byan.
"Mereka berdua ini benar-benar ya, apa ngga sanggup sewa hotel semalam saja, mau berbuat mesum aja harus di belakang rumah orang, lagian para satpam ini pada kemana sih, masa mereka berdua bisa lolos masuk ke sini, aku aduin sama tuan tahu rasa, kalian pasti di pecat." gumam si bibi sambil menghampiri Putri dan Byan secara perlahan.
"Sayang please." ucap Nathan.
"Ayolah sayang, aku mau nya malam ini juga." ucap Putri sambil membuka kancing kemeja Byan yang ketiga.
"Hayo, kalian tertangkap basah, ngapain kalian? Mau berbuat mesum di sini ya? Saya panggil pak satpam biar kalian tahu rasa." teriak si bibi yang menggema di malam itu.
"Tidak bi, kita tidak berbuat mesum kok." ucap Putri sambil melepaskan tangan nya dari kemeja Byan.
"Kalau ngga berbuat mesum, terus kalian mau ngapain? Itu buktinya kancing kemeja pasangan kamu sudah terbuka tiga, mau mengelak lagi ya." ucap si bibi.
"Kita berdua suami istri kok bi." ucap Byan.
"Alah kalau sudah kepergok begini saja, ngaku nya suami istri, mana ktp kalian?" tanya si bibi sambil meminta ktp Byan dan Putri.
Putri dan Byan pun memberikan ktp nya pada si bibi.
"Tuh kan bener, kalian cuma ngaku-ngaku aja kalau kalian itu suami istri, ini buktinya di ktp belum kawin." ucap si bib sambil membaca ktp milik mereka berdua.
"Ktp yang baru nya belum di urus bi, jadi kami masih pakai ktp yang lama." ucap Byan.
"Ah jangan mengelak lagi, mau saya panggilkan para satpam, atau kalian ikut saya sekarang juga." ucap si bibi.
Putri dan Byan pun saling menatap lalu kembali menatap si bibi.
"Tapi kita berdua ini teman nya kak Nathan bi, kak Nathan yang membawa kita." ucap Putri.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak alsan lagi, sekarang ikut saya." ucap si bibi.
"Sudahlah Yang, kita ikuti saja mau nya dia." ucap Byan.
"Tidak mas, aku ingin mangga nya malam ini juga." bisik Putri.
"Iya nanti kita petik, sekarang kita ikuti si bibi ini mau nya apa." jawab Byan sambil berbisik juga.
"Ayo buruan, jangan bertele-tele." teriak si bibi.
Sedangkan Nathan dan Dira yang sedang menyiapkan bumbu rujak nya mendengar senyap-senyap ada keributan di belakang.
"Kak dengar tidak, seperti ada keributan di belakang?" tanya Dira.
"Iya Yang, kita lihat yuk." ajak Nathan.
"Ayo ikut saya." teriak si bibi.
"Ikut kemana bi?" tanya Nathan yang sudah berada di belakang si bibi.
"Den Nathan, ini den mereka mau berbuat mesum di sini." jawab si bibi.
"Berbuat mesum gimana?" tanya Nathan sambil memberi kode agar Byan dan Putri diam.
"Bi, mereka itu suami istri, mereka itu calon kakak ipar aku." ucap Nathan.
"Apa! Jadi mereka ini? Tapi kenapa buka-buka an di sini? Terus tadi katanya ingin malam ini."
"Mereka berdua di sini itu lagi mau metik mangga, karena istri Byan lagi ngidam."
"Oalah den, maafkan bibi, bibi kira kalian berdua mau berbuat mesum di sini, maaf ya den, non." si bibi pun meminta maaf pada Byan dan Putri.
Hayo siapa yang ikut traveling dengan si bibi, ngaku.
"Ngga apa-apa bi, kita juga ngerti." jawab Byan.
"Jadi dari tadi kakak belum metik buah nya?" tanya Dira.
"Belum." jawab Byan sambil menggelengkan kepala nya.
"Ya ampun kak, bumbu rujak nya sudah jadi itu." ucap Dira.
"Ya sudah biar bibi yang petik mangga nya." ucap si bibi.
"Ngga perlu bi, karena aku ingin nya suami ku sendiri yang petik." ucap Putri.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo naik den."
"Buruan kak naik, ini sudah malam." ucap Dira.
"Tapi." ucap Byan yang ingin menolak nya.
"Ngga usah tapi-tapian, mau ngga? Kalau ngga, aku pulang dan tidur bareng kak Dira selama satu bulan." teriak Putri.
"Iya, aku manjat sekarang." ucap Byan pasrah.
"Gue manjat pohon saja lah, dari pada gue ngga bisa manjat istri gue yang bikin nagih." gumam bathin Byan sambil membuka sepatu nya.
"Buruan mas, aku sudah ngga tahan." teriak Putri dengan wajah bahagia nya.
"Iya sabar dong Yang." ucap Byan dan mulai memanjat pohon nya.
"Semangat kak." teriak Dira dengan ponsel di tangan nya, Dira mengabadikan momen ini dengan ponsel nya, dia ingin memperlihatkan nya kepada kedua orang tua nya.
Dengan susah payah dan penuh dengan perjuangan, Byan pun akhir nya sampai di atas pohon mangga dengan lutut yang gemetar.
"Den lempar kesini biar bibi yang tangkap." teriak si bibi.
Byan pun memetik mangga satu persatu dengan lutut gemetar dan terus berdo\*a di dalam hati nya.
"Sudah yang cukup. Sekarang kamu turun lagi" teriak Putri.
"Nat, tolongin gue dong, gue ngga bisa turun ini." teriak Byan dari atas pohon.
"Naik aja tadi bisa, masa turun nya ngga bisa, tinggal turun doang." ucap Nathan sambil tersenyum melihat teman nya yang sedang kesusahan.
"Ayolah Nat, bantu gue."
"Den turun nya naik tangga ini saja." teriak si bibi yang datang bersama dua orang satpam sambil membawa tangga.
"Kenapa ngga dari awal saja sih bi ngasih saran naik tangga nya." ucap Byan dengan wajah kesal nya.
"Bibi lupa den, ayo sekarang turun."
Byan pun turun menggunakan tangga yang sudah di siapkan oleh kedua satpam itu.
"Bruk." Byan pun duduk lemas di tanah setelah turun dari atas pohon.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Putri khawatir.
"Ngga apa-apa." jawab Byan ketus, sedangkan Dira dan Nathan hanya tersenyum melihat kelakuan pasangan suami istri tersebut.
__ADS_1